Mitos Perawatan Tali Pusat, Ternyata Begini Cara Perawatan yang Benar!

Bagikan artikel ini

Salah satu kesalahan dalam perawatan tali pusat adalah belum bisa membedakan mitos perawatan tali pusat dengan fakta perawatan yang tepat.

Tali pusat atau bisa juga disebut sebagai tali pusar merupakan tali yang menghubungkan bayi dengan ibunya melalui pemberian oksigen dan nutrisi selama kehamilan.

Tali pusat juga membawa produk limbah dari bayi sehingga tubuh ibu dapat membuangnya.

Setelah Anda melahirkan, dokter menjepit dan memotong tali pusat.

Tali pusat tidak memiliki saraf, jadi baik ibu maupun bayi tidak akan merasakan apapun saat ini dipotong.

Setelah dipotong, tunggul kecil akan tertinggal di perut bayi, panjangnya bisa berkisar antara setengah inci hingga satu inci.

Pada awalnya, tunggulnya mungkin terlihat mengkilat dan kuning namun saat mengering, warnanya bisa berubah menjadi coklat atau abu-abu atau bahkan keunguan atau biru. 

Kemudian akan mengerut dan menjadi hitam sebelum jatuh dengan sendirinya.

Baca juga:  Ini Cara Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir yang Tepat

Mitos Perawatan Tali Pusat

Masih banyak beredar di kalangan masyarakat mengenai mitos mitos perawatan tali pusat.

Mitos perawatan tali pusat hadir dikarenakan adanya tradisi turun-temurun dan minimnya edukasi tentang perawatan bayi, membuat masyarakat lebih mempercayai mitos.

Nyatanya, tidak semua mitos yang beredar di masyarakat harus dipercaya dan dilakukan loh Bunda.

Berikut ini beberapa mitos perawatan tali pusat yang banyak beredar di masyarakat:

  • Menaruh koin di pusar

Ada sebuah mitos perawatan tali pusat yaitu jika menaruh koin di area pusar bayi baru lahir dapat menghindari pusar berbentuk bodong.

Padahal faktanya, usus bodong disebabkan karena usus, lemak atau cairan pada tubuh yang terdorong melalui lubang bagian otot perut bayi atau dalam istilah medis disebut hernia umbilikalis.

  • Tidak boleh mencabut tali pusat

Ada lagi mitos perawatan tali pusat adalah tidak boleh mencabutnya karena dapat membawa kesialan bagi bayi.

Karena menurut mitos tali pusat merupakan pusat kehidupan, dan menghubungkan bayi dengan dunia spiritual.

Padahal memotong tali pusat dalam dunia medis dapat membantu tubuh bayi agar mulai memproduksi sel darah merah dan menyediakan oksigen ke organ vital.

Selain itu, tali pusat juga harus dipotong untuk mengurangi risiko infeksi serta mendapatkan terlalu banyak darah dari plasenta.

  • Memberikan betadine atau alkohol

Banyak mitos perawatan tali pusat yang memberikan betadine atau alkohol karena dinilai mampu mencegah infeksi dan juga menjaga kebersihan tali pusar.

Nyatanya, tali pusar tidak perlu diberikan apapun loh Bunda dan harus selalu dalam keadaan kering dan bersih.

Memberikan betadine dapat menyebabkan gangguan tiroid pada bayi karena mengandung povidone yodium yang bisa masuk ke aliran darah.

Layanan Mother Care Medi-Call
Medi-Call: Layanan Perawatan Ibu di Rumah

Bunda, daripada bingung dengan mitos mitos perawatan tali pusat yang beredar di masyarakat, lebih baik bertanya pada bidan Medi-Call yang sudah berpengalaman.

Layanan bidan Medi-Call cepat, tanggap dan bisa konsultasi dari rumah saja melalui aplikasi Medi-Call atau hubungi Customer Service 24 Jam.

Jadi tidak ada lagi perawatan untuk Sang Buah Hati yang salah karena terbawa mitos.

Baca juga:  Si Kecil Sulit Bernapas dan Batuk? Waspada Gejala Pneumonia pada Bayi

Cara Perawatan Tali Pusat

Bunda, lalu kira-kira bagaimana cara merawat tali pusat yang benar dan sesuai ketentuan medis?

Berikut ini penjabaran cara perawatan tali pusat di rumah yang benar:

  • Menjaga pusar tetap kering

Setelah tali pusar dipotong, Bunda harus menjaga area pusar atau tunggul agar tetap kering.

Keringkan bagian pusar dengan alami menggunakan udara dan jangan ditutup dengan apapun.

Jaga agar bagian depan popok bayi tetap terlipat ke bawah, sehingga tidak menutupi bagian pusar atau potong kecil popok dengan gunting dan gunakan selotip untuk menutup ujungnya.

  • Membersihkan pusar

Cairan bening atau berlumuran darah mungkin merembes keluar di sekitar tunggul tali pusat. 

Jika Anda melihatnya, bersihkan dengan kapas basah tanpa diberikan alkohol atau betadine.

Anda mungkin perlu menekan perlahan kulit di sekitar tunggul tali pusat untuk menjangkau semua cairan, dan mungkin perlu sedikit membengkokkan tunggul kabelnya. 

Jika sudah keringkan bagian pusar dengan kain bersih lalu biarkan terkena udara selama beberapa saat agar cepat kering.

  • Saat mandi

Saat mandi, Anda bisa merawat tali pusat dengan kain atau waslap yang sudah dibasahi dengan air hangat.

Anda bisa mengoleskan sedikit sabun mandi jika mau untuk menghilangkan kotoran agar tidak infeksi.

Jika sudah keringkan dengan handuk kering atau waslap.

  • Jangan mencabut paksa

Apabila tunggu bayi belum terlepas sepenuhnya, maka biarkan lepas dengan sendirinya.

Jangan mencabut paksa tunggul bayi.

Meskipun terlihat sepele, akan tetapi tali pusat perlu mendapatkan perawatan yang baik agar Buah Hati tidak infeksi.

Apabila Bunda bingung dan tidak tahu bagaimana cara merawat tali pusat yang baik dan benar, jangan khawatir.

Medi-Call menyediakan layanan perawatan tali pusat oleh perawat bayi Medi-Call.

Layanan perawatan tali pusat ini datang ke rumah sehingga memudahkan Bunda dan Buah Hati.

Hanya cukup menghubungi Customer Service 24 Jam atau menggunakan aplikasi Medi-Call untuk mendapatkan perawatan tali pusat bersama perawat bayi Medi-Call.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog
DMCA.com Protection Status