Jangan Terlambat! Ini Cara Mengatasi Angin Duduk saat Gejala Awal Muncul

Bingung membedakan masuk angin biasa dengan angin duduk? Simak ulasan berikut agar tahu cara mengatasi angin duduk saat gejala awalnya muncul!

Banyak orang terlambat menyadari bahwa keluhan “masuk angin” yang dirasakan merupakan kondisi yang jauh lebih serius, yaitu angin duduk. Dalam dunia medis, angin duduk dikenal sebagai angina pectoris. Ini merupakan sinyal darurat dari tubuh yang muncul karena jantung tidak memperoleh suplai oksigen yang cukup. 

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi angin duduk dengan tepat. Hal ini karena penanganan yang terlambat dapat berujung pada serangan jantung fatal. Yuk, cari tahu gejala, penyebab, hingga langkah pertolongan pertama saat mengalami angin duduk atau angina!

Apa Itu Angin Duduk?

Melansir laman Mayo Clinic, angin duduk atau angina adalah jenis nyeri dada yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Darah bertugas membawa oksigen yang dibutuhkan oleh otot jantung agar dapat memompa secara optimal. 

Ketika suplai oksigen ini tidak mencukupi, maka otot jantung akan mengalami kekurangan oksigen, sebuah kondisi yang dikenal sebagai iskemia. Jadi, angina bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala dari penyakit arteri koroner (jantung koroner). 

Pada kondisi ini, rasa sakit yang timbul sering kali digambarkan sebagai tekanan yang berat, rasa terhimpit, atau sesak di dada. Meskipun umumnya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, angina juga bisa menyerang usia produktif akibat gaya hidup yang kurang sehat.

Baca juga:  Apakah Angin Duduk Menyebabkan Kematian? Ini Jawabannya!

Gejala Angin Duduk yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala angina sejak dini merupakan langkah preventif yang wajib Anda ketahui. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, karakteristik utama dari angin duduk adalah rasa tidak nyaman di bagian tengah dada. Namun, sensasi ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. 

Berikut adalah beberapa gejala umum yang perlu Anda waspadai, seperti:

  • Nyeri Dada yang Menekan: Sensasi seperti ada beban berat yang menindih dada, meremas, atau perasaan penuh di rongga dada.
  • Penyebaran Rasa Sakit: Nyeri tak hanya terasa di dada, tetapi bisa menjalar ke bahu, lengan (terutama lengan kiri), leher, rahang, hingga punggung.
  • Sesak Napas: Rasa sulit bernapas yang sering kali menyertai nyeri dada, seolah-olah Anda habis berlari jauh padahal sedang beristirahat atau melakukan aktivitas ringan.
  • Gejala Fisik Lainnya: Penderita mengalami keringat dingin yang berlebih, rasa mual, pusing, hingga kelelahan ekstrem yang tidak wajar.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama dari angina adalah berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa memicu kondisi tersebut. 

1. Penyempitan Pembuluh Darah Jantung

Penyebab paling umum dari angin duduk adalah penyakit arteri koroner. Arteri jantung berperan menyuplai darah (kaya oksigen) ke otot jantung. Seiring waktu, zat lemak yang disebut plak dapat menumpuk di dinding arteri dan memicu kondisi yang disebut aterosklerosis. 

Penumpukan tersebut dapat mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah jadi terhambat. Akibatnya, ketika jantung harus bekerja lebih keras (misalnya saat berolahraga dan membutuhkan lebih banyak oksigen), arteri yang menyempit tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga timbullah rasa nyeri di dada.

2. Kolesterol Tinggi dan Tekanan Darah Tinggi

Kolesterol jahat (LDL) adalah bahan baku utama untuk pembentukan plak di pembuluh darah. Bila kadar kolesterol Anda tinggi, maka risiko penyumbatan arteri bisa meningkat drastis. 

Selain itu, tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol juga dapat merusak dinding arteri. Seiring waktu, kondisi ini akan membuat Anda lebih rentan terhadap penumpukan plak (aterosklerosis). 

Baca juga:  Jaga Kesehatan Anda dan Keluarga dengan Cek Kadar Kolesterol Rutin 

Kolesterol tinggi dan hipertensi pun kerap dijuluki silent killer karena tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Banyak orang baru menyadarinya ketika sudah muncul komplikasi serius, seperti serangan jantung, stroke, atau nyeri dada.

Kondisi inilah yang membuat keduanya dijuluki silent killer. Sayangnya, banyak orang baru menyadari masalah ini setelah terjadi komplikasi serius.

Melalui layanan Medical Check Up (MCU) Medi-Call, Anda bisa:

  • Mengecek kadar kolesterol dan tekanan darah secara menyeluruh
  • Mendeteksi risiko penyakit jantung dan stroke sejak dini
  • Mendapatkan evaluasi medis langsung tanpa perlu keluar rumah

MCU Medi-Call hadir ke rumah Anda, membantu deteksi dini sebelum kolesterol dan hipertensi berkembang menjadi masalah yang lebih berbahaya.

8 Layanan Medical Check Up untuk Kerja

3. Merokok dan Pola Hidup Tidak Sehat

Kandungan kimia dalam rokok dapat merusak lapisan dalam arteri. Hal ini dapat memicu penumpukan kolesterol yang berujung pada aliran darah yang terhambat. Di samping itu, pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, serta konsumsi alkohol berlebihan juga bisa memperburuk kondisi pembuluh darah Anda.

4. Stres Berlebihan dan Kurang Aktivitas Fisik

Jangan remehkan dampak stres! Ketika Anda stres, tubuh akan memproduksi hormon yang dapat mempersempit arteri dan meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini pada akhirnya membuat jantung harus bekerja lebih keras. 

Ditambah lagi dengan gaya hidup sedenter (kurang gerak) yang populer saat ini, risiko obesitas dan diabetes tipe 2 pun kian meningkat di masyarakat. Keduanya adalah faktor risiko yang kuat untuk seseorang menderita penyakit jantung koroner.

Baca juga:  4 Efek Kurang Tidur Bagi Kesehatan: Dari Obesitas Hingga Diabetes!

Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa, Salah Menanganinya Bisa Berakibat Fatal

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah pada angina, jangan panik dulu. Kepanikan hanya akan memacu jantung untuk bekerja lebih cepat dan memperburuk kondisi. Berikut adalah langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan ketika gejala awal angina muncul. 

Pertolongan Pertama saat Gejala Muncul

1. Hentikan Sejenak Aktivitas Anda

Segera hentikan apa pun yang sedang Anda lakukan. Jika Anda sedang berjalan, berhentilah. Jika Anda sedang bekerja, beristirahatlah. Duduklah sejenak pada posisi yang nyaman dan cobalah untuk tetap tenang. Mengistirahatkan tubuh dapat menurunkan kebutuhan oksigen jantung, yang bisa membantu meredakan nyeri dada akibat angina.

2. Longgarkan Pakaian yang Ketat

Pakaian yang terlalu ketat bisa menghambat sirkulasi darah dan membuat Anda merasa makin sesak. Maka, bukalah kancing kerah kemeja dan longgarkan dasi, ikat pinggang, atau pakaian dalam Anda yang terasa menekan. Tujuannya adalah untuk mempermudah pernapasan dan membuat sirkulasi darah jadi lebih lancar.

3. Minum Obat Nyeri Dada

Laman Mayo Clinic juga menyebutkan bahwa orang yang telah didiagnosis memiliki masalah jantung dan mendapatkan resep nitrogliserin, sebaiknya segera mengonsumsi obat tersebut sesuai anjuran dokter. Nitrogliserin membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke jantung dapat meningkat dan meredakan keluhan. 

Kendati demikian, penggunaan obat nitrogliserin tidak boleh sembarangan tanpa resep dokter. Pasalnya, obat ini dapat menyebabkan efek samping serius seperti penurunan tekanan darah yang drastis.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Anda harus segera mencari pertolongan medis darurat atau pergi ke IGD jika:

  • Nyeri dada tidak membaik setelah beristirahat dan minum obat.
  • Nyeri dada berlangsung lebih dari 5-10 menit.
  • Nyeri dada terasa jauh lebih berat dari biasanya dan disertai sesak napas hebat, keringat dingin mengucur deras, atau pingsan.
  • Gejala muncul saat Anda sedang beristirahat. Hati-hati, itu bisa menjadi tanda unstable angina yang merupakan awal serangan jantung.

Jangan mengambil risiko untuk menunggu gejala hilang dengan sendirinya. Makin cepat Anda mendapatkan penanganan, makin kecil pula risiko kerusakan permanen yang terjadi pada jantung. 

Karena itu, jika Anda merasakan gejala yang mencurigakan atau membutuhkan pemeriksaan kesehatan rutin, layanan dokter ke rumah bisa menjadi solusi yang lebih praktis dan nyaman. Yuk, hubungi layanan dokter visit dari Medi-Call untuk berkonsultasi dan memperoleh penanganan medis terbaik di rumah! 

Pesan layanan dokter visit Medi-Call melalui Customer Service 24 jam kapan pun Anda butuhkan. Atau download aplikasi Medi-Call di App Store dan Google Play untuk pemesanan yang lebih cepat dan mudah.

Dokter Pekerja Medi-Call

Disclaimer:

Artikel ini disusun untuk memberikan informasi dan edukasi secara umum. Konten yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis yang diberikan oleh tenaga medis. Jika Anda mengalami gejala yang dijelaskan atau memiliki masalah kesehatan khusus, kami menyarankan Anda untuk segera menghubungi tenaga medis profesional guna mendapatkan evaluasi dan saran yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • Mayo Clinic. Angina – Symptoms and Causes [Internet]. Mayo Clinic. 2024. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/angina/symptoms-causes/syc-20369373
  • Cleveland Clinic. Angina (Chest Pain): Causes, Risk Factors, Diagnosis [Internet]. Cleveland Clinic. 2022. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21489-angina
  • Mayo Clinic. Chest pain: First aid [Internet]. Mayo Clinic. 2018. Available from: https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-chest-pain/basics/art-20056705

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives