BAB hitam bisa disebabkan oleh makanan, obat, atau perdarahan saluran cerna. Kenali penyebab BAB hitam dan kapan perlu waspada.
Perubahan warna tinja sering kali dianggap sepele, padahal dalam beberapa kondisi bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Salah satu perubahan yang paling sering menimbulkan kekhawatiran adalah BAB hitam.
Kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetapi juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, memahami penyebab BAB hitam menjadi langkah penting agar kita dapat membedakan mana kondisi yang masih normal dan mana yang membutuhkan penanganan medis.
Dalam dunia medis, BAB hitam bisa berkaitan dengan perdarahan di saluran cerna, efek samping obat, hingga pengaruh makanan tertentu.
Jika keluhan ini muncul tanpa sebab yang jelas, berlangsung lebih dari satu kali, atau disertai gejala lain seperti nyeri perut dan tubuh terasa lemas, kami menyarankan untuk segera konsultasi dokter jika BAB hitam agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini dan risiko komplikasi dapat dicegah.

Table of Contents
ToggleApa Itu BAB Hitam (Melena)?
BAB hitam adalah kondisi ketika feses berubah warna menjadi hitam pekat, lengket, dan sering kali berbau lebih menyengat dari biasanya.
Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai melena. Melena terjadi ketika terdapat darah yang telah tercerna di dalam saluran pencernaan, sehingga warna darah berubah menjadi hitam saat dikeluarkan bersama tinja.
Secara medis, melena sering dikaitkan dengan feses hitam tanda pendarahan saluran cerna, terutama pada bagian atas seperti kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari.
Darah yang bercampur dengan asam lambung akan mengalami proses oksidasi sehingga menghasilkan warna hitam.
Meski demikian, tidak semua BAB hitam selalu disebabkan oleh perdarahan. Dalam beberapa kasus, perubahan warna feses dapat dipicu oleh faktor non-medis yang relatif aman.
Memahami perbedaan ini penting agar kita tidak langsung panik, tetapi juga tidak mengabaikan kondisi yang seharusnya diperiksakan.
Penyebab BAB Hitam
Ada berbagai penyebab BAB hitam yang dapat terjadi pada seseorang. Penyebab ini dapat dibedakan menjadi kondisi medis serius dan kondisi ringan yang bersifat sementara.
1. Perdarahan Saluran Pencernaan Atas
Perdarahan saluran cerna bagian atas merupakan penyebab paling serius dari BAB hitam. Kondisi ini termasuk dalam penyebab melena pada orang dewasa dan sering kali membutuhkan penanganan medis segera. Beberapa kondisi yang dapat memicu perdarahan ini antara lain:
- Tukak lambung atau tukak duodenum
- Radang lambung (gastritis kronis)
- Varises esofagus akibat gangguan hati
- Tumor atau kanker pada saluran pencernaan
Pada kondisi ini, penyebab BAB hitam biasanya disertai gejala lain seperti nyeri ulu hati, rasa terbakar di dada, tubuh terasa sangat lemas, pusing, hingga muntah darah. Jika tidak ditangani, perdarahan dapat menyebabkan anemia dan komplikasi yang lebih serius.
2. Konsumsi Obat Tertentu
Selain perdarahan, penggunaan obat tertentu juga dapat menyebabkan perubahan warna tinja menjadi hitam. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu dikenali agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Beberapa obat yang dapat memicu BAB hitam antara lain:
- Suplemen zat besi
- Obat maag yang mengandung bismuth
- Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) jika digunakan dalam jangka panjang
Pada suplemen zat besi dan obat yang mengandung bismuth, perubahan warna tinja terjadi akibat reaksi zat aktif obat di saluran pencernaan dan umumnya tidak berbahaya.
Namun, pada penggunaan NSAID jangka panjang, BAB hitam dapat menjadi tanda perdarahan lambung atau usus akibat iritasi dan perlukaan pada dinding saluran cerna. Kondisi ini bersifat serius dan memerlukan pemeriksaan medis segera.
Oleh karena itu, jika BAB hitam muncul saat mengkonsumsi NSAID, terutama disertai nyeri ulu hati, lemas, mual, atau pusing, segera konsultasikan ke dokter.
3. Makanan dan Minuman Tertentu
Asupan makanan juga dapat mempengaruhi warna tinja. Beberapa jenis makanan dengan warna gelap dapat menyebabkan feses tampak hitam, seperti:
- Arang aktif
- Licorice hitam
- Blueberry atau makanan berwarna gelap dalam jumlah besar
BAB hitam akibat makanan umumnya bersifat sementara dan tidak disertai keluhan lain. Meski demikian, penting untuk tetap memperhatikan apakah perubahan warna tersebut berkaitan dengan pola makan atau muncul tanpa sebab yang jelas.
4. Pasca Tindakan Medis
Pada beberapa orang, BAB hitam dapat muncul setelah menjalani prosedur medis tertentu, seperti endoskopi atau operasi pada saluran cerna. Kondisi ini dapat terjadi akibat iritasi atau perdarahan ringan yang bersifat sementara.
Selama tidak disertai gejala berat dan berlangsung singkat, kondisi ini biasanya tidak berbahaya, namun tetap perlu dipantau.
Kapan BAB Hitam Perlu Diwaspadai?
Tidak semua BAB hitam menandakan kondisi darurat. Namun, penyebab BAB hitam perlu diwaspadai jika disertai dengan gejala berikut:
- Nyeri perut hebat atau nyeri ulu hati yang tidak kunjung membaik
- Tubuh terasa lemas, pusing, atau hampir pingsan
- Muntah darah atau muntah berwarna gelap
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- BAB hitam terjadi berulang atau berlangsung dalam waktu lama
Kombinasi gejala tersebut dapat mengarah pada feses hitam tanda pendarahan saluran cerna yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan segera oleh tenaga medis.
Cara Mengatasi BAB Hitam
Penanganan BAB hitam sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, identifikasi penyebab BAB hitam menjadi langkah utama sebelum menentukan terapi yang tepat.
1. Konsultasi ke Dokter
Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan sumber masalah. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes darah untuk melihat kadar hemoglobin, pemeriksaan feses, hingga endoskopi untuk mengetahui apakah terdapat perdarahan atau gangguan pada saluran cerna.
2. Pengobatan Medis
Jika BAB hitam disebabkan oleh gangguan medis tertentu, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai kondisi, seperti:
- Obat penurun asam lambung (PPI atau H2 blocker)
- Antibiotik jika ditemukan infeksi Helicobacter pylori
- Penyesuaian dosis atau penghentian obat yang menjadi pemicu
Pada kasus yang lebih berat, tindakan lanjutan seperti endoskopi terapeutik atau operasi mungkin diperlukan untuk menghentikan perdarahan.
3. Perubahan Pola Makan dan Gaya Hidup
Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam pemulihan dan pencegahan kekambuhan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menghindari konsumsi alkohol dan rokok
- Membatasi makanan pedas, asam, dan berlemak
- Makan secara teratur dengan porsi seimbang
- Mengelola stres agar tidak memperburuk kondisi lambung
Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko iritasi saluran cerna yang menjadi salah satu penyebab BAB hitam.
4. Pantau Konsumsi Obat dan Suplemen
Jika perubahan warna tinja terjadi setelah mengonsumsi obat atau suplemen tertentu, sebaiknya tidak menghentikan konsumsi secara mandiri.
Konsultasikan dengan dokter agar dapat dipastikan apakah kondisi tersebut masih aman atau perlu penyesuaian terapi. Dengan pemantauan yang tepat, penyebab BAB hitam dapat dikenali lebih dini.
BAB Hitam Tak Kunjung Membaik? Konsultasi Sekarang!
BAB hitam merupakan kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makanan dan obat hingga gangguan medis serius seperti perdarahan saluran cerna.
Karena itu, penting bagi kita untuk tidak mengabaikan perubahan warna tinja yang terjadi, terutama jika berlangsung berulang atau disertai keluhan lain.
Dengan memahami penyebab dan tanda bahayanya, kita dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Jika masih ragu atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut, kami menyarankan memanfaatkan layanan chat dokter online untuk keluhan BAB hitam agar mendapatkan arahan medis yang sesuai dengan kondisi Anda.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Anda juga dapat memanggil dokter ke rumah melalui layanan Medi-Call yang tersedia 24 jam melalui customer service. Unduh aplikasi Medi-Call di Play Store dan App Store untuk akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan cepat.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi kesehatan. Informasi yang disampaikan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, saran, atau perawatan medis profesional. Setiap individu dapat memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, selalu konsultasikan keluhan Anda langsung dengan dokter atau tenaga medis berkompeten.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Iwama I, Yoshida M, Hara T, Nambu R. Causes of Melena and Effective Examination Strategies in Children. Frontiers in Pediatrics [Internet]. 2021 Dec 8;9:780356. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8692886/
- Watson S. What Causes Black, Tarry Stools? [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/digestive-disorders/black-tarry-stool-reasons
- Black or tarry stools: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2014. Available from: https://medlineplus.gov/ency/article/003130.htm
- Cleveland Clinic . Melena (Black Stool): What It Means and When To Worry [Internet]. Cleveland Clinic. 2023. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/25058-melena









