Gejala Infeksi Lambung Kronis yang Harus Diwaspadai

Bagikan artikel ini

Gejala infeksi lambung kronis merupakan kondisi terparah yang dapat berbahaya apabila tidak segera mendapatkan perawatan.

Lambung adalah organ tubuh yang menghasilkan asam untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri di dalam perut.

Lambung dapat memproduksi lendir sebagai pelindung alami bagi dinding lambung sehingga tidak rusak.

Lendir tidak hanya melindungi dinding lambung, tetapi juga melindungi duodenum (bagian pertama usus kecil). 

Pada orang yang sehat atau normal memiliki jumlah lendir pelindung dan asam lambung yang seimbang.

Gastritis atau infeksi lambung tahap awal terjadi karena jumlah asam lambung lebih banyak daripada lendir pelindung sehingga asam lambung mampu mengikis dinding lambung.

Selain itu, infeksi lambung juga dapat disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang menyerang dinding lambung sehingga lambung dan usus kecil terluka. 

Infeksi lambung yang kronis karena tidak ditangani secepat mungkin bisa menyebabkan berbagai komplikasi lambung seperti tukak lambung (peptic ulcer), penyakit asam lambung (GERD), lubang di dinding lambung (perforasi lambung), peradangan lambung (gastritis), dan kanker lambung.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Gejala Infeksi Lambung 

Pada awalnya, dunia kedokteran menduga tukak lambung disebabkan oleh stres berat terhadap pencernaan sehingga cairan asam meningkat di lambung sehingga dinding lambung iritasi.

Namun, berbagai penelitian modern telah menemukan penyebab utama infeksi lambung adalah bakteri H. pylori yang hidup di lapisan lendir dalam saluran pencernaan manusia.

Gejala umum infeksi lambung akibat bakteri H. pylori mirip dengan sakit maag.

Penderita hanya merasa nyeri dan sensasi panas pada ulu hati. Rasa nyeri terasa lebih intens saat perut kosong, tetapi rasa tersebut mereda setelah makan sehingga hanya dianggap maag.

Infeksi atau tukak lambung tidak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan komplikasi seperti kanker Limfoma non-Hodgkin, kanker lambung, dan kanker usus.

Gejala infeksi lambung umumnya perut terasa nyeri bahkan saat makan, minum, tidak ada nafsu makan, mual dan muntah, perut begah atau kembung; sering bersendawa, ada sensasi panas di dada, berat badan turun drastis, sulit menelan, demam, dan nafas berbau tidak sedap.

Baca juga:  Atasi Gejala Maag, Cara Mencegah Penyakit Maag Kambuh
 

Gejala yang dirasakan oleh penderita infeksi lambung tahap awal antara lain mual, muntah, kembung, dan nyeri atau perih di perut.

Sedangkan gejala infeksi lambung kronis atau telah menjadi tukak lambung (stomach ulcer) antara lain:

  • Sakit di bawah tulang dada atau tepat di atas perut.
  • Perut kembung, mual dan sering muntah, badan terasa tidak enak.
  • Muntah darah.
  • Berat badan menurun drastis. 
  • Buang air besar berwarna hitam. 

Apabila muncul gejala infeksi lambung kronis segera periksakan dengan dokter, dapatkan layanan kesehatan langsung ke rumah Anda melalui aplikasi Medi-Call atau menghubungi call-center 24 jam Medi-Call.

medi-call, medicall, dokter ke rumah, perawat ke rumah, bidan ke rumah, fisioterapi ke rumah, perawat luka, perawat bayi, perawat home care, perawat lansia, infus vitamin c, vitamin c, vaksin
Medi-Call: Layanan Tenaga Medis Ke Lokasi Anda

Perawatan Gejala Infeksi Lambung Kronis

Gejala infeksi lambung kronis muncul akibat pola hidup yang tidak sehat.

Langkah pemeriksaan yang dilakukan antara lain tes darah dan tinja; urea breath test atau uji napas urea; dan endoskopi.

Setelah memastikan infeksi lambung yang dialami oleh pasien maka dokter akan memberikan beberapa jenis obat-obatan untuk dikonsumsi antara lain proton-pump inhibitors (PPI), H2-receptor antagonist atau H2RA, gastroprotektor, dan antibiotic seperti amoksisilin, metronidazole, tetracycline.

Setelah satu bulan atau 4 minggu pasien mengkonsumsi obat, dokter akan menyarankan untuk menjalani pemeriksaan kembali.

Tujuannya adalah melihat keadaan lambung pasien dan mengevaluasi penyebab infeksi lambung telah berhasil dibasmi.

Selama masa penyembuhan, pasien harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat seperti menghindari minuman beralkohol dan konsumsi makanan yang sehat.

DMCA.com Protection Status