Cara Menghadapi Post Power Syndrome pada Lansia, Saat Orang Tua Kehilangan Masa Jaya

Tidak mudah bagi seseorang untuk beradaptasi dari masa kejayaan ke masa pensiun, berikut ini beberapa cara menghadapi post power syndrome pada lansia yang perlu Anda ketahui!Sindrom pasca kekuasaan atau sering disebut sebagai post power syndrome merupakan sebuah masalah kesehatan akibat kesulitan beradaptasi saat masa pensiun.Ini biasanya terjadi pada lansia berumur 55 tahun ke atas yang sudah memasuki masa pensiun atau tidak bekerja dengan aktif lagi.Banyak yang tidak menyadari bahwa pensiun merupakan salah satu momen perubahan terbesar dalam hidup seseorang.Perubahan ini dapat berbentuk hilangnya aktivitas, hilangnya kekuasaan, maupun hilangnya relasi.
Baca juga:  Masalah Kesehatan Mental Pada Lansia yang Perlu Diperhatikan
Jika seseorang sulit untuk menerima perubahan tersebut dapat menimbulkan goncangan luar biasa dalam diri sehingga mengakibatkan post power syndrome.Lansia yang mengalami post power syndrome biasanya memiliki gejala seperti menjadi lebih pendiam atau bisa juga menjadi lebih sering membicarakan kejayaan di masa lalu.Jika orang terkasih Anda di rumah mengalami perubahan seperti di atas, sebaiknya konsultasi dengan dokter Medi-Call dengan menghubungi Call-Center 24 Jam atau melalui aplikasi Medi-Call.
Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah

Cara Menghadapi Post Power Syndrome pada Lansia

Post power syndrome memang merupakan masalah pada kondisi mental lansia.Namun bukan berarti ini tidak akan mempengaruhi kondisi fisik lansia yang terkena post power syndrome.Jika dibiarkan tanpa mendapatkan cara menghadapi post power syndrome pada lansia yang benar, maka kondisi fisik orang tua akan menurun.Ini menyebabkan lansia lebih mudah terkena infeksi virus seperti demam maupun flu, munculnya penyakit baru seperti vertigo dan masih banyak lagi.Lalu bagaimana cara menghadapi post power syndrome pada lansia yang baik dan benar? Simak caranya berikut ini: 
  • Adanya kesibukan
 

Hilangnya rutinitas serta tidak aktif merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami post power syndrome.

Memberikannya kesibukan baru untuk dilakukan sehari-hari dapat menjadi cara menghadapi post power syndrome pada lansia.

Memberi kesibukan dapat mengalihkan pikiran lansia sehingga tidak terjebak pada bayang-bayang masa lalu.

Kesibukan yang diberikan dapat beragam, bisa hobi yang dari dulu digemari namun sudah jarang dilakukan atau juga aktivitas baru yang belum pernah dilakukan.

 
  • Membuat usaha
 

Cara menghadapi post power syndrome pada lansia selanjutnya adalah dengan membantunya membuka sebuah usaha.

Bagi lansia yang terbiasa aktif, duduk berdiam diri di rumah adalah sebuah hal yang berbanding terbalik dengan kepribadiannya.

Jika mampu, Anda dapat mengajak lansia untuk membuat sebuah usaha kecil-kecilan untuk mengisi waktu senggang.

 
  • Menemani lansia
 

Menemani dan banyak mendengarkan bisa menjadi cara menghadapi post power syndrome pada lansia.

Lansia yang mengalami post power syndrome cenderung mudah merasa kesepian dan membutuhkan seseorang untuk menemaninya.

Namun sayangnya, adanya kesibukan masing-masing membuat anggota keluarga sulit untuk menemani lansia setiap saat.

Baca juga:  Bentuk Layanan Home Care Jabodetabek Bantu Rawat Orang Terkasih di Rumah

Tapi jangan khawatir, Anda bisa menggunakan layanan perawat homecare di rumah untuk membantu menemani lansia sehari-hari.

Perawat homecare mampu menemani beraktivitas, mengajak lansia berbicara serta merawatnya sehingga lansia tidak merasa kesepian lagi.

Perawat Home Care dan Perawat Luka Medi-Call
Medi-Call: Layanan Perawat Home Care dan Perawat Luka di Rumah Anda
Jika Anda tertarik menggunakan layanan perawat homecare datang ke rumah untuk menemani orang terkasih, Anda bisa menggunakan layanan perawat homecare Medi-Call.Layanan perawat homecare Medi-Call sudah berpengalaman dan memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) sehingga tidak perlu khawatir.Informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Call-Center 24 Jam atau gunakan aplikasi Medi-Call.
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Arsip