Demam Tinggi Bisa Berbahaya! Ketahui Batas Suhu Normal

Demam tinggi bisa berbahaya jika melewati batas tertentu. Kenali suhu normal, tanda bahaya, dan kapan harus cari bantuan medis.

Demam tinggi memang bisa berbahaya, terutama ketika suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih. Dalam kondisi tertentu, suhu yang sangat tinggi bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kejang demam, dehidrasi berat, hingga gangguan kesadaran. 

Menurut data World Health Organization (WHO), infeksi yang sering disertai demam tinggi, seperti pneumonia, malaria, dan demam berdarah, masih menjadi penyebab jutaan kematian setiap tahun di dunia. 

Karena itu, penting untuk mengetahui bahwa suhu tubuh normal manusia umumnya berada pada kisaran 36,5–37,5°C. Sementara itu, demam tinggi biasanya didefinisikan ketika suhu mencapai ≥39°C. 

Memahami batas suhu demam membantu seseorang menentukan kapan kondisi ini masih bisa dipantau di rumah dan kapan perlu segera mencari pertolongan medis.

Berapa Suhu Tubuh yang Masih Normal?

Suhu tubuh manusia tidak selalu sama sepanjang hari. Suhu dapat berubah tergantung aktivitas, waktu pengukuran, serta metode yang digunakan untuk mengukur suhu.

Menurut Mayo Clinic (2023), batas suhu normal dapat berbeda antara orang dewasa dan anak.

Suhu normal orang dewasa

Pada orang dewasa, suhu tubuh normal biasanya berada di antara 36,1–37,2°C. Suhu tubuh dapat sedikit meningkat pada malam hari atau setelah aktivitas fisik.

Demam pada orang dewasa biasanya mulai dianggap signifikan ketika suhu mencapai 38°C atau lebih.

Suhu normal anak

Pada anak-anak, suhu tubuh normal mereka cenderung sedikit lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, yaitu di kisaran sekitar 36,5–37,5°C.

Anak-anak juga lebih rentan mengalami demam karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan dan masih belajar mengenali berbagai infeksi.

Karena kondisi ini, orang tua perlu memahami, anak demam kapan dibawa ke dokter agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.  

Perbedaan hasil termometer

Hasil pengukuran suhu tubuh dapat berbeda tergantung pada metode dan lokasi pengukuran. 

  • Mulut (oral)
    Anda bisa menempatkan termometer di bawah lidah. Metode ini cukup akurat dan sering digunakan pada orang dewasa serta anak yang sudah cukup besar.
  • Ketiak (aksila)
    Tempatkan Termometer di lipatan ketiak. Cara ini paling mudah dan aman, tetapi biasanya menghasilkan suhu sekitar 0,3–0,5°C lebih rendah dibandingkan metode oral.
  • Telinga (timpani)
    Termometer inframerah digunakan untuk mengukur suhu di dalam telinga. Metode ini cepat dan cukup akurat jika dilakukan dengan posisi yang benar.
  • Rektal (melalui anus)
    Cara pemakaiannya adalah dengan memasukkan termometer secara perlahan ke dalam rektum. Metode ini dianggap paling akurat, terutama pada bayi dan anak kecil.

Tabel batas suhu tubuh

Untuk memahami batas suhu normal dan demam, beberapa lembaga kesehatan menggunakan kisaran suhu tubuh sebagai acuan medis. Tabel berikut merangkum rentang suhu normal dan demam pada dewasa dan anak berdasarkan panduan MedlinePlus dan NHS Fife.

Baca juga:  Beberapa Olahraga yang Dilarang untuk Penyakit Jantung
KelompokKategoriRentang suhu (°C)Keterangan singkat
DewasaNormal36,1 – 37,2Rentang normal umum pada orang dewasa .medlineplus
Demam≥ 38,0Umumnya menandakan infeksi/penyakit.medlineplus
AnakNormal (±)± 36,6Rata-rata suhu normal anak sekitar 36,6°C.nhsfife
Demam≥ 38,0Anak dianggap demam jika suhu ≥ 38°C. nhsfife

Kapan Demam Disebut Tinggi dan Berbahaya?

Tidak semua demam berbahaya. Namun, demam tinggi perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat menandakan infeksi serius.

Secara umum, demam dapat dibagi menjadi beberapa tingkat berdasarkan suhu tubuh.

Demam ringan (37,5–38°C)

Demam ringan sering terjadi pada infeksi virus ringan seperti selesma atau common cold (sering disebut flu dalam bahasa sehari-hari, bukan influenza). Pada tahap ini, tubuh biasanya masih mampu melawan infeksi dengan baik. Anak masih dapat beraktivitas meskipun merasa tidak nyaman.

Demam sedang (38–39°C)

Demam pada rentang ini menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan infeksi dengan lebih aktif. Beberapa orang mungkin mulai merasakan gejala seperti menggigil, sakit kepala, atau kelelahan.

Anda tetap perlu memantau demam sedang, terutama jika berlangsung lebih dari beberapa hari.

Demam tinggi (≥39°C)

Ketika suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih, kondisi ini sudah termasuk demam tinggi. Pada suhu ini, risiko komplikasi dapat meningkat, terutama pada anak kecil dan lansia.

Beberapa orang mungkin mengalami gejala tambahan seperti lemas, menggigil hebat, atau sakit tubuh.

Di atas 40°C apakah darurat?

Ya. Suhu tubuh di atas 40°C termasuk kondisi yang memerlukan perhatian medis segera.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), suhu tubuh yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kejang, gangguan kesadaran, atau dehidrasi berat.

Karena itu, penting untuk mengenali tanda bahaya demam agar tidak menunda penanganan.

Tanda Bahaya Demam yang Tidak Boleh Diabaikan

Dalam praktik medis sehari-hari, banyak dokter menemukan bahwa sebagian besar kasus demam memang dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus ringan.

Namun, pengalaman klinis dokter Medi-Call saat menangani pasien demam, seringnya dokter melakukan penilaian secara lebih menyeluruh, tidak hanya berdasarkan suhu tubuh. 

Dokter juga mengevaluasi gejala lain yang muncul, lamanya demam berlangsung, serta kondisi umum pasien sebelum menentukan langkah penanganan yang tepat

Berikut beberapa tanda bahaya demam yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjuti:

  • Demam lebih dari 3 hari
    Demam ini dapat menandakan adanya infeksi yang lebih serius, terutama jika suhu tubuh tetap tinggi.
  • Demam tidak turun setelah obat
    Jika obat penurun demam tidak membantu menurunkan suhu tubuh, kondisi ini sebaiknya segera diperiksa oleh tenaga medis.
  • Sesak napas
    Sesak napas dapat menjadi tanda infeksi pada paru-paru, seperti pneumonia.
  • Kejang
    Pada anak, demam tinggi dapat memicu kejang demam. Meskipun sering tidak berbahaya, kondisi ini tetap memerlukan evaluasi dokter.
  • Dehidrasi
    Demam dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Tanda dehidrasi meliputi mulut kering, jarang buang air kecil, dan tubuh terasa sangat lemas.
  • Penurunan kesadaran
    Jika penderita tampak bingung, sulit dibangunkan, atau kehilangan kesadaran, kondisi ini termasuk tanda darurat medis.
Baca juga:  5 Tips Puasa untuk Penderita Maag Selama Bulan Ramadan

Banyak orang menunda pemeriksaan karena tidak ingin pergi ke rumah sakit. Namun, jika tanda bahaya demam muncul, penanganan yang terlambat dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Penyebab Umum Demam Tinggi

Demam tinggi biasanya terjadi karena tubuh sedang melawan infeksi atau peradangan. Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:

  • Infeksi virus

Infeksi virus merupakan penyebab demam yang paling sering. Contohnya adalah flu, COVID-19, atau infeksi saluran pernapasan.

  • Infeksi bakteri

Beberapa infeksi bakteri dapat menyebabkan demam tinggi yang memerlukan pengobatan antibiotik, seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih.

  • Demam berdarah

Demam berdarah dengue sering ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.

  • Tifus

Tifus atau demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan biasanya disertai demam yang berlangsung lama.

  • Radang berat

Peradangan pada organ tubuh, seperti radang paru-paru atau radang usus, juga dapat menyebabkan demam tinggi.

Kapan Tetap Harus ke Dokter Meski Tidak Ingin ke Rumah Sakit?

Bagi Anda yang sering menunda pemeriksaan karena merasa demam masih bisa ditahan atau enggan pergi ke rumah sakit, Anda harus mencari bantuan medis apabila ada beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan khusus, seperti:

  • Demam lebih dari 39°C yang tidak turun
  • Demam disertai ruam atau mimisan
  • Bayi di bawah 3 bulan mengalami demam
  • Penderita memiliki penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung

Dalam situasi ini, menunda pemeriksaan bisa memperparah kondisi penyakit yang mendasarinya.

Jika sulit datang ke fasilitas kesehatan, konsultasi dengan dokter atau layanan medis di rumah dari Medi-Call dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan pemeriksaan awal.

Demam Tinggi Bisa Berbahaya! Ketahui Batas Suhu Normal
Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah

Kesimpulan: Demam Tinggi Berbahaya atau Tidak? 

Demam tidak selalu berbahaya karena merupakan respons alami tubuh saat melawan infeksi. Namun, demam tinggi, terutama ketika suhu tubuh mencapai sekitar 39°C atau lebih, tidak boleh diabaikan, karena dapat menjadi tanda adanya infeksi atau kondisi medis yang lebih serius.

Mengetahui batas suhu demam membantu menentukan apakah kondisi tersebut masih dapat dipantau di rumah atau sudah memerlukan pemeriksaan medis.

Selain suhu tubuh yang tinggi, munculnya tanda bahaya demam seperti kejang, penurunan kesadaran, atau gejala lain yang tidak biasa juga menjadi sinyal bahwa seseorang sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius.

Disclaimer: 

Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan secara umum dan tidak menggantikan diagnosis atau saran medis dari tenaga kesehatan profesional. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis yang kompeten.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives