fbpx

Ketahui Pentingnya Vaksin untuk Mencegah Kanker Serviks

Bagikan artikel ini

Pentingnya vaksin untuk mencegah kanker serviks harus diketahui karena efektif mampu mencegah berkembangnya kanker serviks.

Secara global, kanker serviks berada pada peringkat keempat sebagai kanker yang paling sering terjadi pada wanita dengan angka kematian sekitar 300.000 setiap tahunnya. 

Vaksin kanker serviks bekerja dengan cara mencegah penularan Human papillomavirus (HPV) yang merupakan salah satu penyebab utama dari kanker serviks. 

Pemahaman tentang pentingnya vaksin untuk mencegah kanker serviks harus Anda miliki karena sampai saat ini, belum ditemukan pengobatan khusus untuk melawan HPV selain vaksinasi. 

medi-chat, medi-call, medicall, konsultasi dokter, dokter konsultasi, konsultasi dengan dokter
Medi-Chat: Gratis Tanya Dokter Di Aplikasi Medi-Call

Pentingnya Vaksin Untuk Mencegah Kanker Serviks

Human papillomavirus atau HPV adalah jenis virus yang keberadaannya sangat umum di seluruh dunia, ada lebih dari 100 jenis HPV dan setidaknya 14 diantaranya beresiko tinggi menyebabkan kanker serviks. 

HPV umumnya ditularkan melalui kontak seksual, kebanyakan orang akan terinfeksi HPV tak lama setelah melakukan aktivitas seksual. 

Hal yang menambah betapa pentingnya vaksin untuk mencegah kanker serviks adalah kenyataan bahwa infeksi HPV tidak dapat dideteksi dengan cepat. 

Hal ini disebabkan karena infeksi ini seringkali tidak menunjukkan gejala khusus, bahkan bisa muncul bertahun-tahun setelah tertular. 

Salah satu gejala khas yang muncul adalah benjolan kecil pada alat kelamin. 

Infeksi HPV umumnya terjadi pada orang dewasa, sekitar 9 dari 10 kasus infeksi HPV sembuh sendiri dan tidak menyebabkan masalah. 

Namun, infeksi HPV ini tetap dianggap berbahaya karena infeksi yang berkepanjangan dapat memicu kanker serviks, inilah alasan pentingnya vaksin untuk mencegah kanker serviks sejak dini. 

Pada orang dengan daya tahan tubuh normal, kanker serviks akan berkembang 15 hingga 20 tahun setelah terkena infeksi HPV, sedangkan untuk orang dengan daya tahan tubuhnya lemah seperti penderita HIV/AIDS kanker akan berkembang setelah 5 sampai 10 tahun.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Ketentuan dari vaksin HPV 

Pentingnya vaksin untuk mencegah kanker serviks ini akan lebih terasa apabila diberikan kepada kelompok orang yang sama sekali belum terpapar HPV. 

Oleh karena itulah, anak-anak berusia 9-12 tahun yang belum aktif secara seksual menjadi kelompok usia yang diutamakan mendapatkan vaksin HPV. Akan tetapi, semua kalangan umur tetap harus mendapatkan vaksin.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang pemberian vaksin HPV

  • Vaksin direkomendasikan diberikan kepada anak laki-laki dan perempuan pada usia 11 sampai 12. Vaksinasi HPV dapat dimulai sejak usia 9.
  • Anak-anak di bawah usia 15 tahun hanya perlu diberikan vaksin sebanyak dua kali
  • Anak-anak di atas usia 15 tahun serta orang dewasa mendapatkan vaksin sebanyak tiga kali.
  • Rentang waktu antara suntikan pertama dengan berikutnya adalah 6 bulan untuk anak di bawah 15 tahun dan 6-12 bulan untuk orang dewasa dan anak di atas 15 tahun.
  • Konsultasikan pada dokter apabila Anda mendapatkan vaksin pertama namun melewati vaksin berikutnya.

Apabila Anda berencana mendapatkan vaksin HPV dan memiliki alergi terhadap lateks atau ragi, diskusikan dengan dokter terlebih dahulu karena ada kemungkinan munculnya reaksi alergi.

Layaknya vaksinasi lainnya, vaksin HPV dapat menimbulkan efek samping bagi penerimanya, antara lain:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di lengan tempat suntikan diberikan
  • Pusing atau pingsan (pingsan umumnya terjadi pada kalangan remaja)
  • Mual
  • Sakit kepala

Meskipun vaksin ini memiliki efek samping, pentingnya vaksin untuk mencegah kanker serviks  jauh lebih besar daripada resiko yang ada. 

Studi menunjukkan bahwa vaksin HPV aman dan sangat efektif dalam mencegah infeksi berkembang menjadi kanker serviks.

Di antara wanita yang telah menerima vaksin HPV, kanker serviks yang disebabkan oleh HPV secara signifikan turun sekitar 40%.

Konsultasikan lebih lanjut mengenai vaksin HPV dengan dokter dan dapatkan layanan vaksin di rumah melalui aplikasi Medi-Call.

vaksin di rumah, vaksinasi di rumah, pesan vaksin, vaksin rabies, vaksin VAR, vaksin SAR, vaksin meningitis, vaksin influenza, vaksin difteri, medi-call, medicall
Medi-Call: Layanan Vaksin di Rumah Anda
Gejala
Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.