Depresi pada lansia bukan bagian normal dari penuaan. Kenali gejala depresi pada orang tua serta cara mengatasinya untuk menjaga kesehatan mental lansia.
Depresi pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan mental lansia yang masih sering terabaikan. Banyak keluarga menganggap perubahan emosi pada usia lanjut sebagai hal yang wajar karena faktor usia, padahal kondisi ini bukan bagian normal dari proses menua.
Jika tidak dikenali sejak dini, depresi dapat berdampak pada kesehatan fisik, kemandirian, hingga keselamatan lansia.
Sebagai penyedia layanan kesehatan yang berfokus pada perawatan berkelanjutan, metodenya lengkap, mulai dari edukasi keluarga hingga pendampingan perawat home care untuk lansia memegang peranan penting dalam membantu lansia menjalani hari dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian depresi pada lansia, faktor penyebab, gejala yang perlu diwaspadai, dampak yang dapat ditimbulkan, serta cara mengatasinya melalui metode medis dan non-medis.
Table of Contents
ToggleApa Itu Depresi pada Lansia?
Depresi pada lansia adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, serta penurunan fungsi sosial maupun fisik pada individu usia lanjut, umumnya di atas 60 tahun.Â
Kondisi ini dapat muncul sebagai gangguan baru di usia tua atau kelanjutan dari depresi yang pernah dialami sebelumnya. Berbeda dengan rasa sedih sesaat, depresi bersifat menetap, berlangsung lebih dari dua minggu, dan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas harian.Â
Pada orang tua, kondisi ini kerap tersamarkan oleh keluhan fisik, seperti nyeri atau kelelahan, sehingga sering tidak terdeteksi sebagai masalah kesehatan mental.
Mengapa Kondisi Ini Rentan Terjadi di Usia Lanjut?
Seiring bertambahnya usia, seseorang menghadapi banyak perubahan signifikan dalam hidup. Perubahan tersebut dapat memicu stres emosional dan meningkatkan kerentanan terhadap gangguan suasana hati.
Lansia sering mengalami kehilangan pasangan hidup, penurunan kondisi kesehatan, keterbatasan mobilitas, hingga perubahan peran sosial setelah pensiun.
Selain itu, banyak orang tua cenderung tidak mengekspresikan perasaan secara terbuka. Mereka memilih memendam kesedihan karena merasa tidak ingin merepotkan keluarga atau menganggap perasaan tersebut sebagai konsekuensi alami dari usia lanjut.
Penyebab Depresi pada Lansia
Depresi pada lansia umumnya disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain:
1. Faktor Biologis
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan biologis yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, antara lain:
- Perubahan keseimbangan zat kimia di otak, seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin, yang berperan dalam mengatur suasana hati, emosi, dan motivasi.
- Penyakit kronis atau degeneratif, seperti diabetes, stroke, Parkinson, penyakit jantung, dan kanker, yang tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik tetapi juga menimbulkan stres psikologis berkepanjangan.
- Efek samping obat-obatan tertentu, termasuk obat tekanan darah, obat tidur, obat nyeri jangka panjang, atau obat penyakit kronis, yang dapat memicu perubahan suasana hati, kelelahan, dan gangguan tidur.
Kondisi fisik yang menurun dan keluhan kesehatan yang terus berulang sering kali membuat lansia merasa tidak berdaya dan kehilangan kendali atas tubuhnya.
2. Faktor Psikologis
Dari sisi psikologis, lansia menghadapi banyak perubahan emosional yang signifikan, seperti:
- Kehilangan pasangan hidup, keluarga, atau teman dekat, yang dapat memicu rasa duka mendalam dan kesepian berkepanjangan.
- Trauma atau pengalaman emosional masa lalu yang kembali muncul di usia lanjut, terutama ketika lansia memiliki lebih banyak waktu untuk merenung.
- Perasaan tidak berdaya, rendah diri, atau merasa menjadi beban, akibat menurunnya kemampuan fisik, ketergantungan pada orang lain, atau perubahan peran dalam keluarga.
Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan emosional ini dapat berkembang menjadi depresi yang menetap.
3. Faktor Sosial
Faktor sosial juga berperan besar dalam meningkatkan risiko depresi, di antaranya:
- Kesepian dan isolasi sosial, terutama pada lansia yang tinggal sendiri atau jarang berinteraksi dengan keluarga.
- Berkurangnya aktivitas dan interaksi setelah pensiun, yang menyebabkan hilangnya rutinitas, tujuan hidup, dan rasa produktif.
- Minimnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar, baik dari keluarga maupun masyarakat, sehingga lansia merasa tidak diperhatikan atau tidak dihargai.
Lingkungan sosial yang kurang mendukung dapat memperparah kondisi emosional dan mempercepat munculnya gejala depresi.
Gejala Depresi pada Orang Tua yang Perlu Diwaspadai
Gejala depresi pada lansia seringkali berbeda dengan kelompok usia yang lebih muda. Orang tua cenderung lebih banyak mengeluhkan keluhan fisik dibandingkan perasaan sedih. Berikut beberapa gejala depresi pada orang tua yang perlu diperhatikan:
1. Gejala Emosional
- Perasaan sedih, hampa, atau putus asa yang berlangsung lama
- Mudah tersinggung, cemas, atau merasa gelisah
- Kehilangan minat dan kesenangan terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai
2. Gejala Fisik
- Gangguan tidur, seperti sulit tidur atau tidur berlebihan
- Perubahan nafsu makan dan berat badan
- Mudah lelah dan kekurangan energi
- Keluhan nyeri tanpa penyebab medis yang jelas
3. Gejala Kognitif dan Perilaku
- Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan
- Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
- Penurunan perhatian terhadap kebersihan dan perawatan diri
- Munculnya pikiran tentang kematian
Apabila gejala-gejala ini berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Dampak Depresi pada Kehidupan Lansia
Depresi yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak serius, antara lain:
- Penurunan kualitas hidup, karena lansia kehilangan motivasi dan semangat menjalani hari
- Memperburuk kondisi medis, akibat menurunnya kepatuhan terhadap pengobatan dan perawatan kesehatan
- Gangguan fungsi kognitif, seperti penurunan daya ingat yang menyerupai demensia
- Peningkatan risiko bunuh diri, terutama pada lansia yang hidup sendiri atau minim dukungan sosial
Oleh karena itu, depresi pada lansia tidak boleh dianggap sebagai kondisi sepele dan memerlukan perhatian khusus.
Cara Mengatasi Depresi pada Lansia
Penanganan depresi pada lansia sebaiknya dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan metode medis, psikologis, dan dukungan sosial.
1. Penanganan Medis
Dokter atau psikiater dapat memberikan:
- Obat antidepresan yang disesuaikan dengan kondisi fisik lansia
- Evaluasi obat lain yang berpotensi memicu atau memperburuk gejala
- Penanganan penyakit fisik yang menjadi faktor pencetus
Penggunaan obat harus selalu berada di bawah pengawasan tenaga medis.
2. Psikoterapi
Psikoterapi terbukti efektif membantu lansia mengelola perasaan dan pola pikir negatif, seperti:
- Terapi kognitif perilaku untuk membentuk pola pikir yang lebih adaptif
- Terapi interpersonal yang berfokus pada hubungan sosial
- Konseling individu atau kelompok untuk memberikan ruang berbagi
3. Dukungan Keluarga
Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan. Dukungan dapat diberikan dengan:
- Mendengarkan keluhan lansia tanpa menghakimi
- Mengajak beraktivitas bersama sesuai kemampuan
- Memberikan rasa dihargai dan dilibatkan dalam keputusan sehari-hari
4. Aktivitas Sosial dan Fisik
Aktivitas rutin dapat membantu memperbaiki suasana hati, seperti:
- Mengikuti kegiatan komunitas lansia
- Melakukan olahraga ringan secara teratur
- Menjalankan hobi yang disukai
Interaksi sosial yang sehat membantu mengurangi rasa kesepian.
5. Penerapan Gaya Hidup Sehat
Beberapa kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan mental, antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Menjaga pola tidur yang teratur
- Mendapatkan paparan sinar matahari pagi
- Menghindari rokok dan alkohol
Peran Lingkungan dalam Menjaga Kesehatan Mental Lansia
Selain keluarga dan tenaga kesehatan, lingkungan sekitar juga berperan dalam menjaga kesehatan mental lansia. Lingkungan yang ramah, inklusif, dan minim stigma akan membantu lansia merasa diterima, aman, dan tetap memiliki peran sosial yang bermakna.
Dukung Kesehatan Mental Lansia!
Depresi pada lansia adalah kondisi serius yang bukan bagian normal dari proses penuaan. Gejalanya sering tidak disadari karena menyerupai keluhan fisik atau dianggap sebagai perubahan wajar akibat usia. Deteksi dini, dukungan keluarga, serta metode medis dan psikososial yang tepat menjadi kunci utama penanganannya.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, termasuk dukungan tenaga kesehatan dan layanan perawat home care berpengalaman dari Medi-call, lansia dapat menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik dan bermakna.
Bila diperlukan, dukungan tambahan seperti layanan Perawat Home Care Medi-Call siap membantu memantau kondisi lansia dan mendampingi perawatan harian langsung di rumah. Pesan layanan Home Care Medi-Call melalui Customer Service 24 Jam dan Download aplikasi Medi-Call di Play Store & App Store
Disclaimer Medis: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun penanganan medis langsung. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala depresi, segera konsultasikan dengan dokter, psikiater, atau tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- National Institute on Aging. Depression and older adults [Internet]. National Institute on Aging. 2025. Available from: https://www.nia.nih.gov/health/mental-and-emotional-health/depression-and-older-adults
- Healthdirect Australia. Depression in older people [Internet]. Health Direct. 2021. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/depression-in-older-people
- World Health Organization. Mental health of older adults [Internet]. World Health Organization. 2023. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-of-older-adults
- Bruce D. Depression in Older Adults. WebMD [Internet]. 2022 Sep 4; Available from: https://www.webmd.com/depression/depression-elderly
- Devita M, De Salvo R, Ravelli A, De Rui M, Coin A, Sergi G, et al. Recognizing depression in the elderly: Practical guidance and challenges for clinical management. Neuropsychiatric Disease and Treatment [Internet]. 2022 Dec;18(1):2867–80. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9741828/










