Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Mengatasi Jahitan Operasi Robek

Bagikan artikel ini

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi jahitan operasi robek? Berikut yang harus dilakukan untuk mencegah terkena infeksi pada jahitan.

Ketika sayatan bekas jahitan operasi mulai terbuka, ini disebut sebagai dehiscence atau gangguan luka.

Jahitan operasi yang robek biasanya paling sering terjadi 3 sampai 10 hari setelah operasi.

Meskipun jahitan robek ini dapat terjadi setelah operasi apa pun, tapi ini cenderung paling sering terjadi pada operasi yang terjadi di bagian perut maupun kardiotoraks.

Tanda-tanda jahitan operasi robek adalah terlihatnya ada salah satu jahitan yang lepas, atau terlepasnya lem yang menahan jahitan.

Ini dapat membuat luka menjadi menganga dan membuat ruang di antara sisi sayatan sehingga organ tubuh sedikit terlihat.

Lubang kecil sekalipun dapat memungkinkan benda asing seperti bakteri masuk ke dalam luka.

Hal ini meningkatkan kemungkinan luka Anda menjadi terinfeksi dan semakin terbuka.

Bila Anda adanya jahitan yang terbuka, diikuti dengan rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan, berdarah dan drainase cairan lain maka sebaiknya segera hubungi dokter.

Anda bisa memanggil dokter Medi-Call datang ke rumah untuk memeriksa kondisi jahitan dengan menghubungi Call-Center 24 Jam atau gunakan aplikasi Medi-Call.

Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda

Mengatasi Jahitan Operasi Robek

Jika luka sayatan yang terbuka terbilang kecil, maka mengatasi jahitan operasi robek mungkin tidak terlalu perlu dilakukan karena luka akan menutup dengan sendirinya.

Namun jika luka yang terbuka cukup besar, maka diperlukan mengatasi jahitan operasi robek yang tepat agar tidak terbuka kembali.

Apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jahitan operasi robek? Simak artikel berikut ini:

 

  • Obat anti nyeri dan antibiotik

 

Saat terjadi jahitan operasi yang robek, pasien mungkin akan merasakan nyeri.

Baca juga:  Berapa Tarif Layanan Jasa Home Care di Indonesia?

Oleh karenanya, dokter mungkin akan meresepkan obat anti nyeri sebagai cara mengatasi jahitan operasi robek.

Kemudian jika Anda mengalami infeksi atau berisiko tinggi terkena infeksi karena luka terbuka, dokter Anda mungkin akan meresepkan antibiotik.

Ini berfungsi untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan kuman penyebab infeksi.

 

  • Mengangkat jaringan yang mati

 

Mengatasi jahitan operasi robek selanjutnya adalah mengangkat jaringan yang mati.

‌Sel yang mati atau rusak dapat menghambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Dokter mungkin memberikan jenis perban luka khusus untuk membantu tubuh mengangkat sel-sel mati.

Jika terdapat banyak jaringan mati dan lukanya cukup dalam, mungkin diperlukan pembedahan lebih lanjut untuk mengangkatnya.

 

  • Terapi luka tekanan negatif

 

Terapi luka tekanan negatif (NPWT) digunakan untuk mengatasi luka yang tidak kunjung sembuh, terutama jika banyak cairan yang keluar dari luka.

Ini dapat membantu mencegah infeksi, meningkatkan aliran darah, menghilangkan cairan berlebih, dan mendorong pertumbuhan jaringan baru.

Lukanya ditutup dengan balutan khusus yang mempunyai bukaan kecil kemudian dipasangkan tabung yang dihubungkan ke pompa. 

Saat pompa dihidupkan, pompa akan mengeluarkan cairan dan infeksi dari luka dengan lembut.

Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda
Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda

Jika sudah melakukan cara mengatasi jahitan operasi robek di atas, Anda tetap harus merawat luka jahitan dengan hati-hati.

Hindari mengangkat beban terlalu berat, beraktivitas yang berat serta beristirahat dengan cukup.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan jasa perawat luka untuk membantu merawat luka pasca operasi.

Perawat luka Medi-Call dapat datang ke rumah untuk membantu merawat luka dengan tepat.

Anda bisa menghubungi Call-Center 24 Jam atau gunakan aplikasi Medi-Call.

DMCA.com Protection Status