Luka Diabetes di Punggung Pada Lansia

Meningkatnya kadar gula darah dapat menyebabkan luka diabetes di punggung pada lansia.Diabetes dapat memperburuk sirkulasi darah sehingga mengurangi aliran darah ke kulit.Ini menyebabkan kerusakan saraf serta pembuluh darah sehingga mengakibatkan perubahan pada kolagen kulit yang mampu mengubah tekstur dan tampilan kulit.Selain itu perubahan ini juga membuat kulit penderita diabetes lebih mudah terluka tetapi kepekaan akan luka berkurang sehingga biasanya penderita tidak sadar jika dirinya terluka.Ketidakpekaan akan luka serta berkurangnya kemampuan kulit untuk menyembuhkan luka dapat menyebabkan infeksi seperti bernanah, bau, berwarna hitam dan gangren.
Baca juga:  Kenali Penyebab Gejala Luka Gangren Pada Diabetes
Punggung, kaki, lengan, dan ketiak merupakan bagian tubuh yang mudah mengalami luka diabetes.Oleh karena itu penderita diabetes memerlukan perhatian khusus untuk menangani luka khususnya luka diabetes di punggung pada lansia.Anda bisa menggunakan jasa perawat luka ke rumah untuk menangani luka diabetes agar cepat kering dengan menggunakan aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam.
perawatan luka, cari perawat luka kanker, perawat perawatan luka kanker, perawatan luka diabetes, perawatan luka operasi di rumah, perawat perawatan luka dekubitus, perawat luka kanker, medicall, medi-call
Medi-Call: Layanan Perawat Luka ke Rumah Anda

Luka Diabetes di Punggung Pada Lansia

Luka diabetes di punggung pada lansia biasanya terasa tebal, keras dan bengkak.Berikut beberapa gejala luka diabetes di punggung pada lansia yang perlu diketahui: 
  • Adanya benjolan kecil

Gejala luka diabetes di punggung pada lansia yang pertama adalah adanya benjolan kecil.

Benjolan kecil ini seperti jerawat di punggung, seiring berjalannya waktu benjolan akan berubah menjadi bercak kulit yang bengkak dan keras.

Bercaknya dapat berwarna kuning, merah atau coklat.

Umumnya benjolan ini menyebabkan kulit terasa gatal dan nyeri 

 
  • Kulit terasa kering

Gejala luka diabetes di punggung pada lansia selanjutnya adalah kulit terasa kering.

Tingginya kadar glukosa dalam tubuh dapat menyebabkan kulit kering, gatal serta bersisik.

Sebaiknya jangan menggaruk kulit yang terasa kering dan gatal karena dapat menyebabkan luka diabetes di punggung pada lansia.

Baca juga:  Berikut 5 Cara Mengobati Kulit Gatal Akibat Diabetes
 
  • Kulit terasa tebal

Kulit terasa tebal, keras, kencang, bengkak dan susah digerakkan merupakan gejala luka diabetes di punggung pada lansia.

Gejala kulit yang terasa tebal biasanya menjalar dari punggung ke area tubuh lainnya seperti tangan, kaki dan paha.

 
  • Timbul bercak

Gejala luka diabetes di punggung pada lansia lainnya adalah timbul bercak berwarna coklat.

Bercak berwarna coklat ini umumnya berbentuk bulat atau benjolan yang menutupi kulit sehingga warna asli kulit tidak terlihat.

Bercak ini biasanya akan memudar dalam waktu kurang lebih delapan belas bulan, akan tetapi pada beberapa kasus bercak tetap bertahan di kulit dan tidak memudar.

Cara Mengobati Luka Diabetes di Punggung

Mengetahui cara mengobati luka diabetes di punggung pada lansia dapat membantu mengurangi rasa gatal, tidak nyaman serta resiko infeksi.Berikut ini cara mengobati luka diabetes di punggung:
  • Sebaiknya tidak mandi terlalu lama karena dapat membuat kulit semakin kering dan memperparah rasa gatal
  • Hindari mandi menggunakan air panas, kurangnya kepekaan kulit terhadap rasa panas pada penderita diabetes dapat menyebabkan luka melepuh tanpa disadari.
  • Gunakan pelembab atau lotion setelah mandi untuk membantu melembabkan kulit agar tidak kering, gatal dan keras.
  • Gunakan produk seperti sabun dan sampo yang dapat melembabkan kulit serta tidak mengiritasi kulit.
dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda
Apabila lansia mengalami gejala luka diabetes di punggung dan tidak kunjung membaik, berubah warna menjadi hitam, berbau dan bernanah sebaiknya segera hubungi dokter.Anda bisa menggunakan jasa panggil dokter ke rumah untuk mengatasi luka di punggung akibat diabetes dengan menggunakan aplikasi atau menghubungi Call-Center 24 Jam.
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Arsip