fbpx

Obat Kadaluarsa, Masih Amankah untuk Dikonsumsi?

Bagikan artikel ini
  • 17
    Shares

Obat kadaluarsa masih amankah untuk kita konsumsi? Simak artikel berikut untuk mengetahui cara yang harus dilakukan saat obat Anda kadaluarsa.

Ada beberapa faktor yang menentukan boleh atau tidaknya mengkonsumsi suatu jenis obat kedaluwarsa.

Menurut David Nierenberg, Kepala Bagian Farmakologi Klinis dan Toksikologi di Dartmouth Hitchcock Medical Center, faktor-faktor yang menentukan yaitu jenis obat, berapa lama obat telah melampaui tanggal obat kadaluarsa dan yang terpenting adalah bagaimana cara penyimpanan obat tersebut.

“Jika Anda menggunakan obat beberapa bulan atau satu tahun setelah tanggal kadaluwarsa, dan obat tersebut disimpan dengan baik, untuk sebagian besar obat-obatan menurut Saya tidak akan menjadi masalah. Tapi perusahaan produsen obat tidak akan menjaminnya.” – menurut Nierenberg kepada The Huffington Post 

Beberapa jenis obat kadaluarsa yang masih baik dan aman digunakan meskipun sudah melewati tanggal kadaluarsa

Hal ini terutama berlaku untuk obat-obatan yang dijual bebas seperti aspirin, jelas Nierenberg.

Perusahaan farmasi melakukan pengujian secara periodik terhadap efektifitas dan keamanan obat yang dipoduksinya.

Pengujian ini biasanya dilakukan dua sampai tiga kali dalam setahun, pengujian hanya dilakukan pada obat yang disimpan dengan cara yang tepat.

Obat-obatan sebaiknya tidak disimpan pada tempat yang sangat panas atau, tempat yang terpapar cahaya matahari atau panas secara langsung dan tempat yang lembab.

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa obat-obatan masih dapat bekerja dengan baik dalam waktu yang lama setelah tanggal kadaluarsanya.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Sebuah penelitian pada tahun 2000 yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (semacam Badan POM di Amerika) menemukan bahwa 90% obat yang tidak terpakai yang disimpan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat masih ampuh untuk digunakan meskipun telah kadaluarsa selama beberapa tahun.

Penemuan ini menunjukkan bahwa produsen obat cenderung konservatif dalam menetapkan tanggal kadaluwarsa dan menimbulkan pertanyaan tentang perlunya uji coba perpanjangan masa simpan obat-obatan, menurut penulis penelitian tersebut.

Jenis obat kadaluarsa yang sebaiknya tidak dikonsumsi jika telah melewati tanggal kadaluarsa

Hasil penelitian di atas merupakan kabar baik untuk mereka yang membutuhkan sesuatu dalam keadaan darurat atau meraka yang ingin menghemat uang dengan tidak membeli obat yang baru.

Namun, Nierenberg mengatakan ada beberapa jenis obat-obatan yang seharusnya tidak pernah digunakan jika telah melewati tanggal kadaluarsa.

Obat kadaluarsa cair, khususnya, harus dihindari.

Obat cair di dalam botol harus selalu terjaga kesterilannya dengan memastikan tidak ada kerusakan pada segel botol, karena begitu botol dibuka, obat cair akan menjadi sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri.

Menurut Nierenberg, hal ini berlaku untuk obat kadaluarsa cair seperti obat tetes mata.

Itu sebabnya Anda disaarankan untuk jangan pernah menyentuhkan langsung ujung botol obat tetes mata pada kelopak mata Anda.

Simpan obat Anda pada tempat yang tepat

Selain memperhatikan tanggal obat kadaluarsa, Anda juga perlu membaca petunjuk penyimpanan obat pada resep obat Anda.

Sebagai contoh, tablet nitrogliserin yang biasanya diresepkan untuk orang-orang yang mengalami angina atau penyakit jantung koroner.

Obat ini sangat rentan menjadi rusak jika ditempatkan pada kondisi panas yang ekstrem.

Sebaiknya jangan menyimpan tablet seperti ini di dalam mobil yang panas atau di kompartemen laci Anda.

Hal ini dikarenakan ada kemungkinan obat tersebut menjadi rusak karena terkena panas dan efektifitasnya menurun.

“Anda juga harus menyimpan antibiotik dengan cara yang sama yaitu jangan menempatkan antibiotik pada tempat yang panas”, jelas Nierenberg.

Jika Anda memiliki infeksi serius dan menemukan sisa antibiotik di lemari obat Anda, tidak ada yang dapat memastikan bahwa obat tersebut masih efektif untuk digunakan dan mungkin tidak sepadan dengan risikonya.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Belum lagi fakta bahwa Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum meminum obat yang membutuhkan resep seperti antibiotik.

Anda tentunya tidak ingin mengkonsumsi antibiotik yang efektivitasnya telah berkurang karena mungkin infeksi Anda tidak akan membaik dengan mengkonsumsi obat semacam ini.

Semakin buruk kondisi obat, maka semakin Anda bergantung pada keyakinan bahwa perusahaan pembuatnya telah melakukan pengujian dengan baik dan menjamin keamanan serta efektifitas obat yang diproduksinya.

Tentunya hal ini sangat berisiko bagi Anda.

Bila Anda Ragu, Lebih Baik Buang

Sebaiknya Anda mengecek lemari obat Anda secara rutin setiap tahun dan membuang obat yang telah melewati tanggal kadaluarsa, hal ini perlu Anda lakukan agar tidak timbul kekhawatiran. 

Cara membuang obat yang paling baik adalah dengan menhancurkan dan menguburkannya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penggunaan kembali obat-obatan oleh orang yang tidak tahu atau orang yang berniat buruk.

Pada akhirnya, jika Anda tidak yakin dengan obat lama yang Anda miliki maka sebaiknya Anda membeli obat baru.

Ini merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa obat yang Anda gunakan aman dan efektif.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.