Hipertensi pada Lansia: Risiko & Penanganannya!

Kenali risiko, gejala, dan cara mengatasi hipertensi pada lansia agar tekanan darah tetap terkontrol dan kesehatan tetap terjaga.

Hipertensi pada lansia adalah kondisi meningkatnya tekanan darah yang cukup sering terjadi seiring pertambahan usia. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena bisa berlangsung tanpa keluhan jelas, tetapi tetap meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.

Karena itu, kami selalu menyarankan keluarga untuk rutin melakukan pemeriksaan, termasuk melalui layanan cek kesehatan untuk lansia dengan hipertensi agar kondisi kesehatan tetap terpantau.

Seiring penuaan, elastisitas pembuluh darah menurun dan metabolisme tubuh berubah. Hal tersebut membuat hipertensi pada lansia menjadi kondisi yang perlu perhatian khusus agar kualitas hidup tetap terjaga.

Baca juga:  Apa Saja Penyebab Penyakit Hipertensi yang Perlu Anda Ketahui

Risiko Tekanan Darah Tinggi pada Usia Lanjut

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah pada usia lanjut, antara lain:

1. Penuaan alami tubuh

Seiring bertambahnya usia, dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku dan elastisitasnya menurun. Kondisi ini membuat aliran darah membutuhkan tekanan lebih besar agar tetap lancar. Selain itu, fungsi organ seperti ginjal dan jantung juga ikut berubah, sehingga regulasi tekanan darah tidak seefektif saat usia muda.

2. Gaya hidup kurang sehat

Pola makan tinggi garam, lemak jenuh, dan makanan olahan dapat memicu peningkatan tekanan darah. Kurangnya aktivitas fisik juga membuat metabolisme melambat, berat badan naik, dan kerja jantung menjadi lebih berat. Kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebih turut memperburuk kondisi pembuluh darah.

3. Faktor genetik dan berat badan

Riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi serupa. Obesitas atau kelebihan berat badan juga memberi beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah, sehingga berkontribusi pada risiko hipertensi pada orang tua.

4. Penyakit penyerta

Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes, gangguan ginjal, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung dapat memicu atau memperparah tekanan darah tinggi. Lansia dengan penyakit kronis biasanya membutuhkan pemantauan tekanan darah lebih rutin.

5. Konsumsi obat tertentu

Beberapa obat, misalnya obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat flu tertentu, atau terapi hormon, dapat mempengaruhi tekanan darah jika digunakan jangka panjang. Karena itu, penting bagi lansia untuk berkonsultasi sebelum mengonsumsi obat secara rutin.

Jika tidak terkontrol, faktor-faktor tersebut dapat memperbesar kemungkinan komplikasi serius akibat hipertensi pada lansia.

Baca juga:  Ciri Penyakit Hipertensi yang Perlu Diperhatikan Sejak Dini 

Gejala Tekanan Darah Tinggi Lansia

Tidak semua penderita merasakan gejala spesifik. Namun beberapa tanda berikut sering muncul:

1. Sakit Kepala, Terutama di Pagi Hari

Sakit kepala akibat tekanan darah tinggi biasanya terasa di bagian belakang kepala atau tengkuk dan sering muncul setelah bangun tidur. Kondisi ini terjadi karena peningkatan tekanan pada pembuluh darah otak. Pada lansia, keluhan ini sering dianggap wajar akibat kelelahan atau usia, padahal bisa berkaitan dengan hipertensi pada lansia.

2. Pusing atau Rasa Melayang

Pusing dapat muncul akibat aliran darah ke otak yang tidak stabil. Lansia dengan tekanan darah tinggi kadang merasakan sensasi tidak seimbang, kepala terasa ringan, atau seperti akan jatuh. Kondisi ini perlu diwaspadai karena juga dapat meningkatkan risiko cedera akibat jatuh.

3. Penglihatan Kabur

Tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil di retina mata. Akibatnya, penglihatan bisa menjadi kabur, berbayang, atau terasa tidak fokus. Bila berlangsung lama, kondisi ini berisiko menyebabkan gangguan penglihatan permanen sehingga pemeriksaan kesehatan mata dan tekanan darah sebaiknya rutin dilakukan.

4. Nyeri Dada atau Telinga Berdenging

Nyeri dada bisa muncul karena jantung bekerja lebih keras saat tekanan darah meningkat. Sementara itu, telinga berdenging (tinnitus) kadang terjadi akibat perubahan aliran darah di sekitar telinga. Kedua gejala ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika muncul berulang pada lansia.

5. Pembengkakan pada Kaki atau Tangan

Pembengkakan atau edema dapat terjadi ketika sirkulasi darah tidak optimal atau ada gangguan fungsi jantung dan ginjal. Pada sebagian kasus, kondisi ini berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang sudah berlangsung lama.

Kami sering mengingatkan bahwa keluhan ringan tetap perlu diperhatikan karena bisa berkaitan dengan hipertensi pada lansia yang tidak terdeteksi sebelumnya. Pemeriksaan tekanan darah rutin tetap menjadi langkah penting.

Baca juga:  Hindari Darah Tinggi, Berikut Cara Mencegah Hipertensi Pada Lansia

Cara Penanganan Hipertensi pada Lansia

1. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan kebiasaan harian menjadi langkah awal yang sering dianjurkan dokter. Lansia sebaiknya membatasi konsumsi garam, makanan tinggi lemak jenuh, serta makanan olahan karena dapat memicu kenaikan tekanan darah.

Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, senam lansia, atau peregangan juga membantu menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah. Tidur cukup, menjaga berat badan ideal, serta mengelola stres melalui aktivitas relaksasi turut membantu mengontrol hipertensi pada lansia dan mengurangi risiko komplikasi.

2. Pengobatan Medis

Jika perubahan gaya hidup belum cukup, dokter biasanya meresepkan obat antihipertensi. Jenis obat yang diberikan bisa berbeda pada tiap lansia, tergantung kondisi kesehatan, riwayat penyakit lain, serta respons tubuh terhadap terapi.

Kepatuhan minum obat sangat penting karena penghentian tanpa arahan medis dapat menyebabkan tekanan darah kembali meningkat. Pemeriksaan berkala juga membantu dokter menilai efektivitas pengobatan.

3. Pemantauan Tekanan Darah Secara Rutin

Pemantauan rutin membantu mengetahui apakah tekanan darah berada dalam batas aman. Lansia dapat melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan atau menggunakan alat ukur tekanan darah di rumah dengan pendampingan keluarga.

Pemantauan yang konsisten membantu mendeteksi perubahan sejak dini sehingga penyesuaian terapi bisa segera dilakukan.

4. Pengaturan Pola Makan Seimbang

Selain mengurangi garam, lansia dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian, serta protein rendah lemak. Asupan kalium, magnesium, dan serat diketahui membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Mengatur jadwal makan teratur juga membantu metabolisme tubuh bekerja lebih optimal.

5. Edukasi dan Dukungan Keluarga

Peran keluarga cukup penting dalam pengelolaan tekanan darah tinggi pada lansia. Dukungan dalam mengingatkan jadwal minum obat, menjaga pola makan, serta menemani aktivitas fisik dapat meningkatkan kepatuhan terapi dan kualitas hidup lansia.

6. Pengelolaan Penyakit Penyerta

Hipertensi pada usia lanjut sering berkaitan dengan penyakit lain seperti diabetes, kolesterol tinggi, atau gangguan ginjal. Penanganan kondisi tersebut secara bersamaan membantu menjaga tekanan darah lebih stabil dan menurunkan risiko komplikasi.

7. Menjaga Kesehatan Mental dan Sosial

Kondisi psikologis juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Aktivitas sosial, hobi ringan, serta komunikasi dengan keluarga dapat membantu menjaga suasana hati tetap baik. Lansia yang merasa tenang dan didukung secara emosional cenderung memiliki kontrol tekanan darah yang lebih baik, termasuk pada kasus hipertensi pada lansia.

Baca juga:  Jasa Perawat Home Care Tanpa Biaya Admin

Yuk, Cek Tekanan Darah Lansia Rutin!

Hipertensi pada lansia merupakan kondisi umum yang memerlukan perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta pengobatan sesuai anjuran dokter dapat membantu menjaga kondisi tetap terkendali.

Jika membutuhkan pemeriksaan berkala, Medi-Call menyediakan layanan medical checkup hipertensi lansia untuk membantu pemantauan hipertensi pada lansia secara lebih optimal.

Jangan tunggu sakit baru periksa! Booking paket Medical Check Up Medi-Call sekarang dan lakukan pemeriksaan lengkap langsung di rumah. Cepat, efisien, dan terpercaya. Amankan jadwal Anda hari ini dengan menghubungi Customer Service 24 jam Medi-Call atau download aplikasi Medi-Call di App Store dan Play Store sekarang juga!

8 Layanan Medical Check Up untuk Kerja

Disclaimer medis: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis. Jika memiliki keluhan atau riwayat tekanan darah tinggi, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • Lionakis N. Hypertension in the elderly. World Journal of Cardiology [Internet]. 2012 May 26;4(5):135. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3364500/
  • Benetos A, Petrovic M, Strandberg T. Hypertension Management in Older and Frail Older Patients. Circulation Research [Internet]. 2019 Mar 28;124(7):1045–60. Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIRCRESAHA.118.313236#:~:text=The%202017%20American%20College%20of,the%20age%20of%2065%20years.&text=The%202018%20guidelines%20propose%20a,individuals%20older%20than%2065%20years.
  • National Institute on Aging. High Blood Pressure and Older Adults [Internet]. National Institute on Aging. 2022. Available from: https://www.nia.nih.gov/health/high-blood-pressure/high-blood-pressure-and-older-adults

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives