Pengobatan Luka di Punggung Lansia

Terdapat 4 cara berikut ini untuk pengobatan luka di punggung lansia sehingga cepat kering dan sembuh.Luka di punggung pada lansia umumnya terasa keras, bengkak, tebal serta kemerahan.Luka ini disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah akibat diabetes.Ini dikarenakan diabetes mampu memperburuk sirkulasi darah dan mengurangi aliran darah ke kulit yang menyebabkan kerusakan pada saraf.Adanya kerusakan pada saraf dan pembuluh darah inilah yang mengakibatkan perubahan kolagen kulit sehingga merubah tesktur serta penampilan kulit.Kaki, tangan, ketiak serta punggung merupakan anggota tubuh lansia yang sering mengalami luka.
Baca juga:  Luka Diabetes di Punggung Pada Lansia
Apabila lansia mengalami luka pada area tersebut dan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, berbau, berubah warna menjadi hitam dan bernanah sebaiknya segera hubungi dokter.Anda bisa mendapatkan layanan panggil dokter ke rumah menggunakan aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam untuk konsultasi mengenai luka pada lansia.
dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Pengobatan Luka di Punggung Lansia

Luka di punggung awalnya terlihat seperti luka kecil namun seiring berjalannya waktu dapat menjadi luka yang besar dan dalam.Ini diakibatkan tekanan yang terjadi pada luka di punggung saat penderita sedang duduk atau berbaring sehingga memperparah luka.Oleh karena itu penting mendapatkan pengobatan luka di punggung lansia agar cepat sembuh.Berikut ini beberapa cara pengobatan luka di punggung lansia yang perlu diketahui: 
  • Mengganti perban secara teratur

Pengobatan luka di punggung lansia yang pertama adalah dengan mengganti perban secara teratur.

Mengganti perban minimal dua kali sehari dapat membantu mengurangi bakteri menempel pada luka.

Selain itu mengganti perban juga mampu mencegah luka menjadi lembab sehingga akan cepat kering dan sembuh.

 
  • Tidak menggunakan air panas

Tidak menggunakan air panas saat mandi juga merupakan cara pengobatan luka di punggung lansia selanjutnya.

Lansia khususnya penderita diabetes umumnya mengalami penurunan kepekaan kulit sehingga sulit merasa rasa panas dan terbakar yang disebabkan oleh air panas.

Kondisi ini dapat membuat luka di punggung melepuh tanpa disadari oleh lansia dan memperparah luka.

Sebaiknya juga hindari aktivitas mandi terlalu lama pada lansia karena dapat membuat kulit menjadi kering sehingga luka terasa gatal.

 
  • Mengganti posisi tubuh

Mengganti posisi tubuh setiap beberapa jam sekali juga dapat menjadi pengobatan luka di punggung lansia.

Mengganti posisi dari berbaring ke berdiri atau berjalan dapat membantu mengurangi tekanan di punggung yang terluka sehingga tidak memperdalam luka.

Selain itu bergerak kecil seperti mengganti posisi atau berjalan dapat menstimulasi tubuh dalam mempercepat penyembuhan luka.

 
  • Menggunakan jasa perawat luka

Pengobatan luka di punggung lansia lainnya adalah menggunakan jasa perawat luka.

Tubuh serta kulit lansia umumnya mengalami penurunan kemampuan untuk menyembuhkan luka akibat bertambahnya usia.

Oleh karena itu pengobatan luka di punggung lansia dapat berlangsung lama dan apabila tidak ditangani dengan tepat dapat mengakibatkan kerusakan kulit permanen.

Menggunakan jasa perawat luka professional dapat membantu lansia merawat luka sehingga mengurangi risiko infeksi dan kerusakan kulit permanen.

Anda bisa menggunakan layanan perawat luka Medi-Call di rumah untuk membantu merawat luka punggung pada lansia dengan menggunakan aplikasi atau hubungi Call-Center 24 Jam.

perawatan luka, cari perawat luka kanker, perawat perawatan luka kanker, perawatan luka diabetes, perawatan luka operasi di rumah, perawat perawatan luka dekubitus, perawat luka kanker, medicall, medi-call
Medi-Call: Layanan Perawat Luka ke Rumah Anda
Konsumsi makanan seperti ikan dan kacang-kacangan mampu meningkatkan asam amino yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki kulit yang rusak. Selain itu gunakan sabun dan lotion yang dapat melembabkan kulit sehingga mengurangi risiko luka terasa gatal.
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Arsip