Cairan infus diare pada orang dewasa mencegah dehidrasi berat. Kenali jenis cairan dan kapan infus perlu diberikan. Cairan infus diare pada orang dewasa dibutuhkan untuk mengatasi tubuh yang mengalami dehidrasi.
Diare merupakan penyakit yang menyebabkan seseorang buang air besar dalam frekuensi yang tidak normal akibat adanya infeksi pada organ pencernaan.
Selain itu diare dapat menyebabkan seseorang kehilangan cairan dalam jumlah besar dan menyebabkan dehidrasi.
Oleh karena itu diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar dan menyebabkan dehidrasi.
Segera hubungi Dokter Medi-Call apabila seseorang mengalami dehidrasi akibat diare.
Cairan infus diare pada orang dewasa berperan besar mencegah dehidrasi berat dan syok bila diare tidak tertangani dengan baik. Salah pemilihan jenis cairan atau keterlambatan pemasangan infus bisa menyebabkan gangguan elektrolit, tekanan darah turun, hingga gangguan ginjal yang membahayakan.
Pada kondisi tertentu, perawatan pasien di rumah dengan dukungan perawat home care yang terlatih membantu menjaga hidrasi, memantau infus, dan mengurangi risiko komplikasi, terutama untuk lansia atau pasien dengan keterbatasan bergerak.
Catatan: Segera cari pertolongan medis atau hubungi layanan dokter/perawat ke rumah bila diare disertai tanda dehidrasi berat seperti sangat lemas, tidak bisa bangun, mata cekung, bibir dan mulut sangat kering, buang air kecil sangat sedikit atau tidak ada, napas cepat, atau penurunan kesadaran.
Table of Contents
ToggleDiare
Diare dapat terjadi akibat adanya infeksi pada usus, alergi makanan kegagalan dalam penyerapan usus besar.
Sebagian besar diare yang menyerang orang dewasa disebabkan oleh bakteri E.Coli.
Bakteri atau kuman penyebab diare dapat menyebar melalui makanan, minuman yang terkontaminasi, kebersihan alat makan, serta kebersihan diri terutama pada tangan ketika makan.
Berikut ini merupakan gejala umum saat seseorang mengalami diare:
- Buang air besar lebih dari 4 kali dalam sehari;
- Demam;
- Sakit kepala;
- Tinja menjadi lebih encer.
Kondisi ini mengakibatkan tubuh menjadi lemas, bibir terlihat kering, kelopak mata terlihat cekung, gangguan pada ginjal, bahkan kematian.
Terkadang beberapa penderita diare, juga disertai gejala mual dan muntah.
Namun apabila penderita mengalami dehidrasi maka gejala yang ditunjukan seperti:
- Kepala terasa pusing;
- Rasa haus yang tidak kunjung reda;
- Jumlah urin yang keluar sedikit dan berwarna gelap;
- Mulut dan kulit terasa kering.
Segera cari atau hubungi tenaga medis Medi-Call untuk mendapat cairan infus diare pada orang dewasa.

Cairan Infus Diare Pada Orang Dewasa
Diare seringkali dianggap sepele dan diabaikan sampai akhirnya menjadi akut dan berbahaya bagi keselamatan penderitanya.
Karena pada saat diare tubuh penderita kehilangan banyak cairan dan elektrolit, kondisi ini dikenal dengan istilah dehidrasi.
Pada beberapa kasus, diare tidak memerlukan obat-obatan tertentu, hanya saja tubuh memerlukan asupan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
Teknik ini dikenal dengan rehidrasi yaitu mengganti cairan yang telah hilang akibat diare dengan memberikan cairan infus.
Infus memiliki banyak manfaat bagi tubuh ketika sakit salah satunya dapat mengganti cairan tubuh yang hilang pada penderita diare.
Pemberian cairan infus diare pada orang dewasa harus sesuai dengan anjuran dokter. Pada umumnya dokter akan menyarankan penderita diare akut untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kemudian dokter akan memantau kondisi pasien secara berkala dan memastikan tubuh pasien mendapatkan asupan cairan. Namun, kini pemberian cairan infus diare juga dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan layanan panggil dokter Medi-Call 24 jam.
Sehingga penderita diare tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Namun tetap mendapatkan perawatan. Selain dengan pemberian cairan infus diare pada orang dewasa, sebaiknya berikan juga larutan oralit secara oral. Pastikan penderita diare mendapatkan asupan makanan yang bergizi dan tetap perbanyak air putih.
Selain itu pemberian antibiotik atau obat-obatan pendukung lain harus sesuai diagnosa dokter. Pemberian obat-obatan dibutuhkan untuk penderita diare yang juga mengalami komplikasi penyakit lain.
Jenis Cairan Infus Diare Pada Orang Dewasa
Pemilihan cairan infus untuk diare menyesuaikan kondisi klinis, derajat dehidrasi, serta hasil pemeriksaan dokter. Secara umum, cairan kristaloid isotonik menjadi pilihan utama untuk resusitasi dan rehidrasi awal pada dehidrasi akibat diare.
1. Normal Saline (NaCl 0,9%)
NaCl 0,9% atau normal saline adalah cairan kristaloid isotonik yang paling sering digunakan untuk mengganti cairan yang hilang karena dehidrasi. Cairan ini mengandung natrium dan klorida dengan konsentrasi mendekati cairan ekstrasel tubuh, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan volume darah dan tekanan darah pada dehidrasi.
Pada pasien diare dewasa, NaCl 0,9% sering dipakai sebagai cairan awal untuk resusitasi, terutama bila ada tanda syok atau tekanan darah turun. Namun, penggunaan dalam jumlah besar perlu pengawasan karena risiko gangguan keseimbangan asam-basa dan natrium bila tidak disesuaikan dengan kondisi pasien.
2. Ringer Laktat (RL) atau Ringer Asetat (Asering)
Ringer Laktat dan Ringer Asetat merupakan cairan kristaloid seimbang yang komposisi elektrolitnya lebih mendekati plasma darah, mengandung natrium, klorida, kalium, kalsium, serta laktat atau asetat sebagai penyangga. Cairan ini banyak direkomendasikan untuk terapi dehidrasi akibat diare karena membantu koreksi kekurangan cairan sekaligus gangguan elektrolit lebih fisiologis.
Pada beberapa panduan, RL disebut sebagai cairan pilihan untuk dehidrasi akibat diare pada pasien dewasa, terutama bila disertai asidosis metabolik. Ringer Asetat (Asering) memiliki fungsi serupa dengan RL, dan kadang dipilih pada pasien dengan gangguan tertentu, tergantung pertimbangan dokter dan ketersediaan cairan.
3. Cairan kristaloid lain (misal: NaCl 0,45%)
Selain NaCl 0,9% dan RL/Asring, terdapat cairan kristaloid lain seperti NaCl 0,45% (saline hipotonik) atau kombinasi dengan glukosa, yang biasanya digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan atau kondisi khusus. Pada diare dengan dehidrasi berat, cairan hipotonik umumnya tidak menjadi pilihan utama untuk resusitasi awal, namun dapat dipakai sebagai cairan lanjutan setelah keadaan stabil sesuai instruksi dokter.
Penggunaan cairan yang mengandung glukosa, misalnya dextrose, lebih diarahkan untuk kebutuhan nutrisi atau risiko hipoglikemia, bukan sebagai cairan utama untuk resusitasi dehidrasi akibat diare. Karena itu, penentuan jenis cairan infus diare untuk orang dewasa sebaiknya selalu berdasar evaluasi dokter dan pemantauan ketat oleh tenaga kesehatan.
Fungsi Cairan Infus dan Risiko Jika Salah Penggunaan
Cairan infus tidak hanya berfungsi mengatasi haus, tetapi juga menjaga berbagai sistem tubuh tetap stabil. Salah pengaturan jenis atau kecepatan cairan dapat menyebabkan masalah seperti bengkak paru, gangguan jantung, atau gangguan elektrolit.
1. Rehidrasi (mengatasi dehidrasi)
Fungsi utama cairan infus pada diare adalah mengganti cairan tubuh yang hilang akibat frekuensi buang air besar dan muntah. Pada dehidrasi berat, cairan infus intravena membantu memulihkan volume sirkulasi dengan cepat, sehingga mencegah syok hipovolemik dan kerusakan organ.
2. Menggantikan elektrolit
Diare menyebabkan kehilangan natrium, kalium, dan bikarbonat, yang berperan dalam fungsi otot, jantung, dan keseimbangan asam-basa. Cairan seperti RL, Asring, atau NaCl 0,9% membantu mengembalikan elektrolit yang hilang agar irama jantung dan fungsi saraf tetap stabil.
3. Pemberian Nutrisi
Pada beberapa kasus diare berat, terutama bila pasien tidak bisa makan dan minum dalam waktu tertentu, cairan infus dapat dikombinasikan dengan nutrisi parenteral untuk menjaga kebutuhan kalori dan zat gizi tertentu. Keputusan pemberian nutrisi melalui infus biasanya diambil bila diperkirakan asupan oral akan terganggu dalam jangka waktu yang cukup lama dan kondisi pasien kompleks.
4. Sarana pemberian obat
Cairan infus juga berfungsi sebagai media untuk pemberian obat intravena, seperti antibiotik, obat anti-mual, atau obat penunjang lainnya sesuai indikasi. Pada pasien diare yang membutuhkan terapi obat melalui vena, akses infus memudahkan dokter mengatur dosis dan kecepatan obat.
5. Menstabilkan volume darah
Pada kondisi diare dengan penurunan tekanan darah, cairan infus membantu mempertahankan volume darah sehingga aliran ke organ penting tetap terjaga. Hal ini sangat penting pada pasien usia lanjut, penderita penyakit jantung, atau pasien dengan penyakit kronis lain yang mudah mengalami penurunan tekanan darah.
6. Mempertahankan akses vena
Selain untuk cairan dan obat, infus menjaga akses vena tetap terbuka sehingga tenaga medis dapat bertindak cepat bila terjadi perburukan. Pada pasien diare yang kondisinya fluktuatif, mempertahankan akses vena memberi ruang untuk tindakan darurat tanpa perlu mencari pembuluh darah lagi saat situasi kritis.
Catatan penting: Salah jenis cairan atau kecepatan infus yang terlalu cepat pada pasien dengan gangguan jantung atau ginjal dapat memicu sesak napas, bengkak, atau penurunan kesadaran. Kondisi ini harus segera dievaluasi oleh dokter.
Kapan Infus Harus Segera Diberikan, Agar Tidak Terlambat?
Penentuan kapan cairan infus perlu dipasang pada pasien diare harus melalui penilaian klinis oleh tenaga medis. Namun, keluarga pasien dapat mengenali beberapa tanda peringatan yang mengarah pada kebutuhan infus dan perawatan intensif, baik di rumah sakit maupun melalui layanan kesehatan di rumah.
1. Kondisi dehidrasi berat
Dehidrasi berat ditandai dengan rasa sangat haus, ekstremitas dingin, mata cekung, turgor kulit jelek, produksi urine sangat sedikit, tekanan darah menurun, hingga penurunan kesadaran. Pada kondisi ini, terapi cairan infus intravena menjadi bagian penting penanganan untuk mencegah syok dan kegagalan organ.
2. Pasien tidak sadar atau tidak bisa menelan
Bila pasien sangat lemas, mengantuk sulit dibangunkan, atau tidak mampu menelan cairan, pemberian rehidrasi oral menjadi tidak aman. Dalam situasi tersebut, cairan infus menjadi cara utama untuk memberikan cairan dan elektrolit.
3. Kebutuhan nutrisi cepat atau jangka panjang
Diare kronis atau diare pada pasien dengan penyakit berat dapat menyebabkan gangguan nutrisi bila asupan makan dan minum sangat berkurang. Pada kondisi tertentu, dokter akan menilai apakah pasien memerlukan terapi cairan dan nutrisi melalui infus dalam jangka waktu lebih lama.
4. Pemberian obat-obatan tertentu
Beberapa obat untuk menangani komplikasi diare, infeksi berat, atau penyakit penyerta hanya dapat diberikan melalui infus. Pada kondisi ini, pemasangan infus bukan hanya untuk cairan, tetapi juga sebagai jalur pemberian obat yang lebih efektif.
Dokter akan menentukan jenis cairan yang sesuai dengan obat yang diberikan, misalnya apakah menggunakan NaCl 0,9% atau RL sebagai pelarut. Pemantauan oleh perawat atau tenaga medis lain penting untuk memastikan tidak terjadi reaksi infus, infeksi di tempat pemasangan, atau masalah lain yang terkait.
5. Keadaan darurat medis dan operasi
Pada pasien diare dengan komplikasi berat seperti syok, perdarahan, sepsis, atau yang memerlukan tindakan operasi, cairan infus menjadi komponen utama resusitasi. Kristaloid isotonik seperti RL atau NaCl 0,9% digunakan untuk menstabilkan kondisi sebelum dan selama tindakan.
Keadaan darurat ini umumnya memerlukan perawatan di rumah sakit, ICU, atau ruang operasi, dengan pemantauan ketat oleh tim medis. Namun, layanan kesehatan di rumah tetap berperan dalam fase awal penilaian, stabilisasi ringan, dan pengaturan rujukan yang lebih terarah.
Butuh Bantuan Infus di Lokasi Anda?
Bila Anda merawat anggota keluarga dengan diare dan mulai muncul tanda dehidrasi, segera konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah cukup dengan cairan oral atau sudah memerlukan infus.
Layanan IV Drip Medi-Call dapat membantu pemasangan infus dasar, pemantauan tanda vital, edukasi keluarga mengenai tanda bahaya, dan koordinasi dengan dokter bila kondisi memburuk di rumah Anda.
Pesan layanan IV Drip Medi-Call sekarang melalui chat WhatsApp Customer Service 24 Jam. Tim medis kami siap datang ke lokasi Anda.

Disclaimer: Informasi di atas bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan. Jangan mengubah atau menghentikan pengobatan tanpa anjuran dokter. Bila keluhan memburuk, muncul tanda dehidrasi berat, sesak nafas, nyeri hebat, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- National Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health (UK). Fluid management [Internet]. www.ncbi.nlm.nih.gov. RCOG Press; 2019. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK63837/
- Cleveland Clinic. IV fluids (intravenous fluids): Types & uses [Internet]. Cleveland Clinic. 2021. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21635-iv-fluids
- Barr W, Smith A. Acute Diarrhea in Adults. American Family Physician [Internet]. 2014 Feb 1;89(3):180–9. Available from: https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2014/0201/p180.html
- Lopez J. IV Fluids for Diarrhea and Vomiting: Types, Benefits, and Safety Tips [Internet]. Wellspring-rh.com. 2025. Available from: https://www.wellspring-rh.com/iv-fluids-for-diarrhea-and-vomiting









