Berikut cara merawat orang tua yang sudah lanjut usia di rumah agar aman dan nyaman, mulai dari pemahaman fisik dan emosional, penerapan rutinitas sehat, hingga pemanfaatan caregiver non-medis.
Bentuk kasih, sayang, dan tanggung jawab tertinggi dari seorang anak ke orang tuanya adalah merawat mereka di usia senja.
Ketika orang tua sudah memasuki fase lanjut usia, kebutuhan akan perhatian, kenyamanan, dan pendampingan makin meningkat, sehingga perawatan yang tepat di rumah menjadi kunci untuk menjaga kesehatan fisik dan emosional mereka.
Untuk itu, penting mengetahui cara merawat orang tua yang sudah lanjut usia di rumah. Jangan sampai tanggung jawab ini justru berubah menjadi beban bagi anggota keluarga karena kurangnya pemahaman, persiapan, dan dukungan yang memadai.
Table of Contents
ToggleCara Merawat Orang Tua yang Sudah Lanjut Usia di Rumah
Merawat lansia membutuhkan pendekatan menyeluruh. Tidak hanya fokus pada kondisi fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental, kenyamanan lingkungan, serta hubungan emosional antara lansia dan anggota keluarga lainnya.
Memahami Kebutuhan Fisik dan Emosional Lansia
Makin bertambah usia, makin menurun kondisi fisik dan psikologis seseorang. Jaul & Barron (2017) dalam studinya menyebutkan bahwa lansia rentan terhadap penyakit fisik dan masalah emosional, antara lain:
- Penurunan kemampuan gerak (mobility), pendengaran dan penglihatan;
- Penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh;
- Penurunan kekuatan tulang (osteoporosis);
- Penyakit fisik serius, seperti diabetes, stroke, kanker, dan saraf;
- Penyakit psikologis dan kognitif, seperti demensia, kehilangan rasa percaya diri, stres berlebih, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Langkah perawatan yang tepat adalah memahami kondisi kesehatan orang tua secara menyeluruh agar dapat memberikan bantuan yang tepat.
Pemeriksaan kondisi fisik secara rutin ke dokter penting dilakukan untuk memantau kesehatan, mendeteksi penyakit sejak dini, serta menyesuaikan pola perawatan yang diperlukan.
Namun, bukan hanya mengecek kebutuhan fisik secara rutin, pemenuhan akan kebutuhan emosional juga perlu menjadi fokus.
Banyak lansia merasa kesepian, tidak berguna, atau kehilangan peran dalam keluarga. Perubahan ini dapat memengaruhi kesehatan mental mereka.
Oleh karena itu, keluarga perlu menunjukkan empati, kesabaran, dan perhatian agar lansia tetap merasa dihargai dan dicintai.
Menciptakan Lingkungan Rumah yang Aman
Sering kali kita mendengar kasus lansia jatuh saat berjalan atau beraktivitas di rumah. Kondisi ini kerap terjadi karena kekuatan fisik yang tidak lagi optimal, keterbatasan gerak, serta penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran.
Oleh karena itu, lansia perlu ditopang dengan lingkungan rumah yang aman dan ramah.
Pastikan rumah memiliki pencahayaan yang cukup, lantai tidak licin, serta bebas dari barang-barang yang dapat menghalangi jalan.
Penataan rumah yang tepat dapat membantu mengurangi risiko jatuh dan memberikan rasa aman bagi lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Beberapa penyesuaian yang bisa dilakukan antara lain memasang pegangan di kamar mandi, menggunakan alas anti-slip, serta menyediakan kursi dengan sandaran yang nyaman.
Tempat tidur sebaiknya tidak terlalu tinggi agar mudah naik dan turun. Lingkungan yang aman akan mendorong kemandirian dan mengurangi risiko cedera.
Untuk memastikan perawatan berjalan aman dan tepat, Anda juga dapat memesan layanan perawat home care Medi-Call melalui Customer Service 24 jam. Perawat profesional Medi-Call siap membantu perawatan harian dan pemantauan kondisi pasien langsung di rumah.
Menjaga Kesehatan dan Rutinitas Harian
Jika pernah mendengar istilah successful aging, salah satu indikator utamanya adalah ketika lansia masih mampu menjalani rutinitas harian secara mandiri serta menjaga kesehatannya melalui aktivitas fisik yang sesuai.
Oleh karena itu, langkah perawatan selanjutnya adalah memastikan orang tua memiliki rutinitas harian yang sehat dan teratur.
Rutinitas seperti jadwal makan yang seimbang, waktu istirahat yang cukup, konsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta aktivitas olahraga ringan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.
Sebuah artikel dari Stanford Medicine News Center menyebutkan bahwa ada lima kebiasaan sehat untuk mencapai successful aging bagi lansia di atas umur 60an, 70an, bahkan lebih, meliputi:
- Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan untuk tetap mandiri;
- Melatih keseimbangan dan berjalan untuk mencegah jatuh;
- Mengoptimalkan nutrisi seiring bertambahnya usia;
- Menjaga ketajaman otak melalui kebiasaan kognitif dan sosial; dan
- Memprioritaskan perawatan preventif dan pemantauan kesehatan.
Kebiasaan-kebiasaan di atas tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga membantu lansia merasa lebih aktif, percaya diri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Memberikan Dukungan Emosional dan Sosial
Dukungan emosional adalah kunci utama dalam perawatan lansia. Luangkan waktu untuk mengobrol, mendengarkan cerita, atau sekadar menemani orang tua. Hal sederhana seperti berbincang tentang masa kecil, liburan bersama dulu, atau kegiatan favorit dapat memberikan kebahagiaan tersendiri.
Interaksi sosial juga sangat penting. Biarkan orang tua tetap berinteraksi dengan tetangga, teman sebaya, atau anggota keluarga lainnya.
Kegiatan sosial membantu mencegah rasa kesepian dan depresi. Para lansia yang merasa diperhatikan secara emosional cenderung memiliki kesehatan mental lebih baik.
Membangun Komunikasi dan Hubungan yang Baik
Karena kemampuan kognitif yang mulai menurun seiring bertambahnya usia, lansia sering kali membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami informasi atau mengekspresikan perasaan mereka.
Oleh karena itu, komunikasi yang sabar, jelas, dan penuh empati menjadi kunci dalam membangun hubungan yang baik antara lansia dan keluarga.
Gunakan bahasa yang sederhana, berbicara dengan nada tenang, serta berikan waktu bagi lansia untuk merespons. Hindari sikap terburu-buru, memotong pembicaraan, atau memerintah karena hal tersebut dapat membuat lansia merasa tidak dihargai.
Dengan komunikasi yang hangat dan saling menghormati, hubungan emosional dapat terjaga sehingga lansia merasa lebih aman, didengar, dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Selain itu, libatkan lansia dalam pengambilan keputusan sederhana, seperti memilih makanan atau aktivitas harian. Hal ini membuat mereka merasa tetap memiliki kendali atas hidupnya. Hubungan yang harmonis akan menciptakan suasana rumah yang lebih hangat dan mendukung proses perawatan.
Memanfaatkan Bantuan Profesional
Merawat lansia di rumah tidak harus dilakukan sendiri. Jika sibuk dan tidak memiliki banyak waktu, keluarga dapat memanfaatkan bantuan profesional. Namun, bantuan profesional di sini bukan mengarah ke dokter yang memberikan tindakan medis, tapi lebih mengarah kepada pendamping aktivitas harian lansia. Jenis layanan ini dikenal dengan sebutan caregiver.
Peran seorang caregiver bersifat non-medis. Itu artinya seorang caregiver tidak dapat memberikan suntikan atau perawatan medis khusus, melainkan hal-hal berikut.
- Membantu berpakaian;
- Mendampingi saat berjalan;
- Mengobrol dan mendengar keluh kesah;
- Menyiapkan makanan/minuman dan membantu lansia makan/minum;
- Meminumkan obat sesuai jadwal rutin;
- Mencatat perkembangan dan penurunan kondisi lansia;
- Membantu latihan gerak sederhana;
- Mendampingi saat beribadah; dan
- Mengingatkan waktu kontrol kesehatan rutin.
Keberadaan caregiver sangat membantu keluarga, terutama jika anggota keluarga memiliki keterbatasan waktu atau membutuhkan pendamping tambahan untuk lansia di rumah.
Kapan Perlu Bantuan Caregiver Profesional?
Merawat orang tua yang sudah lansia memang melelahkan dan membutuhkan banyak waktu. Anda perlu mempertimbangkan menyewa layanan caregiver profesional ketika mendapati kondisi sebagai berikut:
- Anggota keluarga tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi orang tua secara rutin;
- Orang tua membutuhkan bantuan intens dalam aktivitas harian seperti makan, mandi, berpakaian, atau berjalan;
- Orang tua sudah mulai sulit bergerak dan membutuhkan pengawasan ekstra untuk mencegah risiko jatuh;
- Orang tua sering merasa kesepian dan membutuhkan pendamping untuk berinteraksi dan berbincang;
- Orang tua sulit menjalani rutinitas harian secara mandiri meskipun tidak memerlukan perawatan medis;
- Seluruh anggota keluarga mulai merasa lelah atau kewalahan secara fisik dan emosional;
- Orang tua membutuhkan pendampingan selama jam tertentu di rumah saat keluarga tidak berada di tempat;
- Keluarga ingin memastikan orang tua tetap aman, nyaman, dan terpantau sepanjang hari;
- Orang tua memerlukan pendamping untuk aktivitas ringan seperti berjalan santai atau latihan fisik sederhana; dan
- Keluarga ingin menjaga kualitas hidup lansia tanpa harus memindahkan mereka ke panti atau fasilitas perawatan khusus.
Cara merawat orang tua yang sudah lanjut usia di rumah adalah sesuatu yang perlu dipelajari dan dipraktikkan.
Pahami dan penuhi kebutuhan fisik dan emosional orang tua dengan menciptakan lingkungan yang aman, menjaga rutinitas harian, serta memberikan dukungan psikologis yang cukup.
Jika diperlukan, memanfaatkan layanan caregiver sebagai pendamping non-medis juga dapat menjadi solusi untuk meringankan beban keluarga tanpa mengurangi kualitas perawatan.
Mulailah dengan mencari informasi lebih lengkap di Medi-Call untuk jenis layanan dan biaya caregiver yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda.
Melalui Customer Service Medi-Call yang siap melayani 24 jam, Anda bisa berkonsultasi tanpa biaya admin, memilih durasi layanan yang fleksibel sesuai kebutuhan harian hingga bulanan, serta menyesuaikan kriteria caregiver agar perawatan lebih tepat sasaran.
Untuk kemudahan pemesanan dan akses layanan yang lebih cepat, Anda juga dapat download aplikasi Medi-Call di App Store dan Google Play, sehingga seluruh proses perawatan dapat dikelola dengan lebih praktis dan transparan.

Disclaimer:
Artikel ini disusun untuk memberikan informasi dan edukasi secara umum. Konten yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis yang diberikan oleh tenaga medis. Jika Anda mengalami gejala yang dijelaskan atau memiliki masalah kesehatan khusus, kami menyarankan Anda untuk segera menghubungi tenaga medis profesional guna mendapatkan evaluasi dan saran yang tepat.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Jaul E, Barron J. Age-Related Diseases and Clinical and Public Health Implications for the 85 Years Old and over Population. Frontiers in Public Health [Internet]. 2017 Dec 11;5(335). Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5732407/
- Five healthy habits for successfully aging in our 60s and 70s — and beyond [Internet]. News Center. 2026. Available from: https://med.stanford.edu/news/insights/2026/01/healthy-habits-for-successful-aging-60s-and-70s.html
- National Institute on Aging. Healthy Aging Tips for the Older Adults in Your Life [Internet]. National Institute on Aging. 2022. Available from: https://www.nia.nih.gov/health/caregiving/healthy-aging-tips-older-adults-your-life
- Freeborn J. Longevity: Heavy resistance training may have long-term benefits for older adults [Internet]. Medicalnewstoday.com. Medical News Today; 2024. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/heavy-resistance-training-benefits-older-adults









