Puasa sebelum medical check up penting untuk hasil yang akurat dan aman. Pelajari aturan puasa dan kapan perlu konsultasi dokter.
Saat Anda tidak menjalani puasa sebelum medical check up, makanan dan minuman yang baru dikonsumsi akan memengaruhi banyak parameter laboratorium, terutama gula darah, kolesterol, trigliserida, dan fungsi hati. Akibatnya, hasil bisa tampak tidak normal sehingga dokter mungkin menyarankan pemeriksaan ulang atau menilai kondisi Anda lebih berat dari seharusnya.​
Untuk pemeriksaan dengan pembiusan dan endoskopi, perut yang tidak kosong meningkatkan risiko muntah saat tindakan, bahkan aspirasi ke paru-paru yang dapat berujung gangguan napas serius. Untuk kolonoskopi, tidak mematuhi aturan puasa dan diet khusus membuat usus kotor sehingga polip atau lesi kecil mudah terlewat.​
Catatan penting: Jika Anda sudah makan atau minum di luar ketentuan sebelum prosedur dengan anestesi atau endoskopi, segera beritahu dokter atau tim medis sebelum tindakan dimulai. Penundaan lebih aman daripada memaksakan prosedur dalam kondisi berisiko tinggi.​
Table of Contents
ToggleAlasan Puasa Sebelum Medical Check up
Berpuasa sebelum MCU membuat kondisi tubuh lebih netral sehingga hasil pemeriksaan menggambarkan keadaan sesungguhnya, bukan efek makanan atau minuman terakhir. Puasa membantu mengurangi kebutuhan pemeriksaan ulang yang sebenarnya bisa dihindari bila persiapan dilakukan dengan benar.​
1. Tes Darah Rutin
Untuk pemeriksaan laboratorium seperti cek gula darah puasa, profil lipid, fungsi hati, ginjal, serta tes metabolik lain, biasanya Anda perlu berpuasa selama 8–12 jam.Â
Tujuan puasa adalah menjaga hasil pemeriksaan tetap akurat, terutama karena makanan berlemak, minuman manis, atau camilan larut malam dapat mempengaruhi kadar gula dan lemak darah. Kondisi tersebut bisa menyebabkan hasil tampak tidak normal, padahal sebenarnya tubuh sehat.
- Gula darah puasa: dianjurkan puasa minimal 8 jam.
- Profil lipid lengkap (kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida): memerlukan 9–12 jam puasa.
- Tes gabungan atau paket MCU: umumnya mengikuti rentang 8–12 jam, tapi selalu konfirmasi ke fasilitas kesehatan, karena beberapa laboratorium menerapkan aturan khusus.
Selama puasa, Anda tetap boleh minum air putih secukupnya untuk mencegah dehidrasi, kecuali dokter memberikan instruksi lain.
2. Gastroskopi (Endoskopi Atas)
Prosedur ini bertujuan memeriksa bagian dalam lambung, kerongkongan, dan usus dua belas jari menggunakan kamera kecil. Agar hasilnya optimal, lambung harus benar-benar kosong sehingga dokter dapat melihat permukaan mukosa dengan jelas dan mengurangi risiko muntah atau aspirasi saat sedasi.
- Jangan makan makanan padat selama 6–8 jam sebelum tindakan.
- Cairan bening (air putih atau cairan jernih lain) biasanya masih boleh diminum hingga 2 jam sebelum prosedur, sesuai petunjuk dokter.
Pantangan ini penting karena sisa makanan bisa menutupi area yang akan diperiksa. Jika puasa tidak dijalankan, tindakan bisa tertunda atau hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat.
3. Kolonoskopi (Endoskopi Bawah)
Kolonoskopi dilakukan untuk memeriksa kondisi usus besar, termasuk mendeteksi polip, peradangan, atau perdarahan kecil. Keberhasilan prosedur sangat bergantung pada kebersihan usus pasien.
- Sehari sebelum tindakan, pasien biasanya diminta menjalani diet rendah serat, menghindari buah atau sayur berserat tinggi, dan tidak mengonsumsi makanan berwarna gelap.
- Umumnya pasien harus puasa makanan padat selama 8–10 jam atau sejak malam sebelumnya.
- Dokter akan memberikan obat pencahar untuk membersihkan isi usus besar.
Bila persiapan ini tidak dilakukan dengan benar, hasil kolonoskopi bisa kurang jelas dan pemeriksaan terpaksa diulang.
4. Tes dengan Anestesi atau Sedasi
Pada prosedur yang menggunakan anestesi umum atau sedasi dalam, puasa menjadi syarat keselamatan utama. Selama anestesi, refleks menelan dan batuk tidak aktif, sehingga makanan atau cairan dari lambung dapat masuk ke saluran pernapasan (aspirasi) dan membahayakan pasien.
- Biasanya diwajibkan puasa makan 6–8 jam sebelum tindakan.
- Untuk minum, pasien diminta berhenti 2–4 jam sebelum prosedur, tergantung kebijakan rumah sakit.
Puasa ini tidak hanya membantu mencegah komplikasi pernapasan, tetapi juga memastikan anestesi bekerja dengan efektif dan aman. Pastikan selalu mengkonfirmasi durasi puasa sesuai jenis prosedur dan anjuran dokter anestesi.
Durasi Puasa Sebelum Check Up
Durasi puasa sebelum medical check up bergantung pada jenis pemeriksaan yang dijalani serta kebijakan masing-masing klinik atau rumah sakit. Tujuan utama puasa adalah memastikan akurasi hasil pemeriksaan dan menjaga keamanan pasien saat menjalani prosedur tertentu.Â
Makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum tes dapat mempengaruhi kadar gula, lemak, asam lambung, dan berbagai parameter metabolik di dalam tubuh. Secara umum, panduan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. 8 jam
Diperlukan untuk pemeriksaan gula darah puasa dan beberapa tes laboratorium rutin lainnya. Makanan atau minuman manis sebelum pemeriksaan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat sementara, sehingga hasil tampak abnormal meski tidak ada gangguan sebenarnya.
2. 9–12 jam
Diterapkan pada pemeriksaan profil lipid lengkap, yang mencakup kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida, serta pada paket medical check up (MCU) yang menggabungkan beberapa uji laboratorium. Puasa lebih panjang membantu menstabilkan lemak darah dan memberi gambaran metabolik yang lebih akurat.
3. 6–8 jam
Dianjurkan sebelum prosedur seperti endoskopi lambung atau tindakan anestesi umum, karena lambung harus benar-benar kosong untuk mencegah risiko aspirasi (masuknya isi lambung ke paru-paru) selama sedasi atau bius.
4. Sehari sebelum pemeriksaan
Umumnya berlaku untuk kolonoskopi. Pasien biasanya diminta menjalani diet ketat rendah serat, beralih ke makanan cair bening, berpuasa makanan padat, dan mengonsumsi obat pencahar sesuai instruksi dokter agar usus benar-benar bersih saat prosedur dilakukan.
Selama masa puasa, umumnya pasien masih boleh mengonsumsi air putih dalam jumlah terbatas, kecuali ada larangan khusus dari tenaga medis. Hindari minuman seperti kopi, teh, susu, atau jus karena dapat mengganggu hasil tes. Jika Anda sedang mengkonsumsi obat tertentu, tanyakan kepada dokter apakah obat tersebut bisa tetap diminum sebelum pemeriksaan atau perlu ditunda sementara.
Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi
Selama puasa sebelum medical check up, beberapa hal masih boleh dikonsumsi, tetapi sebagian lainnya sebaiknya dihindari agar hasil tetap akurat.​
Yang umumnya boleh (kecuali ada larangan khusus dokter):
- Air putih biasanya tetap diperbolehkan sampai batas waktu tertentu agar tubuh tidak dehidrasi.​
- Cairan bening tertentu sebelum kolonoskopi (air putih, kaldu bening, teh tawar) sesuai instruksi.​
Yang sebaiknya dihindari:
- Makanan padat, terutama berlemak, tinggi gula, dan tinggi serat selama masa puasa.​
- Minuman manis, minuman berwarna pekat, soda, dan jus dengan ampas karena bisa mempengaruhi hasil tes dan mengganggu visualisasi endoskopi.​
- Kopi atau teh dengan gula dan krimer sebelum tes darah puasa karena dapat mengubah kadar glukosa dan lemak darah.​
- Alkohol dan merokok menjelang pemeriksaan karena dapat mempengaruhi tekanan darah, fungsi hati, dan hasil laboratorium lain.​
Jika Anda memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes atau gangguan lambung, diskusikan jadwal puasa, obat, dan waktu pemeriksaan dengan dokter terlebih dahulu. Pengaturan obat minum sangat penting agar puasa tetap aman.​
Dapatkan Layanan Medical Check Up Dirumah
Puasa sebelum medical check up memang membutuhkan persiapan dan kedisiplinan, tetapi manfaatnya sangat besar untuk akurasi hasil dan keselamatan Anda. Untuk memudahkan, Anda dapat memanfaatkan layanan kesehatan di rumah dari Medi-call, mulai dari medical check up, hingga pengambilan darah.
Pesan layanan medical check up Medi-Call melalui Customer Service yang siap melayani 24 jam, atau download aplikasi Medi-Call di App Store dan Play Store untuk pemesanan yang lebih praktis dan fleksibel.
​Catatan penting:
Puasa 8–12 jam sebelum medical check up dianjurkan sesuai jenis pemeriksaan dan kondisi kesehatan Anda. Bila selama puasa muncul lemas berat, pusing hebat, mual muntah terus-menerus, atau penurunan kesadaran, segera hentikan puasa dan cari bantuan medis.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Fasting for a Blood Test: MedlinePlus Medical Test [Internet]. medlineplus.gov. Available from: https://medlineplus.gov/lab-tests/fasting-for-a-blood-test/
- Australia H. Fasting for medical tests [Internet]. www.healthdirect.gov.au. 2020. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/fasting-for-medical-tests
- Clinic C. Fasting Before Blood Work [Internet]. Cleveland Clinic. 2024. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/articles/fasting-for-blood-work
- Biomedilab [Internet]. Biomedilab.co.id. 2023 [cited 2026 Jan 2]. Available from: https://www.biomedilab.co.id/why-do-you-have-to-fast-before-having-a-health-check









