Kenapa Rambut Sering Rontok? Penyebab dan Tanda Bahaya

Kenapa rambut sering rontok dan kapan perlu waspada? Kenali penyebab rambut rontok berlebihan, ciri tidak normal, dan cara mengatasinya.

Rambut rontok merupakan keluhan yang cukup sering kami temui dalam praktik kesehatan sehari-hari. Banyak orang merasa khawatir saat melihat rambut mulai menipis, mudah lepas saat disisir, atau jumlah rambut di lantai kamar mandi makin banyak.

Pada kondisi tertentu, kerontokan rambut memang masih tergolong normal. Namun, bila terjadi terus-menerus, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Lalu, kenapa rambut sering rontok dan apa yang membedakannya dengan kerontokan alami? Untuk mengetahui jawabannya secara tepat, penting memahami penyebab serta cara penanganannya.

Jika ragu, Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis melalui layanan medis terpercaya agar mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Email Blast Layanan Dokter Review GMB Medi-Call

Rambut Rontok, Normal atau Tidak?

Setiap orang secara alami dapat kehilangan sekitar 50–100 helai rambut per hari. Hal ini berkaitan dengan siklus pertumbuhan rambut yang normal, yang terbagi menjadi tiga fase utama, yaitu:

  • Anagen (fase pertumbuhan): Pada fase ini, rambut tumbuh secara aktif selama 2 hingga 7 tahun. 
  • Catagen (fase transisi): Rambut berhenti tumbuh dan folikel mulai menyusut.
  • Telogen (fase istirahat dan rontok): Rambut akan rontok untuk kemudian digantikan rambut baru.

Kerontokan rambut patut dicurigai sebagai tidak normal bila muncul ciri-ciri rambut rontok tidak normal, seperti:

  • Jumlah rambut rontok jauh lebih banyak dari biasanya
  • Rambut menipis secara merata atau pada area tertentu
  • Rambut rontok terus-menerus tanpa pertumbuhan rambut baru

Kenapa Rambut Sering Rontok Terjadi?

Pertanyaan mengenai kenapa rambut sering rontok sering muncul karena kondisi ini memang dapat dipicu oleh banyak faktor. Berikut beberapa penyebab yang paling umum.

1. Stres dan Tekanan Psikologis

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan tubuh, termasuk kesehatan rambut. Saat mengalami stres berat, folikel rambut bisa lebih cepat memasuki fase telogen, kondisi yang dikenal sebagai telogen effluvium.

Beberapa pemicu stres antara lain:

  • Beban pekerjaan berlebih
  • Masalah emosional
  • Kurang tidur
  • Perubahan besar dalam hidup

Kerontokan rambut akibat stres biasanya muncul beberapa bulan setelah pemicunya terjadi.

2. Perubahan Hormon

Ketidakseimbangan hormon merupakan salah satu penyebab rambut rontok berlebihan, terutama pada wanita. Kondisi yang sering berkaitan dengan perubahan hormon meliputi:

  • Kehamilan dan masa setelah melahirkan
  • Menopause
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Gangguan kelenjar tiroid

Pada pria, hormon DHT juga berperan dalam kerontokan rambut berpola.

3. Kekurangan Nutrisi

Rambut membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tetap kuat dan sehat. Kekurangan nutrisi tertentu dapat menjawab pertanyaan kenapa rambut sering rontok, seperti:

  • Zat besi
  • Protein
  • Zinc
  • Vitamin D
  • Vitamin B kompleks

Pola makan tidak seimbang atau diet ekstrem sering menjadi pemicu masalah ini.

Baca juga:  Menu Makanan Sehat untuk Lansia, Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

4. Kesalahan dalam Perawatan Rambut

Perawatan rambut yang kurang tepat dapat melemahkan batang dan akar rambut. Beberapa kebiasaan yang perlu dihindari meliputi:

  • Terlalu sering keramas
  • Menggunakan produk yang tidak sesuai jenis rambut
  • Pemakaian alat panas berlebihan
  • Pewarnaan rambut berulang
  • Mengikat rambut terlalu kencang

Kondisi ini dapat membuat rambut mudah patah dan rontok.

5. Faktor Keturunan

Faktor genetik juga berperan besar dalam kerontokan rambut. Bila ada riwayat rambut menipis atau kebotakan dalam keluarga, risiko mengalami kondisi serupa akan meningkat. Pada kasus ini, memahami kenapa rambut sering rontok membantu menentukan langkah pencegahan yang tepat.

6. Penyakit dan Efek Samping Obat

Beberapa kondisi medis dapat memicu kerontokan rambut, seperti:

Selain itu, penggunaan obat tertentu juga dapat menyebabkan rambut rontok sebagai efek samping.

Cara Mengatasi Rambut Rontok

1. Mengelola Stres dengan Baik

Mengurangi stres dapat membantu menormalkan siklus pertumbuhan rambut. Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:

  • Olahraga ringan
  • Meditasi atau yoga
  • Tidur cukup
  • Mengatur waktu istirahat

2. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Asupan nutrisi seimbang berperan penting dalam menjaga kekuatan akar dan batang rambut, sekaligus membantu mengatasi penyebab rambut rontok berlebihan.

Rambut membutuhkan protein sebagai komponen utama pembentuk keratin, serta vitamin dan mineral untuk mendukung siklus pertumbuhannya.

Beberapa nutrisi yang penting untuk kesehatan rambut antara lain protein, zat besi, zinc, vitamin D, serta vitamin B kompleks. Kekurangan salah satu nutrisi tersebut dapat membuat rambut lebih mudah rapuh dan rontok.

Oleh karena itu, kami menyarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan. 

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan suplemen bila asupan nutrisi dari makanan belum mencukupi.

3. Menggunakan Produk Perawatan yang Tepat

Pemilihan produk perawatan rambut yang sesuai dengan jenis rambut dan kondisi kulit kepala dapat membantu mengurangi kerontokan.

Gunakan sampo dan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk rambut rontok atau rambut sensitif, serta hindari produk dengan kandungan kimia keras yang berisiko mengiritasi kulit kepala.

Saat keramas, lakukan pijatan ringan pada kulit kepala untuk membantu melancarkan sirkulasi darah. Hindari menggosok rambut terlalu kuat karena dapat melemahkan batang rambut dan memperparah kerontokan.

4. Membatasi Styling Berlebihan

Penggunaan alat styling dengan panas tinggi, seperti catokan dan hair dryer, dapat merusak struktur rambut jika dilakukan terlalu sering. Paparan panas berlebih membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya sehingga menjadi kering dan mudah patah.

Jika perlu menggunakan alat styling, sebaiknya atur suhu pada tingkat rendah hingga sedang menggunakan pelindung panas. Memberi jeda pada rambut untuk beristirahat dari styling juga dapat membantu menjaga kekuatannya.

5. Pijat Kulit Kepala Secara Rutin

Pijat kulit kepala secara rutin dapat membantu meningkatkan aliran darah ke folikel rambut. Aliran darah yang baik berperan dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut.

Pijatan dapat dilakukan dengan ujung jari secara lembut selama beberapa menit. Penggunaan minyak alami, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun, dapat membantu melembapkan kulit kepala dan memberikan efek relaksasi.

6. Konsultasi dengan Tenaga Medis

Apabila kerontokan rambut tidak membaik meskipun sudah melakukan perawatan mandiri, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan.

Dokter dapat membantu menilai apakah kerontokan disebabkan oleh faktor hormonal, kekurangan nutrisi, atau kondisi medis tertentu.

Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat memberikan rekomendasi perawatan atau terapi sesuai penyebab yang mendasarinya, sehingga penanganan menjadi lebih efektif dan terarah.

Kapan Harus Waspada?

Segera cari bantuan medis jika:

  • Rambut rontok terjadi secara tiba-tiba dan berlebihan
  • Rambut menipis hingga kulit kepala terlihat jelas
  • Disertai gatal, nyeri, atau luka
  • Kerontokan muncul setelah sakit berat atau konsumsi obat tertentu

Rambut Rontok Tak Kunjung Membaik? Konsultasi Sekarang!

Kerontokan rambut bisa terjadi pada siapa saja, tetapi memahami kenapa rambut sering rontok membantu menentukan langkah penanganan yang tepat. Penyebabnya beragam, mulai dari stres, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu.

Bila keluhan berlanjut, jangan ragu untuk tanya dokter mengenai rambut rontok melalui layanan medis terpercaya di Medicall. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, kesehatan rambut dapat kembali terjaga.

Untuk kemudahan layanan, Anda dapat menghubungi customer service Medi-Call 24 jam dan memesan layanan sesuai kebutuhan. Unduh aplikasi Medi-Call di Play Store dan App Store untuk akses layanan kesehatan yang praktis dan terpercaya.

Dokter Pekerja Medi-Call

Catatan Medis: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau pengobatan dari dokter. Setiap kondisi rambut rontok dapat berbeda pada tiap individu. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • Mayo Clinic. Hair loss – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2019. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926
  • Hair Loss: Causes, Treatments and Prevention Options [Internet]. Cleveland Clinic. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21753-hair-loss
  • Schaefer A. Why Is My Hair Falling Out? [Internet]. Healthline. Healthline Media; 2018. Available from: https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/why-is-my-hair-falling-out
  • Phillips TG, Slomiany WP, Allison R. Hair Loss: Common Causes and Treatment. American Family Physician [Internet]. 2017 Sep 15;96(6):371–8. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28925637/

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives