Yuk Cari Tahu Bagaimana Cara Mengobati Nyeri Dada dan Sesak Nafas

Duduk dengan posisi yang tepat dapat menjadi cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas.Nyeri dada dan sesak nafas biasanya terjadi saat seseorang tidak mendapatkan udara yang cukup di paru-paru untuk bernafas.Orang dewasa umumnya bernafas sebanyak kurang lebih dua puluh kali dalam semenit.Seseorang dapat mengalami sesak nafas dan nyeri dada mulai dari hitungan menit hingga selama beberapa hari tergantung tingkat keparahannya.Gangguan kecemasan, sakit jantung atau paru, asma, anemia dan pneumonia merupakan penyakit yang dapat menyebabkan nyeri dada serta sesak nafas.Apabila Anda mengalami sesak nafas lebih dari satu hari, nyeri pada dada, nafas tersengal-sengal, demam serta batuk sebaiknya segera hubungi dokter.Ini merupakan gejala penyakit akibat sesak nafas yang sebaiknya diperhatikan.Anda bisa menggunakan layanan panggil dokter ke rumah untuk memudahkan berobat dengan menggunakan aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam.
dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Cara Mengobati Nyeri Dada dan Sesak Nafas

Berolahraga secara rutin, istirahat yang cukup serta tidak merokok dapat mengurangi resiko serta cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas.Berikut ini cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas yang perlu Anda ketahui: 
  • Mengerucutkan bibir

Cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas yang pertama adalah dengan mengerucutkan bibir.

Ini dapat membantu mempercepat laju pernapasan dan melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru sehingga mengurangi sesak.

Caranya adalah dengan merilekskan otot leher kemudian bentuk bibir seperti ingin bersiul.

Setelah itu tarik nafas melalui hidung selama beberapa detik kemudian keluarkan perlahan melalui bibir yang mengerucut selama empat hitungan.

 
  • Mendapatkan posisi yang tepat

Cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas lainnya adalah mendapatkan posisi yang tepat.

Mendapatkan posisi duduk dan berdiri yang tepat saat mengalami nyeri dada dan sesak nafas dapat membantu mengurangi tekanan pada saluran udara dan meningkatkan pernapasan.

Duduk di atas kursi yang rata serta menghadap ke meja, kemudian condongkan dada ke depan dan letakkan tangan dan kepala di atas meja.

Bersandar ke dinding atau berdiri kemudian meletakkan kedua tangan di atas meja juga merupakan posisi yang tepat sebagai cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas.

 
  • Berbaring

Berbaring juga bisa menjadi cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas selanjutnya.

Berbaring di kasur kemudian letakkan bantal di bawah kepala dan lutut.

Ini dapat melegakan saluran udara dalam tubuh sehingga memudahkan pernapasan.

 
  • Menggunakan kipas

Menggunakan kipas angin yang digenggam mampu menjadi cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas.

Mendekatkan wajah ke arah kipas angin genggam mampu meniupkan udara ke hidung dan mulut sehingga bisa mengurangi sesak nafas.

Ini disebabkan oleh kekuatan angin yang dihembuskan kipas angin genggam membuat tubuh terasa mendapatkan udara yang cukup banyak sehingga mengurangi rasa sesak.

Akan tetapi sebaiknya hindari menggunakan kipas angin yang besar karena tidak dapat menjadi cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas.

Baca juga:  Ada 6 Penyebab Nyeri Dada pada Saat Batuk yang Perlu Diwaspadai
 
  • Minum Kopi

Minum kopi adalah cara mengobati nyeri dada dan sesak nafas lainnya.

Kandungan kafein dalam kopi mampu mengurangi ketegangan pada otot di saluran pernapasan.

Selain itu kopi juga mampu meningkatkan fungsi paru-paru hingga empat jam.

panggil perawat home care, panggil perawat lansia, perawat home care, perawat lansia, perawat orang tua, perawat lansia stroke, stroke
Medi-Call: Layanan Perawat Home Care Ke Rumah Anda
Menggunakan layanan perawat homecare saat Anda mengalami sesak nafas dapat membantu mengurangi rasa sakit.Perawat homecare mampu merawat Anda saat sesak nafas sesuai arahan dokter serta memberi obat apabila diperlukan.Anda dapat menggunakan layanan perawat homecare terpercaya dengan menggunakan aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam. 
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Arsip