Pelajari 12 tips merawat orang sakit di rumah agar aman, nyaman, dan mendukung pemulihan pasien harian atau lansia.
Merawat orang sakit di rumah sering menjadi pilihan kami dan banyak keluarga karena memberikan rasa nyaman, kedekatan emosional, serta biaya yang lebih hemat dibanding rumah sakit. Namun, merawat anggota keluarga yang sakit bukan sekadar menemani, dibutuhkan perhatian terhadap kebersihan, keamanan, kesehatan mental, hingga pemantauan kondisi medis agar proses pemulihan berjalan optimal.
Kami menyadari bahwa tidak semua keluarga memiliki pengalaman atau waktu untuk merawat pasien harian sendiri. Karena itu, jasa caregiver homecare Medi-Call hadir untuk mendampingi keluarga, memastikan pasien tetap aman dan nyaman di rumah.
Table of Contents
Toggle12 Tips Merawat Orang Sakit di Rumah
Berikut 12 tips merawat orang sakit di rumah yang bisa kami bagikan berdasarkan pengalaman kami.
1. Pastikan Diagnosis dan Arahan Dokter Jelas
Langkah pertama yang selalu kami tekankan sebelum merawat orang sakit di rumah adalah memastikan diagnosis pasien benar-benar jelas.Â
Kami selalu meminta dokter menjelaskan kondisi medis secara rinci, termasuk penyebab, stadium penyakit, dan potensi komplikasi. Misalnya, pasien lansia dengan hipertensi atau diabetes membutuhkan pengawasan yang berbeda dibanding pasien dengan infeksi ringan.
Hal-hal yang kami lakukan untuk memastikan arahan dokter dipahami:
- Catat semua resep dan jadwal obat: Termasuk dosis, waktu pemberian, dan cara konsumsi (misalnya sebelum atau sesudah makan). Kami biasanya menempelkan jadwal obat di papan atau kalender agar tidak ada yang terlewat.
- Pantangan makanan dan minuman: Dokter biasanya memberikan panduan makanan yang harus dihindari atau dibatasi. Mengetahui ini membantu kami menyiapkan menu yang sesuai dan mencegah komplikasi.
- Aktivitas yang diperbolehkan dan dibatasi: Misalnya pasien dengan gangguan pernapasan mungkin perlu duduk tegak beberapa jam sehari, atau pasien pasca operasi harus menghindari gerakan tertentu.
- Tanda bahaya dan kapan harus menghubungi dokter: Kami selalu menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda seperti demam tinggi, sesak nafas, nyeri hebat, atau penurunan kesadaran. Dengan begitu, tindakan cepat bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk.
- Buat catatan harian: Kami mendorong keluarga mencatat kondisi pasien, jadwal obat, makanan, dan aktivitas setiap hari. Catatan ini membantu memantau perkembangan dan memudahkan komunikasi dengan tenaga medis.
2. Jaga Kebersihan Lingkungan
Lingkungan bersih sangat menentukan kenyamanan dan pemulihan pasien. Kami selalu memastikan kamar memiliki ventilasi baik, cahaya cukup, dan bebas dari debu atau kotoran.
Langkah yang kami lakukan:
- Ganti sprei dan sarung bantal rutin untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
- Bersihkan lantai dan permukaan setiap hari menggunakan desinfektan ringan, terutama di area yang sering disentuh pasien.
- Pastikan sirkulasi udara lancar, buka jendela atau gunakan kipas untuk menjaga kualitas udara.
- Hindari penumpukan barang di sekitar pasien agar tidak mengganggu pergerakan dan meminimalkan risiko kecelakaan.
Lingkungan yang bersih membantu mencegah infeksi tambahan dan membuat pasien merasa lebih nyaman dan aman.
3. Terapkan Kebersihan Diri Perawat dan Pasien
Kebersihan pribadi perawat dan pasien sangat penting untuk mencegah infeksi silang.
Beberapa langkah kami:
- Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat pasien, terutama saat menyentuh obat, makanan, atau membantu makan.
- Mandi atau membersihkan diri pasien secara rutin jika memungkinkan.
- Gunakan lap hangat atau tisu basah antiseptik untuk pasien yang tidak bisa bergerak atau berbaring lama.
- Gunakan pakaian bersih dan nyaman bagi pasien dan perawat agar aktivitas perawatan tetap higienis.
Kebersihan tubuh meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mengurangi risiko infeksi.
4. Atur Posisi Tubuh Pasien dengan Benar
Posisi tubuh mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan pasien, terutama bagi mereka yang harus berbaring lama.
Tips kami:
- Ubah posisi pasien setiap 2–3 jam untuk mencegah luka tekan (dekubitus).
- Gunakan bantal atau guling tambahan untuk menopang punggung, leher, kaki, atau lengan.
- Sesuaikan posisi sesuai kondisi medis, misalnya pasien dengan masalah paru lebih nyaman dalam posisi duduk tegak atau sedikit miring ke kiri.
- Perhatikan postur saat duduk atau berdiri jika pasien mampu bergerak untuk mencegah cedera punggung atau jatuh.
Posisi tubuh yang tepat juga membantu pernapasan dan sirkulasi darah pasien.
5. Perhatikan Nutrisi dan Cairan
Asupan makanan dan cairan yang cukup sangat menentukan kecepatan pemulihan pasien.
Hal-hal yang kami lakukan:
- Menu seimbang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
- Porsi kecil tetapi sering untuk pasien yang nafsu makannya menurun.
- Pantau kebutuhan cairan agar pasien tidak dehidrasi, terutama lansia atau pasien dengan demam.
- Konsultasikan diet khusus pada dokter atau ahli gizi jika pasien memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gagal ginjal.
- Variasi makanan dan minuman agar pasien tetap tertarik makan dan asupan nutrisi tercukupi.
6. Kelola Jadwal Obat dengan Disiplin
Pengelolaan obat yang tepat adalah salah satu faktor kunci dalam tips merawat orang sakit di rumah.
Kami selalu:
- Gunakan alarm atau aplikasi pengingat agar obat diberikan tepat waktu.
- Pastikan dosis sesuai resep, jangan menambah atau mengurangi tanpa arahan dokter.
- Simpan obat sesuai petunjuk, misal di tempat sejuk dan terhindar dari cahaya langsung.
- Catat efek samping yang muncul dan segera konsultasikan pada tenaga medis.
Disiplin dalam jadwal obat membantu pasien tetap stabil dan mencegah komplikasi.
7. Berikan Dukungan Emosional
Kesehatan mental pasien sama pentingnya dengan fisik.
Kami mendukung pasien dengan:
- Mengajak ngobrol santai agar mereka tidak merasa kesepian.
- Mendengarkan keluhan tanpa menghakimi sehingga pasien merasa didengar.
- Memberikan motivasi positif untuk tetap semangat menjalani perawatan.
- Menemani aktivitas ringan seperti membaca, menonton televisi, atau mendengarkan musik.
Kesehatan mental yang baik mempercepat pemulihan fisik pasien.
8. Hindari Penularan Penyakit
Untuk penyakit menular, langkah pencegahan sangat penting.
Kami selalu:
- Memakai masker dan sarung tangan jika diperlukan.
- Menjaga jarak dan tidak berbagi peralatan makan dengan pasien.
- Cuci tangan rutin setelah menyentuh permukaan atau benda yang sering dipegang pasien.
- Pisahkan barang pribadi pasien dari anggota keluarga lain.
Hal ini melindungi pasien dan keluarga dari risiko infeksi tambahan.
9. Siapkan Peralatan Medis Dasar
Memiliki peralatan medis sederhana memudahkan pemantauan kondisi pasien:
- Termometer untuk memantau suhu tubuh.
- Tensimeter untuk pasien hipertensi.
- Oksimeter untuk pasien dengan masalah pernapasan.
- Obat P3K dasar untuk pertolongan pertama.
- Buku catatan untuk mencatat perubahan kondisi harian.
Dengan alat ini, kami bisa mendeteksi perubahan lebih cepat dan mengambil tindakan tepat.
10. Amati Perubahan Kondisi Pasien
Mengamati perubahan kondisi pasien setiap hari sangat penting.
Kami selalu mencatat:
- Suhu tubuh
- Tekanan darah
- Pola makan dan tidur
- Keluhan fisik baru
Jika muncul tanda memburuk, kami segera konsultasikan dengan dokter untuk tindakan lebih cepat.
11. Jangan Abaikan Kesehatan Perawat
Perawatan pasien harian bisa melelahkan. Kami menekankan:
- Cukup tidur untuk tetap fokus.
- Makan teratur dan bergizi agar tidak lelah.
- Ambil waktu istirahat atau minta bantuan anggota keluarga lain.
- Kelola stres dengan aktivitas ringan, misalnya berjalan sebentar di halaman rumah.
Perawat yang sehat memastikan perawatan pasien tetap optimal.
12. Ketahui Kapan Harus ke Rumah Sakit
Tidak semua kondisi bisa diatasi di rumah.
Segera bawa pasien ke rumah sakit jika muncul:
- Demam tinggi tidak turun
- Sesak napas berat
- Nyeri hebat mendadak
- Penurunan kesadaran
- Kejang atau muntah terus-menerus
Keputusan cepat dapat mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan nyawa pasien.
Butuh Perawatan Pasien di Rumah? Hubungi Kami!
Merawat orang sakit di rumah membutuhkan perhatian, kesabaran, dan pengetahuan tentang cara merawat pasien di rumah. Lingkungan bersih, nutrisi cukup, kepatuhan terhadap obat, serta dukungan emosional menjadi kunci utama pemulihan. Kami selalu menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri agar perawatan tetap konsisten.
Untuk keluarga yang membutuhkan pendampingan profesional, jasa caregiver home care Medi-Call siap membantu menciptakan suasana perawatan yang aman dan nyaman bagi pasien. Dengan layanan perawatan pasien di rumah, pasien bisa menerima perawatan optimal tanpa harus meninggalkan kenyamanan rumah mereka.
Butuh perawat untuk rawat luka, pasang infus, kateter, atau pendampingan lansia? Pesan perawat homecare Medi-Call sekarang juga! Tanpa biaya admin, bisa DP, dan garansi pergantian petugas tanpa biaya tambahan. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk, hubungi Customer Service 24 jam Medi-Call atau download aplikasi Medi-Call di App Store dan Play Store hari ini!
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti konsultasi medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi pasien dengan tenaga kesehatan resmi jika terdapat keluhan serius atau perubahan kondisi mendadak.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Taking Care of an Ill Person at Home [Internet]. WHN. Available from: https://whn.global/guidelines/taking-care-of-an-ill-person/
- Caregiver Guide: Helping with Recovery from Illness | HealthInAging.org [Internet]. Healthinaging.org. 2024. Available from: https://www.healthinaging.org/tools-and-tips/caregiver-guide-helping-recovery-illness
- CDC. About Preventing Spread of Respiratory Viruses When You’re Sick | Respiratory Illnesses | CDC [Internet]. www.cdc.gov. 2024. Available from: https://www.cdc.gov/respiratory-viruses/prevention/precautions-when-sick.html









