Penyebab kaki bengkak pada lansia bisa terjadi karena berbagai faktor. Ketahui penyebabnya dan pelajari cara perawatan yang efektif dari rumah.
Keluhan kaki bengkak pada lansia sering dialami tetapi kerap dianggap sepele. Jika tidak segera dicari penyebabnya, kondisi ini bisa berdampak pada kualitas hidup orang tua.
Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, kaki bengkak atau edema perifer juga bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti masalah ginjal, jantung, atau gangguan peredaran darah.
Itu sebabnya, penting bagi keluarga untuk mengetahui penyebab kaki bengkak pada lansia dan bagaimana cara merawatnya. Dengan penanganan yang tepat, Anda bisa membantu meredakan gejala yang dialami tanpa harus membawanya ke rumah sakit.
Untuk pendampingan yang lebih aman dan terpantau, Anda juga dapat memesan layanan perawat home care Medi-Call yang siap membantu merawat dan mendampingi lansia selama di rumah, mulai dari pemantauan kondisi, perawatan harian, hingga edukasi perawatan bagi keluarga.
Table of Contents
ToggleSering Dianggap Wajar, Kaki Bengkak pada Lansia Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kaki di usia lanjut. Berikut beberapa penyebab umum yang perlu Anda ketahui:
Retensi cairan
Retensi cairan atau penumpukan cairan di dalam tubuh sering kali mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada kaki. Penyebabnya beragam, bisa karena dehidrasi, konsumsi garam berlebih, sampai gangguan fungsi pada ginjal.
Orang tua dengan kondisi ginjal yang lemah, rentan mengalami hal ini karena ginjalnya gagal mengatur keseimbangan cairan. Akibatnya, terjadi penumpukan di kaki. Kondisi ini bahkan bisa lebih buruk pada lansia wanita yang mengalami perubahan hormon pasca menopause.
Gangguan sirkulasi darah
Ada berbagai jenis gangguan sirkulasi darah yang terjadi pada lansia, Salah satu yang umum adalah kerusakan katup vena kaki yang mengakibatkan cairan (plasma) darah menggenang dan memicu bengkak. Biasanya karena terlalu banyak duduk atau berdiri, terutama pada penderita obesitas.
Lansia yang memiliki varises juga kerap mengalami kaki bengkak. Ketika darah tidak dapat mengalir balik ke bagian bawah tubuh, tekanan darah meningkat sehingga cairan menumpuk di kaki.
Kondisi lainnya adalah cedera kaki akibat jatuh. Cedera dapat memicu terjadinya peradangan lokal sehingga sirkulasi darah terganggu dan terjadi pembengkakan.
Efek samping obat-obatan
Di usia senja, banyak lansia yang bergantung pada obat-obatan untuk mengelola berbagai kondisi medis. Beberapa jenis obat biasanya memiliki efek samping yang menyebabkan kaki bengkak.
Seperti misalnya obat diuretik dan penurun tekanan darah yang menyebabkan retensi cairan di kaki. Obat radang, steroid, atau antidepresan juga memiliki efek samping membuat pembuluh darah “bocor”. Akibatnya, cairan keluar dan menumpuk di jaringan kaki.
Penyakit lain penyebab kaki bengkak pada lansia
Selain penyebab yang disebutkan di atas, ada sejumlah penyakit yang juga kerap mengakibatkan pembengkakan pada kaki, tak terkecuali pada lansia. Di antaranya adalah diabetes, arthritis, dan beberapa jenis infeksi lainnya.
Diabetes dapat merusak pembuluh darah sehingga menyebabkan gangguan aliran darah ke kaki. Adapun artritis reumatoid memicu radang sendi kaki. Kondisi-kondisi ini hanya bisa diketahui dengan berkonsultasi pada dokter.
Gaya hidup dan aktivitas fisik
Kaki bengkak pada lansia sering kali bukan disebabkan oleh penyakit tunggal tetapi dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, pola aktivitas, serta kondisi tubuh yang memang sudah menua.
Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat membuat kaki menjadi bengkak.
- Terlalu lama duduk atau diam sehingga aliran darah ke jantung melambat.
- Kurangnya aktivitas fisik sehingga otot kaki melemah dan aliran darah tidak optimal.
- Pola makan tinggi garam yang membuat tubuh menahan cairan lebih banyak.
- Berdiri terlalu lama sehingga darah terkumpul di bagian bawah tubuh.
- Penggunaan alas kaki yang tidak tepat yang menyebabkan tekanan dan mengganggu sirkulasi darah.
Cara Merawat Kaki Bengkak pada Lansia di Rumah
Merawat kaki bengkak pada lansia di rumah bukan hanya soal bagaimana mengurangi pembengkakannya tetapi juga memastikan mereka mendapatkan perhatian medis yang tepat.
Berikut beberapa langkah perawatan yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu mengurangi pembengkakan dan membuat orang tua tetap merasa nyaman:
Penanganan Awal
Ketika mendapati lansia yang mengalami kaki bengkak, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:
- Posisikan kaki dengan benar
Angkat kaki yang bengkak secara perlahan ke permukaan yang lebih tinggi dari posisi jantung (sekitar 20-30 cm). Anda bisa menggunakan bantal atau kursi. Posisi ini membantu cairan yang terkumpul di kaki kembali ke bagian atas tubuh. Lakukan selama 20-30 menit.
- Kompres dengan es/air dingin
Kompres bagian yang bengkak menggunakan es yang dibungkus handuk atau kain lembut. Aplikasikan pada area yang bengkak selama 10-15 menit untuk meringankan peradangan awal.
- Lakukan pijatan lembut
Anda juga bisa melakukan pijatan lembut dengan gerakan dari bawah ke atas untuk merangsang sirkulasi darah dan membantu cairan bergerak keluar dari kaki. Namun, pastikan tidak memberi tekanan berlebih agar tidak menyebabkan rasa sakit.
Perawatan efektif sehari-hari.
Jika tidak ada kondisi medis yang serius, Anda bisa melanjutkan perawatan sehari-hari dengan membantu lansia:
- Mendapatkan istirahat yang cukup
Hindari mereka dari kegiatan berdiri atau duduk terlalu lama. Dalam kondisi istirahat, tekanan pada kaki akan berkurang dan tubuh dapat mengatur aliran darah secara lebih baik.
- Memastikan tubuhnya terhidrasi dengan baik
Menjaga asupan cairan penting untuk mendukung keseimbangan cairan tubuh. Pada sebagian kondisi, hidrasi yang baik dapat membantu tubuh mengatur distribusi cairan dengan lebih optimal.
- Mengatur pola makan
Kurangi konsumsi garam untuk meminimalkan penumpukan cairan pada tubuh. Agar gizi seimbang, berikan makanan tinggi kalium, seperti kentang, pisang, atau sayuran hijau.
- Memakaikan kaos kaki kompresi jika perlu
Jika pembengkakan terjadi karena gangguan sirkulasi darah, Anda bisa memakaikannya kaus kaki kompresi. Kaus kaki ini mampu memberikan tekanan yang lebih besar di bagian bawah kaki sehingga secara bertahap aliran darah meningkat dan mengurangi pembengkakan.
Pantau secara rutin
Pemantauan rutin penting dilakukan untuk mencegah komplikasi yang serius. Berikut langkah-langkah penting yang bisa dilakukan:
- Pantau ukuran dan perubahan bentuk kaki menggunakan pita pengukur lalu catat hasilnya. Pembengkakan yang tidak kunjung berkurang atau bahkan membesar bisa menunjukkan masalah kesehatan yang serius.
- Periksa tanda-tanda infeksi, terutama jika ada luka terbuka atau bekas cedera. Pemantauan secara teliti bisa mencegah infeksi makin parah.
- Selain bengkak, amati gejala lain yang muncul, seperti demam, sesak napas, nyeri dada, atau penurunan kesadaran.
Kapan Harus Menghubungi Tenaga Medis
Anda perlu mengetahui kapan kaki bengkak pada orang tua membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, yaitu jika:
- Bengkak tidak berkurang setelah beberapa hari Anda merawatnya di rumah
- Rasa sakit yang dirasakan makin parah, memerah, panas, atau terdapat luka terbuka yang mengeluarkan nanah.
- Muncul gejala penyerta seperti sesak napas, demam, sakit di bagian tubuh yang lain, atau bahkan kehilangan kesadaran.
Jika tanda-tanda tersebut muncul segera cari bantuan medis untuk memastikan apa penyebab kaki bengkak pada lansia dan bagaimana penanganannya lebih lanjut.
Untuk penanganan yang lebih mudah dan cepat, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan jasa perawat homecare profesional seperti yang tersedia di Medi-Call.
Perawat Home Care Dalam Perawatan Kaki Bengkak
Medi-Call menyediakan layanan perawat homecare terlatih yang dapat membantu mendampingi perawatan lansia secara langsung di rumah, termasuk dalam hal perawatan kaki bengkak.
Mulai dari pengawasan pembengkakan, penanganan luka, hingga saran terkait diet dan hidrasi untuk mengurangi retensi cairan Perawat yang bertugas juga akan memberikan edukasi kepada keluarga agar dapat lebih siap mengelola kondisi lansia setelah perawatan.
Pesan layanan Medi-Call melalui Customer Service 24 jam kapan pun Anda membutuhkan bantuan medis. Untuk kemudahan akses dan pemesanan yang lebih cepat, download aplikasi Medi-Call di App Store dan Google Play.
Disclaimer:
Artikel ini disusun untuk memberikan informasi dan edukasi secara umum. Konten yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis yang diberikan oleh tenaga medis. Jika Anda mengalami gejala yang dijelaskan atau memiliki masalah kesehatan khusus, kami menyarankan Anda untuk segera menghubungi tenaga medis profesional guna mendapatkan evaluasi dan saran yang tepat.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Page Not Found – Site Help – Mayo Clinic [Internet]. www.mayoclinic.org. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/edema/symptoms-causes/










