Paracetamol sering digunakan untuk menurunkan demam pada anak. Ketahui dosis yang tepat, cara pemberian yang aman, serta tanda kapan anak perlu segera dibawa ke dokter.
Paracetamol dikenal sebagai pereda nyeri sekaligus penurun panas (antipiretik) yang relatif aman digunakan pada anak maupun orang dewasa jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.
Table of Contents
ToggleParacetamol untuk Demam
Berikut beberapa jenis paracetamol untuk demam yang umum digunakan dan tersedia di apotek atau fasilitas kesehatan:
- Tablet paracetamol 500 mg
Umumnya digunakan oleh orang dewasa untuk meredakan demam dan nyeri ringan hingga sedang.
- Sirup paracetamol anak
Diformulasikan khusus untuk anak-anak dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan berat badan.
- Drops paracetamol bayi
Biasanya diberikan pada bayi karena lebih mudah ditakar dengan pipet atau penetes.
- Suppositoria paracetamol
Bentuk obat yang dimasukkan melalui rektum, biasanya digunakan jika pasien tidak dapat menelan obat atau mengalami muntah.
- Paracetamol kombinasi (dengan obat flu)
Mengandung paracetamol bersama bahan lain untuk meredakan gejala flu, seperti pilek atau hidung tersumbat.
- Infus Paracetamol
Jenis paracetamol yang diberikan melalui infus ke pembuluh darah vena langsung. Biasanya, sediaan ini digunakan untuk pengobatan jangka pendek nyeri sedang (terutama pasca operasi) dan demam pada pasien yang tidak dapat menelan obat.
Menurut National Library of Medicine (NIH), paracetamol merupakan salah satu obat antidemam yang paling banyak digunakan. Hal ini karena profil keamanan paracetamol relatif baik bila dikonsumsi sesuai aturan dosis.
Dosis Paracetamol untuk Menurunkan Demam Dewasa
Dosis pemberian paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan pasien. Untuk pasien dewasa, berikut dosis paracetamol yang umum direkomendasikan dalam praktik medis:
- Dosis tunggal: 500–1000 mg per kali minum
- Interval pemberian: setiap 4–6 jam bila diperlukan
- Batas maksimal: tidak lebih dari 4000 mg (4 gram) dalam 24 jam
Dalam praktik klinis, dokter biasanya menyarankan pasien untuk memulai dari dosis yang lebih rendah terlebih dahulu, misalnya 500 mg. Kemudian, dosis menyesuaikan jika demam belum mereda.
Berdasarkan pengalaman klinis tenaga medis di layanan kesehatan rumah, seperti Medi-Call, pasien dewasa dengan demam ringan hingga sedang sering kali menunjukkan penurunan suhu tubuh. Ini terjadi setelah mengonsumsi 500–650 mg paracetamol dengan interval yang tepat dan disertai istirahat cukup, serta hidrasi yang baik.
Namun, pada pasien dengan penyakit hati, mengkonsumsi alkohol berlebihan, atau memiliki kondisi medis tertentu, perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan paracetamol.
Dosis Paracetamol untuk Menurunkan Demam Anak
Dosis paracetamol untuk anak umumnya dihitung berdasarkan berat badan, bukan usia. Pendekatan ini dinilai lebih akurat untuk memastikan obat bekerja secara efektif dan aman.
Melansir dari National Library of Medicine (NIH), pedoman pemberian paracetamol yang digunakan dalam praktik medis umumnya:
- Dosis per pemberian: 10–15 mg/kg berat badan
- Interval pemberian: setiap 4–6 jam bila diperlukan
- Maksimal pemberian: tidak lebih dari 5 kali dalam 24 jam
- Batas maksimal harian: ≤ 75 mg/kgBB per hari dan tidak melebihi 4000 mg per hari pada anak remaja.
Batas ini digunakan untuk mencegah risiko toksisitas hati akibat overdosis paracetamol.
Agar lebih mudah dipahami pembaca, berikut contoh pemberian paracetamol pada anak dengan berat 10 kg:
- Dosis per kali minum: 10–15 mg × 10 kg = 100–150 mg
- Interval: setiap 4–6 jam
- Maksimal per hari: 75 mg × 10 kg = 750 mg per hari
Adapun bentuk sediaan paracetamol yang sering digunakan pada anak, meliputi:
- sirup
- drops
- suppositoria
Menurut Aspirus Health, orang tua sebaiknya menggunakan alat ukur khusus seperti sendok takar dalam kemasan atau pipet obat agar dosis lebih akurat. Selain itu, jangan memberikan paracetamol pada anak lebih sering dari yang dianjurkan tanpa konsultasi dokter. Jika demam anak tidak membaik setelah 48 jam penggunaan paracetamol sesuai dosis, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mencari penyebab demam.
Berapa Lama Reaksi Paracetamol Sampai Demam Mulai Turun?
Secara umum, reaksi paracetamol mulai terlihat dalam 30–60 menit setelah diminum. Kinerja obat ini biasanya mencapai efek maksimal dalam satu hingga dua jam, sementara durasi efeknya dapat bertahan sekitar empat hingga enam jam.
Dalam praktik layanan kesehatan di rumah, dokter Medi-Call juga sering mengamati bahwa pasien dengan demam ringan hingga sedang mulai merasakan penurunan suhu tubuh dan rasa tidak nyaman sekitar 30–60 menit setelah mengonsumsi paracetamol, terutama jika obat diminum dengan dosis yang sesuai dan pasien cukup beristirahat serta menjaga asupan cairan.
Namun, respons setiap orang dapat berbeda tergantung pada kondisi tubuh, penyebab demam, serta dosis obat yang digunakan. Jika demam tidak menunjukkan perbaikan setelah beberapa kali penggunaan paracetamol sesuai aturan, sebaiknya pasien melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Sementara itu, penurunan suhu tubuh biasanya terjadi secara bertahap. Artinya, suhu tidak selalu langsung turun ke normal, tetapi bisa berkurang sekitar 0,5–1°C terlebih dahulu.
Beberapa faktor dapat memengaruhi cepat atau lambatnya reaksi obat, antara lain:
- kondisi metabolisme tubuh
- tingkat keparahan infeksi
- dosis yang diberikan
- kondisi lambung saat obat diminum
Jika demam tidak menunjukkan penurunan sama sekali setelah beberapa kali konsumsi paracetamol sesuai dosis, sebaiknya lakukan evaluasi medis.
Cara Kerja Paracetamol dalam Menurunkan Suhu Tubuh
Paracetamol bekerja melalui mekanisme yang berkaitan dengan pusat pengatur suhu di otak, yaitu hipotalamus. Secara sederhana, prosesnya meliputi tahapan berikut:
- Menghambat produksi prostaglandin di sistem saraf pusat
Prostaglandin adalah senyawa yang memicu rasa nyeri dan meningkatkan suhu tubuh saat terjadi infeksi. - Menurunkan “set point” suhu tubuh di hipotalamus
Ketika prostaglandin ditekan, tubuh tidak lagi mempertahankan suhu tinggi. - Meningkatkan pelepasan panas tubuh
Setelah menurunkan “set point” suhu tubuh di hipotalamus, tubuh akan mengaktifkan mekanisme pelepasan panas. Proses ini meliputi pelebaran pembuluh darah di kulit (vasodilatasi) dan peningkatan produksi keringat sehingga panas tubuh lebih mudah dilepaskan dan suhu tubuh berangsur turun.
Karena mekanisme ini, paracetamol dapat membantu menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri ringan hingga sedang.
Menurut National Institutes of Health (NIH), paracetamol memiliki efek antidemam yang kuat. Tetapi, efek antiradangnya relatif lemah dibandingkan obat seperti ibuprofen.
Batas Maksimal Konsumsi Paracetamol dalam Sehari
Menggunakan paracetamol melebihi dosis yang dianjurkan dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. Oleh karena itu, batas konsumsi yang umum direkomendasikan oleh dokter Medi-Call adalah:
- Dewasa: Maksimal 4000 mg (4 gram) per hari
- Anak-anak: Maksimal 60 mg per kilogram berat badan per hari
Contoh:
Anak dengan berat badan 15 kg
- Dosis Maksimal: 15 × 60 mg = 900 mg per hari
Beberapa dokter bahkan menyarankan batas yang lebih konservatif, yaitu sekitar 3000–3250 mg per hari untuk orang dewasa, terutama jika penggunaan berlangsung beberapa hari.
Penting untuk memperhatikan label obat, terutama pada obat flu kombinasi, karena sering kali sudah mengandung paracetamol.
Efek Samping Paracetamol Jika Dikonsumsi Saat Perut Kosong
Secara umum, paracetamol relatif aman dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Namun pada sebagian orang, konsumsi saat perut kosong dapat menyebabkan beberapa keluhan ringan, seperti:
- mual
- rasa tidak nyaman pada lambung
- pusing ringan
- kehilangan nafsu makan
Efek ini biasanya bersifat sementara. Namun, risiko yang lebih serius dapat terjadi jika paracetamol digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu lama, seperti:
- kerusakan hati
- reaksi alergi
- gangguan fungsi hati pada individu tertentu
Menurut informasi dari Mayo Clinic, sebagian besar kasus efek samping serius paracetamol terjadi akibat overdosis atau penggunaan yang tidak sesuai aturan.
Tanda Demam Tidak Kunjung Turun Setelah Minum Paracetamol: Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun paracetamol efektif untuk meredakan demam, ada kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Segera konsultasi ke dokter jika menemukan gejala berikut:
- demam lebih dari 3 hari pada orang dewasa
- demam lebih dari 2 hari pada anak
- suhu tubuh di atas 39°C
- muncul gejala lain seperti:
- sesak napas
- ruam kulit
- muntah terus-menerus
- kejang
- leher kaku
- kesadaran menurun
Pada kondisi tertentu, demam dapat menandakan infeksi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah atau pemeriksaan medis lainnya.
Layanan kesehatan seperti Medi-Call dapat membantu pasien mendapatkan pemeriksaan dokter langsung di rumah, termasuk evaluasi demam dan pemberian terapi yang sesuai.
Catatan penting:
Demam pada bayi di bawah 3 bulan harus segera diperiksa oleh tenaga medis, meskipun sudah diberikan paracetamol.
Kesimpulan: Paracetamol Efektif Menurunkan Demam Jika Digunakan Sesuai Dosis dan Aturan
Paracetamol merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi demam pada anak maupun orang dewasa. Obat ini bekerja dengan menurunkan set point suhu tubuh di otak sehingga membantu tubuh melepaskan panas secara bertahap. Reaksi paracetamol biasanya mulai terasa dalam waktu 30–60 menit setelah dikonsumsi.
Agar tetap aman, penggunaan paracetamol untuk demam harus mengikuti dosis yang dianjurkan, yaitu sekitar 500–1000 mg untuk dewasa dan 10–15 mg per kilogram berat badan pada anak. Selain itu, penting untuk tidak melebihi batas maksimal konsumsi harian karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
Jika demam tidak kunjung turun setelah penggunaan obat sesuai dosis, berlangsung lebih dari beberapa hari, atau disertai gejala serius, pemeriksaan dokter sangat dianjurkan. Evaluasi medis membantu memastikan penyebab demam dan menentukan penanganan yang tepat.
Disclaimer:
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Isi di dalamnya bukan pengganti konsultasi, diagnosis, maupun penanganan medis langsung oleh dokter. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran yang sesuai.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- National Library of Medicine. 2021. Paracetamol: A Review of Guideline Recommendations. PubMed Central. Diakses 09 Maret 2026, dari:
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8347233/ - The Independent Pharmacy. 2022. How Long Does It Take Paracetamol To Work?. Diakses 09 Maret 2026, dari:
https://www.theindependentpharmacy.co.uk/pain/guides/how-long-does-it-take-paracetamol-to-work - Aspirus Health. 2025. Ditch the Spoons: How Milliliters Make Medicine Safer for Kids. Diakses 10 Maret 2026, dari:
https://www.aspirus.org/mediacenter/ditch-the-spoons-how-milliliters-make-medicine-saf-332#: - Mayo Clinic. 2023. Acetaminophen and children: Why dose matters. Diakses pada 10 Maret 2026, dari:
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/acetaminophen/art-20046721 - GLOWM. The Global Library of Women’s Medicine. acetaminophen Acephen, Anacin Aspirin Free, Feverall, Neopap, Panadol, Tempra, Tylenol. Diakses pada 10 Maret 2026, dari:
https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a004.html? - DRUGBANK. Acetaminophen. Diakses pada 10 Maret 2026, dari:
https://go.drugbank.com/drugs/DB00316? - National Library of Medicine. 2023. The Three W’s of Acetaminophen In Children: Who, Why, and Which Administration Mode. PubMed Central. Diakses 10 Maret 2026, dari:
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9901322/









