Simak Berikut Cara Penanganan Hipotermia di Gunung

Bagikan artikel ini

Penanganan hipotermia di gunung dilakukan untuk menaikan atau menyeimbangkan kembali suhu dalam tubuh.

Kegiatan mendaki gunung merupakan aktivitas yang memerlukan persiapan dari mulai fisik hingga perlengkapan secara matang.

Medan berat serta cuaca yang tidak tentu akibat berada di alam bebas menjadi alasan utamanya.

Gunung merupakan tempat yang tinggi dengan suhu dingin dan dataran tinggi serta berbahaya.

Mendaki bukan hanya sekedar hobi akan tetapi menjadi sarana olahraga karena menggerakan seluruh tubuh seperti otot kaki, tulang punggung dan lainnya.

Akan tetapi, mendaki juga memiliki resiko tinggi seperti hipotermia.

Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh sulit untuk menghasilkan suhu panas akibat berada pada ruangan atau tempat bersuhu dingin dalam jangka waktu yang lama.

Keadaan tersebut membuat suhu tubuh menurun hingga dibawah 36ºC padahal normalnya adalah 37ºC.

Serangan hipotermia biasa ditemui saat mendaki gunung atau bencana alam seperti banjir melanda.

Penanganan hipotermia di gunung harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Jika tidak, hipotermia dapat merusak sistem tubuh bahkan mengancam nyawa seseorang jika terlambat mendapatkan penanganan medis seperti dokter.

Dalam keadaan darurat ada salah satu metode yang dapat digunakan untuk menaikan kembali suhu tubuh dari hipotermia di gunung yaitu menggunakan sleeping bag.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Tipe Hipotermia

Terdapat 3 tingkat saat seseorang terserang hipotermia dan memiliki gejala yang berbeda, antara lain:

  • Hipotermia Ringan

Keadaan tubuh pada suhu 32 – 35ºC merupakan hipotermia ringan dengan gejala kesulitan untuk berbicara, tubuh mulai menggigil dan produksi air urine semakin tinggi.

Kondisi tubuh masih berusaha untuk memproduksi suhu panas.

  • Hipotermia Sedang (32 – 28ºC)

Dengan suhu berkisar 32 – 28 ºC kondisi tubuh semakin memburuk akibat kesulitan memproduksi suhu panas.

Adapun gejala yang ditimbulkan akibat hipotermia sedang adalah tubuh mulai berhenti menggigil, denyut nadi mulai melemah, nafas mulai dangkal dan refleks tubuh dirasa melambat.

Baca juga:  Waspadai Gejala Awal Hipotermia dan Cara Menanganinya

  • Hipotermia Berat (Dibawah 28ºC)

Ini merupakan tingkat hipotermia terparah yaitu berada di bawah 28ºC dimana fungsi tubuh mulai berhenti berfungsi dan membahayakan nyawa seseorang.

Gejala yang ditimbulkan saat terserang hipotermia berat adalah koma dan detak jantung berhenti.

Pada tingkat inilah penanganan hipotermia di gunung harus secepatnya dilakukan.

Pada tingkat yang parah hipotermia dapat menyebabkan kematian, selain itu menimbulkan luka fisik akibat suhu dingin yang ekstrim.

Penanganan Hipotermia di Gunung

Apabila muncul gejala penurunan suhu tubuh, segera lakukan langkah-langkah berikut ini untuk penanganan hipotermia tingkat ringan:

  • Jangan biarkan seseorang yang terkena hipotermia berdiam diri di luar ruangan, tubuh harus terus bergerak.
  • Pindahkan seseorang yang terserang hipotermia ke ruangan seperti tenda atau gua agar terhindar dari angin.
  • Lakukan pemeriksaan kesadaran dengan menepuk pundak atau menyentuh wajahnya serta periksa jalan pernapasannya.
  • Berikan selimut, baju tebal, sleeping bag atau apapun yang dapat melindungi dari angin dingin, langkah penanganan hipotermia di gunung ini bertujuan untuk menaikan suhu tubuh.
  • Berikan minuman hangat untuk menghangatkan suhu di dalam tubuh.
  • Selanjutnya cari bantuan dari tenaga medis agar mendapatkan penanganan lebih lanjut, satu-satunya cara adalah menuruni gunung atau mendatangi pos terdekat.
medi-chat, medi-call, medicall, konsultasi dokter, dokter konsultasi, konsultasi dengan dokter
Medi-Chat: Gratis Tanya Dokter Di Aplikasi Medi-Call

Untuk mencegah hipotermia, pakailah pakaian yang tebal dan melindungi tubuh dari angin dingin.

Setelah mendapatkan penanganan atau pertolongan pertama, segera lakukan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut dengan dokter.

Atau dapatkan layanan dokter langsung di lokasi Anda melalui aplikasi dan call center Medi-Call 24 jam.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog
DMCA.com Protection Status