luka tetanus, penyebab luka tetanus, tetanus

Luka Tetanus: Waspadai Penyakitnya dan Cegah dengan Vaksin Tetanus

Share Artikel Ini

Luka tetanus menjadi penyakit yang bisa menyebabkan kematian karena merusak susunan saraf pusat. Nyatanya penyakit ini bisa dicegah juga lho.

Tetanus merupakan kondisi terganggunya aliran darah dan sistem getah bening akibat masuknya bakteri yang berada pada paku berkarat, tanah, debu maupun kotoran hewan dan binatang melalui luka pada tubuh.

Gejala penyakit tetanus antara lain kejang-kejang, perlu Anda waspadai apabila gejala tersebut dialami oleh Anda atau orang terdekat.

Oleh sebab itu penting mengetahui bahaya luka tetanus dan pengobatannya, karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian terutama di negara berkembang. Meskipun penyakit ini berbahaya namun dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. 

Luka Tetanus

Luka yang terkontaminasi secara langsung dengan tanah, debu, benda yang tercemar debu maupun kotoran yang mengandung bakteri Cloastridium tetani akan menjadi infeksi akut yang mengakibatkan masalah neuromoskuler (susunan saraf pusat).

Bakteri ini akan mengeluarkan protein yang mampu merusak neurotoksin (sistem saraf tubuh). Infeksi akut yang disebabkan luka ini dikenal dengan luka tetanus.

Berbagai macam jenis luka mulai dari ukuran besar maupun kecil baik yang terlihat maupun tersembunyi dapat menjadi pemicu luka tetanus. Jenis luka yang dapat menjadi pemicu masuknya bakteri c, antara lain :

  • Luka bakar,
  • Luka tusuk,
  • Luka robek,
  • Fraktur terbuka,
  • Luka tali pusat,
  • Luka terkontaminasi.

 

Gejala Luka Tetanus

Gejala luka tetanus pada umumnya akan muncul setelah dengan rentang waktu 3 – 21 hari setelah terjadi infeksi tergantung pada ketahanan tubuh setiap orang. Gejala yang ditampilkan antara lain :

  • Kejang-kejang tanpa penurunan kesadaran diri. Kejang ini dapat menyebar ke otot perut, lengan atas dan paha. Kejang semakin parah selama 3 hari pertama. Pada rentang waktu 5 – 7 hari kejang akan stabil dan mengalami penurunan pada hari ke-10. Kejang akan berangsur menghilang secara perlahan hingga waktu 14 hari.
  • Kesukaran membuka mulut maupun menelan makanan akibat nyeri pada tulang rahang dan mulut.
  • Kesulitan bernapas hingga membuat sesak napas.
  • Kekakuan otot sehingga menimbulkan nyeri leher maupun punggung.

 

Apabila tidak segera diobati, luka tetanus dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain seperti gagal jantung dan pneumonia.

Pemeriksaan luka tetanus dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik menggunakan uji spatula, pemeriksaan fisik berdasarkan gejala yang ditampilkan dan riwayat luka serta tes laboratorium.

Pengobatan Luka Tetanus

Meskipun hingga saat ini belum ada pengobatan untuk penyakit tetanus. Pengobatan yang dapat dilakukan oleh para dokter umum 24 jam saat pasien terinfeksi luka tetanus adalah dengan menghilangkan sumber toksin, meredakan gejala yang ditimbulkan serta mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit lain. Beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Perawatan luka yang higienis
    Perawatan luka dapat dilakukan dengan suntikan antibiotik disekitar luka, kemudian selang 1 – 2 jam bersihkan area luka, irigasi luka, eksisi jaringan nekrotik, membuang benda asing yang menempel pada luka.
  • Pemberian antibiotik
    Pemberian antibiotik pada penderita tetanus bertujuan untuk membasmi bentuk vegetatif dari bakteri Cloastridium tetani.
  • Pemberian antitoksin dan tetanus toksoid
    Pemberian antitoksin dan tetanus toksoid bertujuan untuk mengusir toksin yang menyebabkan tetanus.
  • Konsumsi makanan cukup protein dan kalori
    Pemberian makanan kepada pasien tetanus yang mengalami kesulitan menelan dapat dilakukan dengan personde atau parenteral.
  • Isolasi pasien tetanus
    Isolasi pasien tetanus bertujuan untuk menghindari pasien dari suara maupun rangsangan luar.
  • Pemberian oksigen
    Pada beberapa pasien luka tetanus mengalami kesulitan bernapas, sehingga diperlukan pemberian pernapasan buatan.

 

Pada umumnya luka tetanus terjadi akibat perawatan luka yang kurang higienis dan menyerang pada orang yang belum mendapatkan suntik vaksin tetanus.

Terdapat 2 jenis imunisasi tetanus yaitu aktif dan pasif yang dapat diberikan dengan rentang waktu 10 tahun. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suntik tetanus.

No Comments

Post A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Call Center Medi-Call