Ciri Ciri Gondongan yang Perlu Diwaspadai, Ini Penjelasannya

Kenali ciri ciri gondongan pada anak dan dewasa, mulai dari pembengkakan pipi, demam, hingga cara mengatasinya secara tepat.

Gondongan merupakan penyakit menular yang masih sering ditemui di masyarakat, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini umumnya ditandai dengan pembengkakan pada area pipi dan rahang akibat peradangan kelenjar ludah. 

Meski sering dianggap ringan, gondongan tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, memahami ciri ciri gondongan sejak awal menjadi langkah penting untuk membantu proses pemulihan dan mencegah penularan ke orang lain. 

Jika Anda ragu dengan kondisi yang dialami, kami menyarankan untuk melakukan konsultasi dokter untuk gejala gondongan agar mendapatkan arahan medis yang sesuai.

Gondongan Sering Dianggap Ringan, Padahal…

Gondongan atau mumps adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah utama yang terletak di bawah telinga.

Kelenjar ini berperan penting dalam produksi air liur untuk membantu proses pencernaan. Ketika terinfeksi, kelenjar parotis akan mengalami peradangan dan menyebabkan pembengkakan kelenjar parotis yang terlihat jelas dari luar.

Penyebab gondongan adalah virus Paramyxovirus yang sangat mudah menular. Virus ini menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau melalui penggunaan barang pribadi secara bersama.

Gondongan lebih sering terjadi pada individu yang belum mendapatkan vaksin MMR atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Baca juga:  Manfaat Pemberian Vaksin MMR untuk Orang Dewasa

Ciri Ciri Gondongan dan Gejalanya

Gejala gondongan umumnya muncul dalam waktu 2–3 minggu setelah seseorang terpapar virus. Berikut adalah ciri ciri gondongan yang sering ditemukan sebagai gejala penyakit gondongan pada anak dan dewasa:

1. Pembengkakan di Pipi dan Rahang

Pembengkakan pada satu atau kedua sisi wajah, terutama di area bawah telinga, merupakan tanda paling khas. Pembengkakan ini terjadi akibat peradangan kelenjar ludah dan dapat membuat wajah tampak lebih membulat serta terasa nyeri saat disentuh.

2. Nyeri Saat Mengunyah atau Menelan

Peradangan pada kelenjar parotis dapat menyebabkan rasa nyeri ketika mengunyah makanan atau menelan minuman. Keluhan ini sering memburuk saat mengonsumsi makanan asam karena dapat merangsang produksi air liur.

3. Demam

Demam ringan hingga tinggi sering muncul pada fase awal infeksi. Pada beberapa orang, demam dapat disertai menggigil dan rasa tidak nyaman pada tubuh.

4. Sakit Kepala dan Tubuh Terasa Lemas

Infeksi virus dapat memicu keluhan sistemik seperti sakit kepala, nyeri otot, tubuh terasa lelah, serta penurunan nafsu makan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Mulut Terasa Kering

Produksi air liur yang terganggu akibat peradangan kelenjar ludah dapat menyebabkan mulut terasa kering dan tidak nyaman.

Catatan: Pada sebagian orang, ciri ciri gondongan dapat muncul tanpa pembengkakan yang jelas. Meski demikian, penderita tetap berisiko menularkan virus ke orang lain.

Kenapa Gondongan Bisa Terjadi? Ini Pemicunya

Penyebab utama gondongan adalah infeksi virus mumps. Virus ini dapat menyebar dengan mudah melalui:

  • Percikan air liur (droplet)
  • Kontak langsung dengan penderita
  • Penggunaan alat makan, minum, atau barang pribadi secara bersama

Risiko terkena gondongan meningkat pada individu yang belum menerima vaksin MMR, memiliki daya tahan tubuh rendah, atau berada di lingkungan padat seperti sekolah, asrama, dan tempat penitipan anak. 

Mengenali ciri ciri gondongan sejak dini dapat membantu menurunkan risiko penularan lebih luas di lingkungan sekitar.

Cara Aman Mengatasi Gondongan

Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus untuk membunuh virus penyebab gondongan. Penanganan difokuskan pada upaya meredakan gejala, mendukung sistem imun, serta mencegah terjadinya komplikasi.

1. Istirahat yang Cukup

Istirahat sangat penting untuk membantu tubuh melawan infeksi virus. Kami menyarankan penderita mengurangi aktivitas fisik berat, memperbanyak waktu tidur, dan menghindari kelelahan agar proses pemulihan berjalan optimal.

2. Kompres Hangat atau Dingin

Kompres hangat dapat membantu melancarkan aliran darah di area yang bengkak, sedangkan kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Lakukan kompres selama 10–15 menit beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.

3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri dan penurun demam, seperti paracetamol, dapat digunakan untuk membantu mengurangi keluhan. Penggunaan obat sebaiknya sesuai dosis dan anjuran tenaga medis, terutama pada anak-anak.

4. Perbanyak Asupan Cairan

Memenuhi kebutuhan cairan harian penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika disertai demam. Air putih menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kenyamanan mulut dan membantu proses pemulihan.

5. Hindari Makanan Asam

Makanan atau minuman asam dapat merangsang kelenjar ludah dan memperparah nyeri pada area yang meradang. Pilih makanan bertekstur lembut dan mudah ditelan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

6. Batasi Kontak dengan Orang Lain

Karena mudah menular, penderita disarankan membatasi interaksi dengan orang lain selama beberapa hari setelah pembengkakan muncul, terutama saat ciri ciri gondongan masih terlihat jelas.

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan jika:

  • Pembengkakan makin besar dan terasa sangat nyeri
  • Demam tinggi tidak kunjung turun
  • Muncul nyeri pada testis pada pria
  • Terjadi sakit perut hebat atau muntah berulang

Penanganan medis lebih lanjut diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti peradangan pada organ lain. Pemeriksaan dokter juga membantu memastikan diagnosis dan menentukan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Butuh dokter tanpa harus keluar rumah? Layanan dokter ke rumah Medi-Call siap 24 jam melalui customer service kami. Pesan sekarang dan download aplikasi Medi-Call di App Store & Play Store untuk akses layanan kesehatan lebih cepat dan praktis.

Dokter Pekerja Medi-Call

Langkah Pencegahan Gondongan yang Perlu Diketahui

Pencegahan bertujuan untuk menurunkan risiko penularan virus serta mencegah munculnya ciri ciri gondongan, terutama pada kelompok rentan.

1. Vaksinasi MMR

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus gondongan. Dengan imunisasi yang optimal, risiko terjadinya gejala penyakit gondongan pada anak dan dewasa dapat ditekan secara signifikan.

Ingin vaksinasi lebih praktis tanpa ke fasilitas kesehatan? Layanan vaksinasi di rumah bersama Medi-Call siap membantu. Pesan melalui customer service Medi-Call 24 jam dan dapatkan layanan imunisasi aman langsung di rumah Anda.

Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda
Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda

2. Menjaga Kebersihan Diri

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin membantu memutus rantai penularan virus.

3. Menghindari Berbagi Barang Pribadi

Tidak berbagi alat makan, minum, atau barang pribadi dapat menurunkan risiko penularan, terutama di lingkungan padat.

4. Menggunakan Masker Saat Sakit

Menggunakan masker saat sakit membantu mencegah penyebaran droplet yang mengandung virus ke orang di sekitar.

5. Menghindari Kontak Dekat dengan Penderita

Membatasi kontak dengan penderita hingga kondisi membaik penting untuk mencegah penularan.

Kenali Gejalanya Sejak Dini dan Konsultasikan ke Dokter

Ciri ciri gondongan umumnya ditandai dengan pembengkakan pipi dan rahang, disertai demam serta rasa nyeri saat menelan. Meski dapat sembuh dengan perawatan mandiri, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan komplikasi. 

Medi-call mendorong Anda untuk segera panggil dokter ke rumah jika mengalami gondongan, terutama bila keluhan tidak kunjung membaik.

Email Blast Layanan Dokter Review GMB Medi-Call

Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter. Untuk penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda, selalu konsultasikan langsung dengan tenaga medis profesional.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • Mayo Clinic. Mumps – Symptoms and Causes [Internet]. Mayo Clinic. 2022. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361
  • Davison P, Morris J. Mumps [Internet]. Nih.gov. StatPearls Publishing; 2019. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534785/
  • Cleveland Clinic. Mumps: Symptoms, Treatment & Prevention [Internet]. Cleveland Clinic. 2022. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15007-mumps‌
  • NHS. Overview – Mumps [Internet]. NHS. 2019. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/mumps/

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives