Benjolan di Bawah Ketiak: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Waspada

Benjolan dibawah ketiak dapat disebabkan infeksi hingga kondisi serius. Kenali penyebab, tanda bahaya, dan kapan perlu bantuan medis.

Benjolan di bawah ketiak sering membuat banyak orang merasa cemas. Area ketiak merupakan bagian tubuh yang kaya akan kelenjar getah bening, folikel rambut, kelenjar keringat, serta jaringan lemak.

Karena itu, kemunculan benjolan di area ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengabaikan kondisi ini karena menganggapnya sebagai iritasi biasa atau akibat kelelahan. Padahal, dalam beberapa situasi, benjolan dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi ini sejak dini dan melakukan konsultasi dokter untuk benjolan ketiak bila diperlukan.

Email Blast Layanan Dokter Review GMB Medi-Call

Apa Itu Benjolan Dibawah Ketiak?

Benjolan dibawah ketiak adalah kondisi ketika muncul tonjolan atau pembesaran jaringan di area ketiak. Benjolan ini bisa terasa lunak, kenyal, atau keras saat diraba. Ukurannya pun beragam, mulai dari kecil seperti biji kacang hingga lebih besar dan mudah terlihat.

Benjolan dapat muncul di salah satu sisi ketiak atau di kedua sisi sekaligus. Pada beberapa orang, kondisi ini disertai rasa nyeri, kemerahan, atau sensasi hangat di sekitar area tersebut. Namun, ada juga benjolan yang tidak menimbulkan keluhan apa pun.

Secara umum, benjolan di ketiak dapat bersifat:

  • Sementara, lalu menghilang dengan sendirinya
  • Menetap, tanpa perubahan ukuran dalam waktu lama
  • Makin membesar seiring berjalannya waktu

Mengenali karakteristik benjolan sangat penting untuk membantu menentukan apakah kondisi tersebut tergolong ringan atau perlu diwaspadai.

Baca juga:  6 Penyebab Benjolan di Atas Payudara Sebelah Kiri atau Kanan

Penyebab Umum Benjolan di Area Ketiak

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Salah satu penyebab benjolan di ketiak yang paling sering adalah pembesaran kelenjar getah bening. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi.

Saat tubuh sedang mengalami infeksi, kelenjar getah bening dapat membengkak sebagai respons alami. Pembengkakan ini bisa terjadi di ketiak, leher, atau lipatan tubuh lainnya.

Beberapa pemicunya antara lain:

  • Infeksi bakteri atau virus
  • Flu, radang tenggorokan, atau infeksi saluran pernapasan
  • Luka atau infeksi pada lengan dan tangan

Umumnya, benjolan terasa nyeri saat ditekan dan akan mengecil setelah infeksi sembuh.

Baca juga:  Sulit Menelan dan Tenggorokan Terasa Gatal? Itu Ciri-ciri Terkena Radang Tenggorokan

2. Bisul atau Infeksi Folikel Rambut

Bisul di ketiak terjadi akibat infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus. Lingkungan ketiak yang lembap dan sering bergesekan membuat bakteri lebih mudah berkembang.

Ciri-ciri bisul meliputi:

  • Nyeri dan kemerahan
  • Terasa hangat
  • Berisi nanah
  • Kadang disertai demam ringan

Bisul berukuran kecil dapat sembuh dengan perawatan mandiri, tetapi jika sering kambuh atau makin besar, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Baca juga:  7 Cara Mengatasi Bisul pada Anak, Dari Perawatan Rumah hingga Tindakan Medis

3. Iritasi Akibat Cukur atau Deodoran

Aktivitas mencukur rambut ketiak atau penggunaan deodoran yang tidak cocok dapat memicu iritasi kulit. Kondisi ini juga dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair), yang tampak seperti benjolan kecil.

Gejala yang sering muncul:

  • Benjolan kecil dan dangkal
  • Gatal atau perih
  • Tidak terlalu nyeri
  • Biasanya membaik dalam beberapa hari

Mengganti produk perawatan dan menghindari iritasi berulang dapat membantu mencegah kondisi ini.

4. Kista

Kista merupakan benjolan berisi cairan atau zat semi-padat yang tumbuh di bawah kulit. Kista umumnya bersifat jinak dan tidak berbahaya.

Ciri khas kista:

  • Permukaan halus
  • Dapat digerakkan saat diraba
  • Tidak nyeri, kecuali terinfeksi
  • Tumbuh perlahan

Meski jarang berbahaya, kista tetap perlu diperiksa jika ukurannya membesar atau menimbulkan rasa tidak nyaman.

5. Lipoma (Tumor Lemak Jinak)

Lipoma adalah pertumbuhan jaringan lemak jinak yang sering muncul di bawah kulit, termasuk di ketiak. Kondisi ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Ciri-ciri lipoma antara lain:

  • Lunak dan kenyal
  • Tidak menimbulkan nyeri
  • Mudah digerakkan
  • Tumbuh perlahan

Lipoma biasanya hanya ditangani jika mengganggu aktivitas atau menimbulkan keluhan estetika.

6. Hidradenitis Suppurativa

Hidradenitis suppurativa merupakan peradangan kronis pada kelenjar keringat yang sering muncul di area ketiak. Kondisi ini cenderung berulang dan memerlukan penanganan jangka panjang.

Gejala yang dapat muncul:

  • Benjolan nyeri yang berulang
  • Bisa pecah dan mengeluarkan nanah
  • Menyebabkan bekas luka
  • Sering kambuh di area yang sama

Penanganan biasanya memerlukan pengawasan dokter secara rutin.

7. Kanker (Perlu Kewaspadaan Khusus)

Meski jarang, benjolan di ketiak juga bisa berkaitan dengan kondisi serius seperti kanker. Beberapa jenis kanker yang dapat menimbulkan benjolan di area ini antara lain kanker payudara dan kanker kelenjar getah bening.

Benjolan yang berhubungan dengan kanker umumnya:

  • Tidak nyeri
  • Terasa keras
  • Tidak mudah digerakkan
  • Cenderung terus membesar

Karena itu, penting memahami apakah benjolan ketiak berbahaya atau tidak dengan memperhatikan gejala penyertanya.

Baca juga:  Berikut Ini 5 Peran Perawat Pada Pasien Kanker di Rumah Anda

Ciri-Ciri Benjolan di Ketiak yang Perlu Diwaspadai

Kami menyarankan untuk lebih waspada jika benjolan menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Tidak menimbulkan nyeri
  • Terasa keras dan menetap
  • Tidak mengecil setelah 2–4 minggu
  • Ukurannya bertambah besar
  • Disertai penurunan berat badan tanpa sebab
  • Demam berkepanjangan atau keringat malam
  • Perubahan kulit di sekitar ketiak
  • Muncul bersamaan dengan perubahan pada payudara

Jika mengalami satu atau lebih tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Kapan Perlu Mencari Bantuan Medis?

Kami menyarankan untuk tidak menunda pemeriksaan medis apabila Anda mengalami kondisi berikut:

  • Benjolan tidak hilang lebih dari satu bulan, meskipun sudah menjaga kebersihan dan menghindari iritasi
  • Nyeri makin berat atau menetap, terutama jika mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Benjolan sering kambuh di lokasi yang sama, meskipun sebelumnya sempat mengecil atau menghilang
  • Keluar nanah atau darah dari benjolan, yang dapat menandakan infeksi aktif
  • Disertai rasa lemas, demam, atau keringat malam, yang bisa mengindikasikan gangguan sistemik

Selain itu, kewaspadaan juga diperlukan bila benjolan terasa keras, tidak dapat digerakkan, atau ukurannya terus bertambah dalam waktu singkat.

Pada kondisi tertentu, benjolan di ketiak dapat berkaitan dengan gangguan pada kelenjar getah bening atau organ lain di sekitarnya.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh melalui pemeriksaan fisik dan riwayat keluhan. Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti USG, tes darah, atau pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan penyebab benjolan dan menentukan penanganan yang tepat.

Cara Penanganan Benjolan di Bawah Ketiak

Penanganan disesuaikan dengan penyebabnya, antara lain:

  • Infeksi ringan: kompres hangat dan menjaga kebersihan
  • Iritasi kulit: menghentikan pemicu iritasi
  • Kista atau lipoma: observasi atau tindakan medis bila perlu
  • Hidradenitis suppurativa: terapi jangka panjang
  • Kondisi serius: penanganan sesuai diagnosis dokter

Hindari memencet benjolan karena dapat memperburuk infeksi.

Cara Mencegah Munculnya Benjolan di Area Ketiak

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Menjaga kebersihan ketiak
  • Menggunakan produk perawatan yang sesuai
  • Menghindari mencukur terlalu sering
  • Memakai pakaian yang menyerap keringat
  • Menjaga daya tahan tubuh

Cari Tahu Kondisi Benjolan di Ketiak Lebih Awal

Benjolan dibawah ketiak tidak selalu menandakan kondisi berbahaya, namun juga tidak boleh diabaikan. Sebagian besar disebabkan oleh kondisi ringan, tetapi ada pula yang memerlukan perhatian medis.

Dengan mengenali penyebab dan tanda peringatannya, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Jika Anda masih ragu atau memiliki kekhawatiran, kini tersedia kemudahan pemeriksaan dokter secara online melalui Medi-Call untuk membantu mendapatkan arahan medis awal tanpa harus keluar rumah.

Dokter Pekerja Medi-Call

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun pengobatan dari tenaga medis profesional. Jika keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan langsung dengan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • Armpit Lump: Causes, Diagnosis & Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/22745-armpit-lump
  • 0. Armpit Lump [Internet]. Healthline. Healthline Media; 2015. Available from: https://www.healthline.com/health/armpit-lump‌
  • NHS website. Lumps [Internet]. nhs.uk. 2017. Available from: https://www.nhs.uk/symptoms/lumps/
  • He FJ, Zhang P, Wang MJ, Chen Y, Zhuang W. Left armpit subcutaneous metastasis of gastric cancer: A case report. World Journal of Clinical Cases [Internet]. 2019 Dec 6 [cited 2026 Feb 10];7(23):4137–43. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6906569/

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives