Muntah Terus Menerus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketahui penyebab umum muntah terus menerus, mulai dari gangguan lambung hingga penyakit serius. Simak juga cara mengatasinya dengan tepat.

Muntah terus menerus dapat terjadi karena infeksi saluran cerna, keracunan makanan, gangguan lambung, efek samping obat, migrain, kehamilan, hingga kondisi yang lebih serius seperti gastroparesis atau sumbatan usus. 

Jika berlangsung berulang, muntah dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, lemas, dan menurunkan kemampuan makan maupun minum. Karena itu, penyebab muntah terus menerus perlu dikenali sejak awal agar penanganannya tidak terlambat. 

Muntah sendiri adalah respons tubuh untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut. Menurut Mayo Clinic (2023), pada orang dewasa, kondisi ini perlu diwaspadai bila berlangsung berulang atau disertai tanda bahaya, seperti nyeri perut hebat, adanya darah pada muntahan, kebingungan, demam tinggi, hingga hilangnya kemampuan penderita menahan cairan. 

Apa yang Dimaksud dengan Muntah Terus Menerus?

Muntah terus menerus adalah muntah yang terjadi berulang dalam waktu singkat atau berlangsung lama sehingga mengganggu asupan cairan dan makanan. 

Keluhan ini biasanya didahului rasa mual, perut tidak nyaman, keringat dingin, atau sensasi ingin muntah berulang. 

Pada sebagian orang, muntah dapat berhenti sendiri. Namun, pada sebagian lain, muntah bisa menjadi tanda gangguan yang membutuhkan evaluasi dokter. 

Secara klinis, muntah bukan penyakit, melainkan gejala. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya berfokus pada menghentikan muntah, tetapi juga mencari penyebab yang mendasarinya. Ulasan singkatnya dapat dilihat pada halaman Nausea and Vomiting.

Penyebab Umum Muntah Berkepanjangan pada Orang Dewasa

Berikut adalah beberapa penyebab muntah terus menerus yang paling sering ditemukan pada orang dewasa:

1. Gastroenteritis atau infeksi saluran cerna

Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan usus yang umumnya memicu muntah dan diare. Infeksi virus seperti norovirus termasuk penyebab yang sering menimbulkan muntah mendadak, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. 

2. Keracunan makanan

Keracunan makanan dapat memicu muntah berulang, sakit perut, diare, dan kadang demam. Gejala ini sering muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. 

3. Iritasi lambung dan gangguan pencernaan

Gangguan pada lambung atau saluran cerna dapat menyebabkan mual dan muntah, terutama jika lambung sedang mengalami iritasi atau pencernaan terganggu. Muntah yang terjadi setelah makan, disertai rasa penuh, kembung, atau heartburn (rasa panas di dada), perlu mendapatkan penilaian lebih lanjut. 

Baca juga:  Penularan Rabies dari Manusia ke Manusia, Apakah Bisa Terjadi dan Berbahaya?

4. Efek samping obat, alkohol, atau zat tertentu

Beberapa obat dan zat tertentu diketahui dapat memicu mual dan muntah. Karena itu, saat mengevaluasi keluhan, dokter biasanya juga menanyakan apakah ada obat, alkohol, atau zat tertentu yang dikonsumsi sebelumnya. 

5. Migrain, mabuk perjalanan, atau nyeri berat

Muntah tidak selalu berasal dari gangguan lambung. Pada beberapa orang, migrain, mabuk perjalanan, atau nyeri berat juga dapat menimbulkan mual dan muntah berulang. 

6. Kehamilan

Pada wanita usia subur, mual dan muntah juga dapat berkaitan dengan kehamilan, terutama pada trimester awal. Bila muntah sangat berat hingga sulit makan dan minum, Ibu hamil perlu memeriksa kondisinya agar tidak terjadi dehidrasi. 

7. Gastroparesis

Gastroparesis adalah kondisi saat pengosongan lambung melambat. Gejalanya dapat berupa cepat kenyang, perut terasa penuh lebih lama setelah makan, mual, muntah, kembung, dan nyeri perut bagian atas. 

Diabetes termasuk penyebab yang paling sering dikaitkan dengan gastroparesis. 

8. Sumbatan usus atau kondisi serius lain

Muntah yang berbau tinja, muntah empedu berwarna hijau-kuning, perut sangat kembung, atau nyeri perut hebat dapat menjadi tanda gangguan serius seperti sumbatan usus. Kondisi seperti ini tidak boleh ditunda penanganannya. 

Apa Bahaya Jika Muntah Terus Menerus Tidak Segera Ditangani?

Bahaya utama dari muntah terus menerus adalah dehidrasi. Ketika cairan dan elektrolit hilang berulang kali, tubuh bisa menjadi sangat lemas, mulut terasa kering, urine berkurang, pusing, dan pada kasus lebih berat dapat memerlukan cairan infus. 

Dalam penanganan pasien di rumah, dokter Medi-Call kerap menjumpai pasien yang awalnya mengira keluhannya hanya gangguan lambung biasa, padahal setelah ditelusuri lebih lanjut, asupan cairannya sudah sangat berkurang sejak beberapa jam sebelumnya.

Selain dehidrasi, muntah yang berulang dapat menyebabkan penurunan berat badan, kurang gizi, dan memperburuk penyakit yang mendasarinya. 

Kondisi ini cenderung menjadi lebih berat bila pasien sudah sulit makan, enggan minum karena takut muntah lagi, atau memiliki penyakit penyerta yang membuat kondisi tubuh lebih cepat menurun.

Risiko ini lebih besar bila keluhannya berlangsung lama atau pasien sama sekali tidak mampu mempertahankan asupan cairan. 

Pertolongan Pertama Mengatasi Muntah Terus Menerus di Rumah Sebelum ke Dokter

Sebelum ke dokter, pertolongan pertama mengatasi muntah terus menerus yang bisa dilakukan di rumah adalah fokus pada pencegahan dehidrasi, termasuk di antaranya memberikan waktu pada lambung untuk pulih. 

Langkah awal yang aman dan bisa dilakukan adalah memberikan minum sedikit demi sedikit tetapi sering serta menghindari makanan berlemak dan paparan bau yang memicu mual. Saat mulai mereda Anda bisa mulai memberikan makanan yang cenderung tawar. 

Cara mengatasi muntah terus menerus secara alami di rumah

Cara mengatasi muntah terus menerus secara alami di rumah sebaiknya dibatasi pada kondisi yang masih ringan. 

Beberapa pilihan minuman dan makanan yang umumnya lebih mudah diterima tubuh untuk meringankan rasa mual adalah air putih, oralit, kuah bening, roti panggang, nasi, biskuit tawar, kentang, atau pisang. 

Baca juga:  Cari Tahu Perbedaan Asam Urat dan Rematik Yuk!

Setelah makan atau minum, posisikanlah tubuh untuk duduk tegak. Posisi Ini lebih dianjurkan daripada langsung berbaring. Rekomendasi umum ini sejalan dengan informasi di MedlinePlus

Perlu dipahami bahwa cara alami ini hanya membantu meredakan gejala. Bila muntah terus berlangsung, penyebab dasarnya tetap harus dicari. 

Hal ini penting diperhatikan karena muntah bisa menjadi gejala infeksi, gangguan lambung, atau kondisi serius lain yang tidak cukup diatasi dengan perawatan rumahan. 

Kapan harus segera ke UGD untuk muntah terus menerus?

Segera ke UGD bila muntah disertai darah, nyeri perut hebat, demam tinggi, leher kaku, penglihatan kabur, bingung, muntah berbau tinja, atau terjadi perdarahan dari dubur. Kondisi ini termasuk tanda bahaya yang memerlukan penilaian segera. 

Dalam praktik layanan home visit, dokter Medi-Call juga kerap menjumpai pasien dengan muntah berat yang setelah dinilai lebih lanjut ternyata terdapat tanda dehidrasi sedang hingga berat sehingga membutuhkan rujukan segera ke fasilitas gawat darurat.

Pemeriksaan segera juga diperlukan bila orang dewasa tidak bisa minum apapun selama 24 jam, muntah lebih dari dua hari, sangat haus tetapi urine berkurang, atau terjadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. 

Pengalaman klinis ini menunjukkan bahwa muntah yang tampak sederhana tetap perlu diwaspadai, terutama ketika frekuensinya meningkat, kondisi tubuh cepat melemah, atau disertai gejala lain yang mengarah pada kondisi medis yang lebih serius.

Kesimpulan: Kenali Penyebab Muntah Terus Menerus Sejak Awal agar Tidak Berujung Gawat Darurat

Muntah terus menerus tidak boleh dianggap sepele, terutama bila membuat tubuh tidak mampu mempertahankan cairan. Penyebabnya bisa ringan seperti gastroenteritis atau infeksi saluran cerna tetapi juga bisa mengarah ke kondisi yang lebih serius seperti gastroparesis atau sumbatan usus. 

Pertolongan pertama di rumah penting untuk mencegah dehidrasi tetapi tanda bahaya tetap harus dikenali agar pasien segera mendapat bantuan medis yang tepat. Dokter yang berpengalaman dalam layanan home visit dapat membantu asesmen awal secara lebih praktis, terutama saat pasien terlalu lemah untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan. 

Jika Anda membutuhkan pemeriksaan awal tanpa harus keluar rumah, layanan dokter ke rumah dari Medi-Call dapat membantu mengevaluasi kondisi pasien, memantau tanda dehidrasi, dan menentukan apakah perawatan di rumah masih memungkinkan atau perlu rujukan lebih lanjut.

Muntah Terus Menerus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Disclaimer:

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Penanganan muntah harus disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan, kondisi medis, dan risiko dehidrasi pada tiap pasien. Bila muntah berat, berulang, disertai darah, nyeri hebat, demam tinggi, penurunan kesadaran, atau tidak bisa minum sama sekali, segera cari pertolongan medis.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives