Penasaran apa saja manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental? Temukan fakta ilmiahnya di sini untuk mengetahui manfaat luar biasanya!
Puasa umumnya identik dengan praktik keagamaan dan spiritual. Namun, di balik nilai ibadahnya yang besar, puasa juga menyimpan segudang manfaat luar biasa bagi tubuh manusia. Untuk itu, mari ketahui berbagai manfaat puasa bagi kesehatan, mulai dari detoksifikasi alami hingga pengaruhnya terhadap kesehatan mental!
Table of Contents
ToggleApa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Anda Berpuasa?
Sebelum membahas manfaat spesifiknya, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat seseorang berpuasa. Dalam kondisi normal, tubuh mengandalkan glukosa dari makanan sebagai sumber energi utama. Namun, saat Anda berpuasa, mekanisme ini perlahan berubah.
Setelah sekitar 8-12 jam tanpa asupan makanan, cadangan glukosa dalam tubuh mulai menipis. Di fase ini, tubuh akan melakukan yang namanya metabolic switch, yakni peralihan sumber energi dari gula ke lemak.
Ketika “sakelar” ini aktif, tubuh Anda akan mulai memecah cadangan lemak menjadi keton yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar. Proses alami inilah yang membuat puasa efektif dalam membantu pembakaran lemak dan mendukung kesehatan metabolik.
5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh Anda
Dampak puasa terhadap fisik sangatlah luas. Berikut adalah lima manfaat utama yang bisa Anda rasakan jika menjalankan puasa dengan benar dan konsisten.
1. Membantu Menurunkan dan Mengontrol Berat Badan
Puasa secara alami mempersempit jendela makan, sehingga asupan kalori yang masuk ke tubuh cenderung berkurang tanpa perlu menghitungnya secara detail. Tentu saja, hasil ini akan lebih optimal jika Anda tidak “balas dendam” saat momen berbuka tiba.
Manfaat puasa di sini juga lebih dari sekadar pengurangan kalori semata. Aktivitas puasa juga bisa membantu meningkatkan laju metabolisme, dengan meningkatkan kadar hormon norepinefrin. Hormon ini memberi sinyal pada sel lemak untuk memecah lemak tubuh.
Dengan metabolisme yang lebih cepat dan asupan kalori yang lebih sedikit, penurunan berat badan pun akan lebih mudah tercapai.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kabar baiknya, puasa dapat membantu memperbaiki sejumlah faktor risikonya.
Studi menunjukkan bahwa puasa secara rutin dapat menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida darah. Puasa juga dapat membantu mengurangi peradangan sistemik yang merupakan pemicu utama masalah kardiovaskular.
3. Mengontrol Gula Darah dan Mencegah Diabetes
Bagi Anda yang memiliki risiko diabetes tipe 2, puasa bisa menjadi strategi pencegahan yang ampuh. Pasalnya, puasa terbukti efektif dalam menurunkan resistensi insulin. Ketika Anda berpuasa, kadar insulin dalam darah akan turun secara signifikan.
Penurunan kadar insulin ini membuat sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Sederhananya, sel-sel tubuh Anda akan menjadi lebih responsif dalam menyerap glukosa dari aliran darah. Efeknya, kadar gula darah menjadi lebih stabil dan risiko lonjakan gula darah pun berkurang.
4. Mendukung Proses Detoksifikasi Alami
Tubuh sebenarnya memiliki sistem detoksifikasi sendiri melalui hati, ginjal, dan kulit. Namun, pola makan tinggi gula dan makanan olahan sering kali membebani kerja organ-organ tersebut.
Dengan berpuasa, sistem pencernaan dan hati mendapatkan waktu istirahat dari proses metabolisme makanan yang terus-menerus. Hal tersebut pada akhirnya memungkinkan hati untuk lebih optimal menjalankan fungsinya, yaitu menyaring racun dalam darah.
5. Meningkatkan Sistem Imun
Sering merasa mudah sakit atau flu? Puasa mungkin bisa menjadi solusinya. Saat tidak sedang mencerna makanan, tubuh dapat mengalihkan sebagian energinya ke proses perbaikan dan pemeliharaan sel, termasuk sistem imun.
Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat memicu regenerasi sel imun. Proses ini membantu tubuh untuk membuang sel kekebalan yang sudah tua atau kurang efektif, sekaligus merangsang produksi sel darah putih baru yang lebih responsif dalam melawan infeksi bakteri maupun virus.
Ketenangan Batin: Dampak Positif Puasa bagi Kesehatan Mental
Manfaat puasa bagi kesehatan tidak berhenti pada segi fisik saja. Kegiatan tersebut juga berdampak positif bagi kesehatan mental. Hal ini karena puasa dapat meningkatkan produksi protein di otak yang disebut Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Protein tersebut berperan penting dalam kesehatan neuron, memori, dan kemampuan belajar.
Kekurangan BDNF kerap dikaitkan dengan risiko depresi dan gangguan kecemasan. Puasa bisa membantu meningkatkan BDNF yang berkontribusi pada kestabilan suasana hati.
Karena itu, tak heran jika banyak orang lantas melaporkan merasa lebih fokus, lebih tenang, dan memiliki kejernihan mental yang lebih baik setelah melewati masa adaptasi di awal puasa.
Jangan Asal Puasa, Cek Dulu Kondisi Tubuh Anda Bersama Dokter!
Walaupun manfaat puasa bagi kesehatan begitu luar biasa, tidak semua orang dapat melakukannya tanpa risiko. Pada kondisi tertentu, kegiatan puasa sebaiknya dijalani dengan pengawasan medis agar tetap aman dan tidak menimbulkan komplikasi.
Maka, Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa jika:
- menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2.
- memiliki masalah jantung.
- sedang hamil atau menyusui.
- memiliki masalah ginjal kronis.
- menderita gangguan pencernaan berat seperti maag akut, tukak lambung, atau GERD yang parah.
- sedang mengonsumsi obat rutin.
- sedang dalam masa pemulihan (pascaoperasi besar atau baru sembuh dari penyakit berat).
Memaksakan diri berpuasa tanpa memahami kondisi tubuh bisa berisiko bagi kesehatan. Di sinilah pentingnya melakukan Medical Check-Up (MCU) sebelum memulai rutinitas puasa, baik itu saat puasa Ramadan maupun intermittent fasting.
Melalui MCU, Anda dapat mengetahui profil darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, serta kadar gula darah. Informasi ini akan membantu Anda menjalani puasa dengan lebih aman, terarah, dan sesuai kondisi tubuh.
Solusi Praktis: Layanan MCU di Rumah Bersama Medi-Call
Anda mungkin merasa enggan melakukan cek kesehatan karena malas mengantre di rumah sakit atau terjebak macet di jalan. Kabar baiknya, kini Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap tanpa harus keluar rumah.
Medi-Call menyediakan layanan Medical Check-Up (MCU) yang bisa dipanggil langsung ke lokasi Anda. Dokter dan tenaga medis profesional akan datang ke rumah dengan peralatan lengkap untuk melakukan pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel lab.
Keunggulannya:
- Praktis: Tidak perlu antre dan hemat waktu.
- Aman: Mengurangi risiko terpapar penyakit di fasilitas umum.
- Tepercaya: Bermitra dengan laboratorium klinik terakreditasi.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter akan langsung menjelaskan hasilnya kepada Anda. Berdasarkan data tersebut, Anda dapat memperoleh rekomendasi medis yang lebih personal, termasuk saran mengenai kesiapan berpuasa dan panduan asupan nutrisi yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Jangan tunggu sakit baru periksa! Booking paket Medical Check Up Medi-Call sekarang dan lakukan pemeriksaan lengkap langsung di rumah. Cepat, efisien, dan terpercaya. Amankan jadwal Anda hari ini dengan menghubungi Customer Service 24 jam Medi-Call atau download aplikasi Medi-Call di App Store dan Play Store sekarang juga!
Catatan penting: Informasi ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan saran medis profesional. Jika Anda memiliki kondisi seperti diabetes, gangguan lambung (GERD/maag), atau sedang hamil maupun menyusui, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berpuasa. Hentikan puasa dan segera cari pertolongan medis apabila muncul gejala seperti pusing berat, lemas ekstrem, atau nyeri dada.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Ajmera R. 5 Health Benefits of Fasting, Backed by Science [Internet]. Healthline. Healthline Media; 2018 [cited 2026 Feb 28]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/fasting-benefits#safety.
- Gudden J, Arias Vasquez A, Bloemendaal M. The Effects of Intermittent Fasting on Brain and Cognitive Function. Nutrients. 2021 Sep 10;13(9):3166.
- Brennan D. Psychological benefits of fasting [Internet]. WebMD. 2021. Available from: https://www.webmd.com/diet/psychological-benefits-of-fasting
- Huo L, Li Y, Fu Y, Yang Z, Jia L, Li C, et al. Effects of Intermittent Fasting on Anxiety and the Functional Connectivity of the Amygdala in Healthy Adults. Alpha psychiatry [Internet]. 2025;26(3):44384. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40630882/
- Physicians Offer Advice For People Fasting With Chronic Health Conditions During Ramadan [Internet]. Cleveland Clinic Abu Dhabi. 2021. Available from: https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/media-center/news/physicians-offer-advice-for-people-fasting-with-chronic-health-conditions-ramadan









