Rewel Bisa Disebabkan Bayi Dehidrasi, Kenali Gejala Lainnya

Bayi dehidrasi salah satu tandanya adalah dengan menangis. Ketahui lebih lanjut mengenai gelaja-gelaja dehidrasi pada bayi.

Di saat pancaroba seperti ini, curah hujan bisa saja turun ketika cuaca sedang panas-panasnya.

Biasanya, beberapa orang terlena dengan ademnya suhu pada saat itu sehingga tidak bisa mengantisipasi perubahan cuaca yang muncul beberapa jam setelah hujan turun.

Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya dehidrasi karena kurangnya cairan dalam tubuh.

Gejala-gejala yang patut dikhawatirkan adalah muntah, diare, demam, atau berkeringan berlebih.

Kelompok yang paling berisiko untuk mengalami masalah ini adalah para lansia, pengidap penyakit kronis, anak-anak dan bayi.

Bahaya yang ditimbulkan oleh bayi dehidrasi ini pun tidak main-main, karena kelompok tersebut memiliki imunitas yang rentan dan mudah collapse jika terdapat gangguan dalam tubuhnya.

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memantau seberapa banyaknya cairan yang hilang dan mempertahankan asupan cairan yang normal.

Untuk penanganan kasus yang berat, dibutuhkan perawatan medis dari dokter.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Gejala bayi dehidrasi ringan - sedang

Rasa kelelahan, mulut kering, kulit kering, susah buang air besar dan juga sakit kepala.

Gejala bayi dehidrasi berat

Mulut dan kulit kering, mata cekung, berkeringat dalam jumlah sedikit padahal cuaca sedang panas-panasnya, sedikit buang air kecil, detak jantung yang cepat, nafas terengah-engah, demam, rendahnya tekanan darah, bahkan hingga tidak sadarkan diri (collapsed).

Gejala bayi dehidrasi

Untuk kelompok ini, gejala dehidrasi sering tidak disadari oleh para orangtua karena hanya tampak seperti bayi rewel pada umumnya.

Jika tidak segera ditangani, buah hati yang anda kira hanya rewel biasa bisa mengalami bayi dehidrasi berat.

Jika sudah sampai di tahap ini, si kecil akan menunjukkan kemarahannya, mudah mengantuk, kulit dan bibir kering, kondisi mata yang cekung, kondisi kepala ubun-ubun cekung, kulitnya berubah menjadi gelap dan tidak elastis lagi.

Selain itu, ketika menangis, bayi dehidrasi tidak terlihat mengeluarkan tetesan air mata.

Jika sudah semakin parah, si kecil akan menunjukkan tanda-tanda demam dan urinnya terlihat keruh dan berwarna kuning gelap.

Baca juga:  Pijat Bayi yang Benar dan Aman untuk Si Buah Hati

Kapan Anda Harus Memeriksakan Bayi Anda ke Dokter?

Sebagai orangtua, pastilah Anda akan sangat khawatir jika si kecil tidak ceria lagi, terutama jika mengalami dehidrasi.

Biasanya bagi para bayi, kondisi tersebut sudah mulai mengkhawatirkan jika mengalami frekuensi Buang Air Besar (BAB) lebih sering dari biasanya dengan atau tanpa muntah, meningkatnya suhu tubuh, demam di atas 37.5oC, bayi terlihat lemas dan tidak aktif.

Jika gejala-gejalanya tidak berkurang walaupun sudah melakukan penanganan sendiri, seperti mengompres tubuh bayi atau memberikan asupan ASI lebih sering, Anda harus membawa bayi anda ke dokter.

Hal ini penting  untuk mengetahui inti masalah serta mendapatkan bantuan medis.

Sebelum terlambat, segera download aplikasi Medi-Call untuk Android atau untuk iOS untuk memesan dokter terdekat Anda yang dapat melayani kebutuhan medis keluarga sehingga bayi dehidrasi pun bisa mendapat pertolongan medis yang lebih cepat.

 

Sumber:

http://mediskus.com/penyakit/tanda-tanda-dehidrasi

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Arsip