Diare pada Anak, Ini yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Share Artikel Ini

Diare pada anak sering dijadikan masalah biasa bagi para ibu, padahal penyakit ini merupakan masalah kesehatan utama yang paling banyak terjadi bahkan menempati peringkat kedua penyebab kematian di Indonesia.

Diare merupakan kondisi kotoran berubah dari bentuk padat menjadi cair dengan frekuensi lebih sering.

Penyakit diare umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri yang penularannya disebabkan lingkungan yang kotor.

Oleh sebab itu, penting menjaga kebersihan serta memperhatikan asupan makanan pada bayi.

Pencegahan terhadap diare harus ditingkatkan agar tidak meningkatkan kejadian diare pada anak.

Apa itu diare?

Diare merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit, gejala awal ditandai dengan perubahan bentuk kotoran dari padat menjadi cair diikuti perubahan warna dengan frekuensi lebih sering (lebih dari 3 kali dalam sehari).

Pada kasus yang lebih parah bahkan kotoran bercampur dengan darah.

Pada umumnya diare disebabkan oleh rotavirus yang mengakibatkan kerusakan pada jonjot usus sehingga kemampuan enzim laktase untuk mencerna laktosa berkurang yang menimbulkan kotoran berbau lebih asam dan berubah warna.

Diare pada si buah hati umumnya terjadi pada anak berusia 1 bulan hingga 4 tahun.

Diare disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Beberapa faktor penyebab diare pada anak antara lain :

  • Faktor kebersihan lingkungan area sekitar tempat tinggal;
  • Bayi dengan sistem imun rendah yang umumnya terjadi pada bayi prematur atau berat lahir rendah;
  • Kurangnya tingkat pengetahuan ibu terkait gizi dan kesehatan bayi;
  • Alergi terhadap kandungan makanan atau obat tertentu.

 

Pada umunya gejala bayi yang menderita diare dapat terdeteksi apabila frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari, perubahan warna kotoran.

Apabila gejala semakin parah seperti demam diatas 39 derajat, muntah dan lemas segera panggil dokter ke rumah untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Diare Pada Anak

Ada banyak cara mengatasi diare pada si kecil yang dapat dilakukan dari rumah, sebelum berkonsultasi dengan dokter atau perawat bayi.

Beberapa cara mengatasi diare pada anak, antara lain :

  • Bagi bayi dibawah usia 2 tahun yang sulit untuk diberikan asupan makanan, dapat diberikan ASI dengan frekuensi yang cukup sering agar cairan tubuh tetap terjaga untuk menghindari terjadinya dehidrasi.
  • Berikan makanan yang lembut dan mudah dicerna agar usus tidak harus bekerja ekstra untuk menghaluskan makanan. Makanan yang mudah dicerna antara lain nasi tim, bubur dan pisang.
  • Berikan cairan oralit apabila diperlukan. Larutan oralit dapat dibeli di apotek terdekat atau dengan membuat sendiri di rumah. Larutan oralit dapat dibuat dengan campuran air, garam dan gula. Pemberian larutan oralit diperlukan untuk menggantikan garam pada tubuh bayi yang hilang saat diare.
  • Berikan air putih untuk mengurangi rasa sakit perut dan menghilangkan gas dari perut bayi.
  • Hentikan pemberian susu formula pada bayi, kandungan gula pada susu formula dapat membuat diare menjadi lebih parah. Selain itu diare juga dapat disebabkan alergi terhadap susu sapi pada beberapa bayi.
  • Berikan yogurt tanpa pemanis dan pengawet buatan agar tinja menjadi lebih padat. Hal ini disebabkan yogurt mengandung bakteri Lactobacillus yang sangat baik untuk pencernaan.
  • Olesi bagian punggung bayi menggunakan bawang merah. Bawang merah merupakan bahan alami yang dipercaya mampu memberikan rasa hangat pada tubuh.
  • Hindari mengkonsumsi makanan berserat yang dapat membuat diare semakin parah. Sebaiknya konsumsi pisang untuk membuat tinja bayi menjadi lebih padat.

 

Meskipun penyakit diare pada anak sering dianggap biasa oleh orang tua, namun pada kenyataannya penyakit ini tidak bisa dianggap remeh.

Memperhatikan asupan gizi pada anak dan menjaga kebersihan lingkungan bisa mencegah terserang penyakit ini untuk si buah hati.

Namun, jika si kecil telah terserang diare, Anda bisa melakukan langkah-langkah di atas.

Jika diare pada anak Anda tidak kunjung pulih, segera berobat ke dokter terdekat.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.