Apa yang Harus Dilakukan Sebagai Cara Mengatasi Dada Sakit Setelah Makan?

Pernahkah Anda setelah makan makanan yang enak dan mengenyangkan, namun tiba-tiba dada terasa sakit? Jangan panik, berikut cara mengatasi dada sakit setelah makan!

Sakit pada area dada setelah makan mungkin bukanlah hal yang Anda harapkan, terutama setelah mengkonsumsi berbagai makanan yang lezat. Sakit pada area dada ini membuat jantung terasa seperti terbakar dan dicengkram hebat.

Anda mungkin bertanya-tanya apakah sakit pada area dada yang timbul setelah makan merupakan tanda dari penyakit jantung? Dada sakit setelah makan ini disebabkan oleh berbagai macam penyebab, tidak hanya karena jantung saja.

Meningkatnya asam lambung akibat mengkonsumsi makanan yang pedas dan berlemak ternyata juga bisa menjadi penyebab dada sakit setelah makan.

Baca juga:  Apa Saja Gejala Asam Lambung Parah dan Cara Mengatasinya

Selain itu, adanya masalah pada otot juga bisa menjadi penyebab dada sakit setelah makan.

Apabila Anda mengalami sesak di dada hingga menjalar ke bagian punggung, sulit bernafas dan pusing.

Sebaiknya segera hubungi dokter Medi-Call datang ke rumah untuk mendapatkan penanganan dengan segera dengan cara menghubungi Customer Service 24 Jam atau gunakan aplikasi Medi-Call.

Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah

Maag kambuh terus setelah makan lalu muncul keluhan nyeri atau rasa terbakar di dada tentu sangat mengganggu aktivitas Anda. Cara Mengatasi Dada Sakit Setelah Makan perlu dilakukan dengan hati-hati, karena keluhan ini bisa terkait penyakit maag, reflux asam lambung, hingga masalah jantung tertentu. 

Baca juga:  Atasi Gejala Maag, Cara Mencegah Penyakit Maag Kambuh

Nyeri boleh saja berkurang dengan istirahat, namun penanganan tetap sebaiknya mengikuti anjuran tenaga medis. Jika keluhan sering muncul, apalagi mengganggu makan dan tidur, pemeriksaan kesehatan menyeluruh seperti medical check up sangat disarankan untuk menilai kondisi lambung, kerongkongan, maupun faktor risiko lain. 

Anda dapat mempertimbangkan layanan MCU home care yang membuat pemeriksaan laboratorium dan kesehatan dasar dapat dilakukan di rumah dengan tenaga medis profesional.

Cara Mengatasi Dada Sakit Setelah Makan

Perlu diingat, pertolongan pertama di rumah bukan pengganti pemeriksaan dokter, terutama bila nyeri bersifat berat, menjalar ke lengan atau rahang, disertai sesak, keringat dingin, atau pingsan.  Kondisi ini bisa mengarah ke kegawatdaruratan jantung dan harus segera dibawa ke IGD atau menghubungi dokter sesegera mungkin.

1. Jangan Langsung Tiduran

Setelah makan, usahakan Anda tidak langsung berbaring datar karena posisi ini dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Pada orang dengan penyakit refluks gastroesofageal, kebiasaan berbaring sehabis makan sering memicu sensasi terbakar di dada atau heartburn.

Jika ingin istirahat, tunggu setidaknya dua sampai tiga jam setelah makan dan gunakan posisi setengah duduk dengan penyangga bantal agar bagian dada sedikit lebih tinggi. Posisi ini membantu mencegah isi lambung kembali ke kerongkongan dan dapat mengurangi rasa tidak nyaman di dada.

2. Longgarkan Pakaian yang Menekan Perut

Pakaian yang terlalu ketat di area perut dan pinggang dapat menambah tekanan pada lambung sehingga asam lebih mudah naik ke atas. Ikat pinggang yang terlalu kencang juga dapat membuat perut terasa penuh dan memperparah nyeri dada setelah makan.

Segera longgarkan pakaian, lepaskan ikat pinggang yang terlalu erat, dan pilih busana yang lebih longgar terutama saat sedang kambuh. Langkah sederhana ini membantu mengurangi tekanan pada organ di sekitar lambung dan dapat mendukung perbaikan keluhan nyeri.

3. Jangan Asal Minum Sembarangan

Sebagian orang langsung meneguk minuman bersoda atau minuman sangat dingin saat dada terasa tidak nyaman, padahal kebiasaan ini dapat memicu gas berlebih dan memperparah kembung. Minuman berkafein tinggi seperti kopi, teh pekat, atau minuman berenergi juga dapat memperburuk gejala pada sebagian penderita.

Lebih baik pilih air putih dalam jumlah cukup dan minum perlahan, bukan sekaligus banyak. Pada beberapa orang, minuman hangat rendah kafein dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman, namun sebaiknya tetap disesuaikan dengan saran dokter yang memahami kondisi medis Anda.

4. Waspada Penggunaan Obat Bebas

Obat maag atau antasida banyak dijual bebas dan dapat membantu meredakan gejala dada terasa panas akibat asam lambung naik. Namun penggunaan berulang tanpa diagnosis jelas bisa menutupi gejala penyakit lain yang lebih serius, misalnya gangguan jantung atau tukak lambung.

Jika Anda sering mengandalkan obat bebas untuk mengatasi dada sakit setelah makan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter dapat menilai apakah keluhan Anda masih sesuai dengan gangguan lambung biasa atau sudah membutuhkan pemeriksaan tambahan dan penyesuaian obat.

Pencegahan Jangka Panjang

Mengatasi dada sakit setelah makan tidak cukup hanya dengan obat, tetapi juga perlu perubahan kebiasaan sehari-hari. Pola makan, jenis makanan, hingga stres berperan besar terhadap kondisi lambung dan kerongkongan.

1. Stop Kebiasaan Makan Berlebihan

Porsi makanan terlalu besar dalam satu waktu membuat lambung meregang berlebihan dan memicu produksi asam meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa penuh, begah, dan menekan diafragma sehingga keluhan di dada menjadi lebih jelas.

Cobalah mengatur pola makan dengan porsi kecil namun lebih sering, misalnya tiga kali makan utama dengan dua selingan sehat dalam sehari. Cara ini membantu lambung bekerja lebih ringan sekaligus mengurangi risiko nyeri dada setelah makan, terutama pada penderita maag atau refluks asam lambung.

Baca juga:  Apa Saja Gejala Asam Lambung Parah dan Cara Mengatasinya

2. Hindari Makanan Pemicu yang Bikin Kambuh

Beberapa jenis makanan dikenal dapat memperparah keluhan asam lambung, misalnya makanan berlemak tinggi, gorengan, makanan sangat pedas, cokelat, dan makanan bersantan. Minuman berkafein, bersoda, serta yang mengandung alkohol juga sering menjadi pemicu pada sebagian orang.

Catat makanan dan minuman yang Anda konsumsi ketika keluhan muncul untuk mengenali pola pemicu pribadi. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah mengatur menu harian guna mencegah dada terasa sakit setelah makan, terutama bila dikombinasikan dengan terapi dari dokter.

3. Jangan Makan Menjelang Tidur

Makan larut malam atau mengonsumsi camilan berat menjelang tidur membuat lambung masih bekerja keras ketika tubuh mulai berbaring. Posisi tidur mendatar juga mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan sehingga memicu rasa terbakar di dada dan tenggorokan.

Usahakan memberi jeda minimal dua sampai tiga jam antara waktu makan terakhir dengan jam tidur. Bila dokter menganjurkan posisi tidur tertentu, seperti meninggikan kepala tempat tidur, ikuti arahan tersebut untuk membantu menekan kekambuhan gejala.

4. Abaikan Stres, Maag Semakin Parah

Stres emosional dan kurang tidur dapat mempengaruhi sistem saraf yang mengatur produksi asam lambung dan pergerakan saluran cerna. Pada banyak pasien, periode stres tinggi berkaitan dengan keluhan maag yang lebih sering kambuh dan nyeri dada yang terasa lebih mengganggu.

Kelola stres dengan cara yang sesuai bagi Anda, misalnya olahraga ringan, teknik relaksasi napas, ibadah, atau hobi yang menenangkan. Jika Anda merawat anggota keluarga sakit di rumah, keberadaan perawat home care atau tenaga medis yang membantu dapat mengurangi beban fisik dan emosional sehingga pengelolaan penyakit lambung menjadi lebih stabil.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari bantuan medis dan jangan hanya mengandalkan cara mengatasi nyeri dada setelah makan di rumah bila:

  • Nyeri dada sangat berat, terasa seperti ditekan, menjalar ke lengan, leher, atau rahang.
  • Nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, mual hebat, atau pingsan.
  • Keluhan dada sakit setelah makan terjadi berulang dalam beberapa minggu, meski sudah mengurangi porsi makan dan menghindari makanan pemicu.
  • Dada terasa sakit disertai sulit menelan, makanan sering terasa tersangkut, atau berat badan turun tanpa sebab jelas.
  • Nyeri dada muncul saat aktivitas ringan dan membaik saat istirahat, terutama bila Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, atau riwayat merokok.

Catatan penting: Nyeri dada, termasuk yang muncul setelah makan, dapat berkaitan dengan kondisi gawat darurat jantung atau paru. Bila ragu atau gejala terasa berbeda dari biasanya, segera ke IGD atau hubungi dokter, jangan menunda hanya karena mengira penyebabnya  maag.

Butuh Dokter ke Rumah Saat Nyeri Dada Kambuh?

Bagi sebagian orang, pergi ke rumah sakit saat dada sedang sakit terasa berat, apalagi bila pasien lansia atau memiliki keterbatasan gerak. Dalam kondisi seperti ini, layanan kesehatan Medi-Call dapat menjadi pilihan untuk pemeriksaan awal oleh dokter umum, evaluasi obat, hingga pemantauan vital sign.

Dokter ke Rumah
Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda

Catatan penting: Informasi kesehatan dalam artikel ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Jika nyeri dada setelah makan sering kambuh, makin parah, atau disertai sesak napas, nyeri menjalar ke lengan atau rahang, pusing berat, atau keringat dingin, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan atau hubungi tenaga medis. Selalu konsultasikan penggunaan obat, perubahan terapi, atau keputusan pengobatan dengan dokter Anda.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • Gupta K. Understanding Chest Heaviness after Eating: Causes, Symptoms, and Solutions [Internet]. Kailash Healthcare Limited. Kailash Hospital; 2024 [cited 2026 Jan 22]. Available from: https://www.kailashhealthcare.com/blog/understanding-chest-heaviness-after-eating-causes-symptoms-and-solutions
  • dev@themaddex.com. Chest Pain After Eating in Adults: What You Need to Know [Internet]. Exceptional Emergency Care. 2025 [cited 2026 Jan 22]. Available from: https://eer24.com/understanding-chest-pain-after-eating-in-adult.
  • Cleveland Clinic. Chest Pain: Causes & Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2023. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21209-chest-pain
  • Gupta DP. Chest Pain Due to Gas: All You Need to Know [Internet]. Maxhealthcare.in. Max Healthcare; 2021 [cited 2026 Jan 22]. Available from: https://www.maxhealthcare.in/blogs/chest-pain-due-to-gas

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives