kanker serviks, gejala kanker serviks, penyebab kanker serviks, pengobatan kanker serviks, vaksin kanker serviks, bahaya kanker serviks, penularan kanker serviks

Waspadai Bahaya Kanker Serviks dan Memulai Pola Hidup Sehat

Share Artikel Ini

Kanker serviks merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang sangat berbahaya dan paling banyak diderita oleh para wanita.

Bahkan kasus kanker serviks selalu mengalami peningkatan setiap tahun di seluruh penjuru dunia.

Kanker ini dikenal juga dengan istilah kanker mulut rahim, disebabkan oleh virus yang dapat menular sehingga mampu menyerang wanita dari segala rentang usia.

Virus penyebab kanker dapat mengendap dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menampakkan gejala apapun pada tubuh.

Meskipun kanker mulut rahim ini merupakan penyakit yang berbahaya, namun apabila penyakit ini terdeteksi lebih awal maka dapat dilakukan langkah agar virus tidak menyebar ke seluruh tubuh.

Selain itu kanker jenis ini juga dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat.

Kanker serviks

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling banyak diderita oleh wanita dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Bahkan jenis kanker ini menduduki peringkat ke-3 dari seluruh penjuru dunia yang dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh Human papilomavirus (HPV), di mana virus ini menyerang area organ intim wanita tepatnya pada leher rahim.

Tidak semua jenis virus HPV tidak berbahaya, namun ada juga virus HPV yang menyebabkan kutil pada kulit terutama area tangan, kaki dan alat kelamin yang akhirnya dapat menginfeksi juga sel-sel leher rahim sehingga menyebabkan kanker.

Jenis virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah HPV 16 dan HPV 18.

Faktor penyebab kanker serviks

Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penularan virus HPV hingga menjadi kanker serviks, antara lain :

  • Hubungan seks bebas;
  • Perokok aktif dan perokok pasif;
  • Sistem imun yang lemah.

 

Gejala kanker serviks

Virus HPV yang mengendap dalam tubuh, pada umumnya tidak langsung menampilkan gejala yang dapat dideteksi oleh dokter.

Waktu yang dibutuhkan virus HPV untuk menunjukkan gejalanya pada tubuh sekitar 7 tahun.

Oleh karena itu infeksi HPV yang belum berkembang menjadi kanker, sekitar 90 persen penderita yang memiliki daya tahan tubuh bagus masih dapat sembuh dengan kisaran waktu 6 bulan.

Gejala kanker mulut rahim ini dapat dikenali, antara lain :

  • Keputihan terus menerus meskipun telah diobati dan berkonsultasi dengan dokter;
  • Munculnya kutil pada organ intim wanita;
  • Nyeri pada bagian pinggang dan panggul akibat pembengkakkan serviks;
  • Pendarahan yang disebabkan pecahnya leher rahim;
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual;
  • Munculnya flek darah setiap selesai berhubungan intim yang disebabkan munculnya lesi pada leher rahim;
  • Penyumbatan pada saluran urine yang dapat mengakibatkan kontaminasi pada saluran kemih;
  • Kekurangan gizi pada tubuh penderita;
  • Dampak penggunaan obat tertentu juga dapat menghambat proses penyembuhan luka infeksi.

 

Pencegahan kanker serviks

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut :

  • Rutin melakukan pemeriksaan tes smear atau pap smear untuk mendeteksi apabila terdapat sel-sel yang abnormal. Pap smear dapat diperiksa bagi wanita yang sudah aktif dalam kegiatan seksual, wanita dengan 25 hiingga 49 tahun sebaiknya diperiksa setiap 3 tahun sekali, sedangkan 50 – 64 tahun diperiksa setiap 5 tahun sekali;
  • Hindari kontak secara langsung pada area yang terinfeksi virus HPV;
  • Suntik vaksin kanker serviks pada wanita berusia diatas 10 tahun;
  • Hindari merokok;
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual;
  • Menjaga kebersihan area organ intim.

 

Pengobatan kanker serviks

Pengobatan kanker jenis ini bergantung pada tingkat stadium yang terdeteksi.

Semakin awal terdeteksi oleh dokter maka dapat dilakukan dengan tindakan operasi.

Tindakan operasi yang dilakukan dapat dilakukan 2 cara, yaitu hanya bagian serviks saja atau keseluruhan rahim. Hal ini bergantung pada tingkat stadium.

Selain itu untuk kasus kanker yang cukup parah dapat dilakukan dengan metode kemotrapi dan radioterapi.

Namun pengobatan kanker serviks dapat menimbulkan resiko penuaan dini dan kemandulan.

No Comments

Post A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Call Center Medi-Call