Apakah Benar Efek Vaksin MMR Sebabkan Anak Kejang dan Autism?

Bagikan artikel ini

Berikut ini penjelasan mengenai apakah benar efek vaksin MMR dapat menyebabkan anak menjadi autisme serta kejang.

Vaksinasi MMR merupakan vaksin untuk melindungi tubuh dari tiga penyakit menular dan berbahaya, campak, gondongan dan rubella.

Campak adalah penyakit penyebab demam, pilek, batuk, mata berair dan timbul ruam di kulit pada penderitanya.

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, campak dapat mengakibatkan diare, infeksi telinga, pneumonia, kerusakan otak dan pada kasus yang teburuk adalah kematian.

Sedangkan gondongan adalah peradangan pada kelenjar ludah akibat infeksi virus dan membuat penderitanya menjadi bengkak di area kelenjar ludah, nyeri otot serta demam.

Gondongan dapat menyebabkan komplikasi pada penderitanya apabila tidak kunjung membaik seperti infeksi sumsum tulang belakang, gangguan pendengaran maupun infeksi jaringan otak.

Dan rubella merupakan penyakit yang mengakibatkan demam serta ruam yang parah pada penderitanya akibat infeksi virus.

Baca juga:  Manfaat Pemberian Vaksin MMR untuk Orang Dewasa

Timbul ruam di kulit, demam yang tidak kunjung membaik serta adanya pembengkakan di tenggorokan merupakan gejala infeksi virus campak, gondongan maupun rubella.

Sebaiknya segera hubungi dokter Medi-Call melalui aplikasi atau Call-Center 24 Jam apabila Anda mengalami gejala seperti di atas agar mendapatkan penangan dengan segera di rumah.

Ini dikarenakan infeksi virus ketiga penyakit tersebut mudah menular sehingga sebaiknya orang dengan gejala infeksi tidak banyak melakukan aktivitas di rumah.

banner blog dokter Medi-Call
Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah Anda

Efek Vaksin MMR

Banyak kabar yang terdengar bahwa efek vaksin MMR dapat menyebabkan anak menjadi autisme.

Namun The Western Journal of Medicine pada tahun 2001 menyatakan bahwa tidak ada hubungannya efek vaksin MMR dapat menyebabkan anak menjadi autisme.

Peningkatan kasus autisme pada anak sejak tahun 1979 bukan dikarenakan efek vaksin MMR melainkan adanya perubahan cara dokter dalam mendiagnosa autisme pada anak.

Ini menyebabkan kasus autisme meningkat, namun bukan sebagai efek samping dari vaksin MMR.

Jurnal yang diterbitkan Journal of the American Medical Association di tahun 2015 juga menunjukkan tidak adanya hubungan antara efek vaksin MMR dengan autisme pada anak.

Selain itu CDC (Center for Disease Control and Prevention) menyatakan bahwa efek vaksin MMR juga tidak menyebabkan anak menjadi kejang.

Baca juga:  Bunda, Berikut Efek Samping Imunisasi DPT pada Anak

Lebih lanjut, vaksinasi MMR memiliki beberapa efek samping yang sama dengan kebanyakan vaksinasi lainnya, yaitu demam, timbul bengkak dan kemerahan pada area yang disuntik.

Efek vaksin MMR lainnya juga dapat menyebabkan gatal-gatal dan kekakuan sementara pada sendi.

Namun semua efek vaksin MMR ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Sebaiknya bertanya kepada dokter Medi-Call melalui aplikasi untuk mengetahui informasi lebih lanjut dan terpercaya mengenai efek samping vaksin MMR.

PCR Swab Test Medi-Call
Medi-Call: Layanan PCR Swab di Lokasi Anda

CDC menuliskan bahwa risiko dari infeksi virus campak, gondongan dan rubella jauh lebih berbahaya daripada efek samping vaksinasi MMR.

Pada tahun 2019 tercatat oleh WHO (World Health Organization) ada 200 ribu kasus kematian di dunia disebabkan oleh campak.

Sedangkan jika ibu hamil terkena infeksi rubella dapat menyebabkan bayi mengalami cacat lahir serius seperti tuli, kerusakan pada jantung dan hati serta cacat intelektual.

Dilansir dari webmd, sebanyak 20% wanita hamil yang terinfeksi rubella akan mengalami masalah kehamilan dan bayi cacat lahir serius.

Selain itu di beberapa negara seperti Eropa, Afrika Selatan dan Filipina virus campak, gondongan dan rubella masih mewabah.

Oleh karena itu penting mendapatkan vaksinasi MMR untuk anak-anak dari usia satu tahun hingga dua belas tahun, ibu hamil serta orang yang akan bepergian ke luar negeri.

Vaksinasi MMR dapat dilakukan bersama dokter Medi-Call di rumah saja untuk melindungi keluarga dari infeksi virus dengan menggunakan aplikasi atau hubungi Call-Center 24 Jam.

vaksin di rumah, vaksinasi di rumah, pesan vaksin, vaksin rabies, vaksin VAR, vaksin SAR, vaksin meningitis, vaksin influenza, vaksin difteri, medi-call, medicall
Medi-Call: Layanan Vaksin di Rumah Anda
Gejala
Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog
DMCA.com Protection Status
Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda