Olahraga yang Aman untuk Penderita Penyakit Jantung

Bagikan artikel ini

3 olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung seperti aerobik, peregangan dan latihan kekuatan dapat menyegarkan tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung.

Penyakit jantung merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyerang segala usia.

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) satu dari empat kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh penyakit jantung.

Diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, merokok, infeksi pada jantung serta adanya masalah irama detak jantung dapat menyebabkan penyakit jantung.

Detak jantung yang tidak beraturan, terkadang lebih lambat atau bisa menjadi sangat cepat, nyeri di area dada, pusing, pingsan, dan mudah lelah merupakan gejala penyakit jantung yang perlu diwaspadai.

Apabila Anda mengalami gejala seperti di atas sebaiknya segera hubungi dokter terdekat.

Anda bisa menghubungi dokter Medi-Call ke rumah melalui layanan Call-Center 24 Jam atau aplikasi Medi-Call.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Olahraga yang Aman untuk Penderita Penyakit Jantung

Melakukan olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung dapat meningkatkan potensi hidup lebih lama serta menyehatkan tubuh.

Selain itu pola hidup yang sehat juga bisa membuat jantung menjadi lebih sehat sehingga mengurangi nyeri pada penderita penyakit jantung.

Berikut ini beberapa olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung:

 

  • Aerobik

Olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung yang pertama adalah aerobik.

Aerobik dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah serta menstabilkan irama detak jantung.

Latihan aerobik juga biasanya digunakan oleh para tenaga medis untuk mengukur kemampuan jantung dalam memompa darah.

Ada banyak jenis latihan aerobik sebagai olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung seperti, berlari di atas mesin treadmill, berenang, bersepeda, lompat tali, dan jalan cepat.

Latihan aerobik sebaiknya dilakukan sebanyak 30 menit per hari.

 

  • Latihan Ketahanan

Latihan ketahanan seperti angkat beban, push up, sit up dan masih banyak lagi juga merupakan olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung.

Latihan ketahanan mampu meningkatkan massa otot, mengurangi jumlah lemak dalam tubuh serta memperbanyak jumlah kolesterol baik yang penting untuk kesehatan jantung.

Latihan kekuatan ini sebaiknya dilakukan setidaknya dua kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang optimal.

 

  • Peregangan

Olahraga yang aman untuk penderita penyakit jantung yang terakhir adalah peregangan.

Peregangan dapat membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh, menjaga kebugaran otot, mencegah nyeri sendi dan kram yang sering menyerang penderita jantung.

Selain itu, peregangan juga mampu meningkatkan stabilitas tubuh sehingga mengurangi resiko jatuh dan cedera yang berbahaya bagi penderita jantung.

Peregangan seperti yoga sebaiknya dilakukan setiap hari sebelum dan sesudah latihan aerobik.

fisioterapi jakarta, fisioterapis, terapi orang tua, terapi stroke, terapi jakarta, terapi di rumah, panggil terapi di rumah, medi-call, medicall, fisioterapi stroke, fisioterapi untuk stroke, peran fisioterapi, fisioterapi, fisioterapis, terapi
Medi-Call: Layanan Fisioterapi di Rumah Anda

Konsumsi makanan yang baik untuk jantung seperti gandum, oatmeal, anggur, apel, kacang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung.

Baca juga:  Menu Makanan Sehat untuk Mencegah Penyakit Jantung

Selain itu, tidak merokok, mengurangi makanan berlemak, tidur yang cukup dan olahraga yang rutin juga dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Olahraga yang aman untuk penderita jantung sebaiknya dilakukan bersama dengan fisioterapis professional guna mengurangi resiko cedera yang berbahaya serta mendapatkan gerakan latihan yang tepat.

Layanan fisioterapi dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog
DMCA.com Protection Status
Rapid test covid-19, Medicall, Medi-Call, Corona