Inilah Risiko Mengabaikan Pertolongan Pertama pada Tamu Hotel yang Sakit

Pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit perlu tenang, terarah, dan dibantu tenaga medis profesional. Pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit hendaknya menjadi salah satu fasilitas hotel.

Pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit perlu dilakukan dengan tenang, terstruktur, dan tetap menghormati privasi tamu. Kondisi mendadak, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing berat, atau demam tinggi, dapat terjadi kapan saja saat tamu menginap.

Sebagai staf hotel, Anda berperan penting memberikan respons awal sambil menghubungi tenaga medis profesional, bukan menggantikan peran dokter atau perawat. Layanan kesehatan di rumah, seperti dokter visit atau perawat home care, membantu tamu mendapat penanganan tanpa perlu keluar dari kamar hotel.

Mengingat hotel sebagai salah satu tempat penginapan favorit ketika melakukan perjalanan jauh, tidak menutup kemungkinan tamu dapat menghadapi situasi buruk saat menginap.  

Pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit perlu tenang, terarah, dan dibantu tenaga medis profesional.

Sakit mendadak seperti keracunan makanan, alergi, serangan jantung, flu merupakan salah satu situasi yang umum terjadi pada seseorang secara tiba-tiba.

Maka dari itu, pihak manajemen hotel hendaknya tidak hanya memperhatikan fasilitas untuk hiburan namun, juga perlengkapan medis seperti dengan menyediakan kotak P3K dll.

Email Blast Layanan Dokter Review GMB Medi-Call

Penyakit yang Sering Menyerang Tamu Hotel

Banyak tamu hotel datang untuk berlibur hingga beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan jauh dari berbagai tempat.

Hal ini menyebabkan tamu berisiko terjangkit penyakit sehingga pihak hotel harus memiliki tim medis untuk memberikan pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit.

Adapun beberapa penyakit yang dapat menyerang tamu hotel seperti:

  • Diare atau muntah, disebabkan karena keracunan makanan akibat konsumsi makanan dari dalam atau luar hotel
  • Alergi, dapat menyerang sebagian orang yang sensitif terhadap zat tertentu seperti debu.
  • Kulit, beberapa masalah kulit dapat menyerang tamu hotel karena menggunakan beberapa barang bersama seperti seprai hingga handuk hotel dll.
dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Ketika ada tamu hotel tiba-tiba sakit, pihak hotel harus segera memberikan pertolongan pertama untuk mengurangi resiko fatal kepada penderita. 

Beberapa pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit, antara lain:

  • Memberikan ruangan khusus untuk mendapatkan pertolongan pertama

Salah satu fasilitas yang perlu disedikan oleh manajemen hotel adalah tersedianya klinik kesehatan di tempat tersebut.

Sehingga ketika ada tamu yang tiba-tiba sakit bisa dimendapat pertolongan pertama sebelum petugas medis datang.

  • Menyediakan berbagai obat-obatan tertentu 

Obat-obatan umum untuk meredakan gejala penyakit dapat sangat membantu tamu hotel untuk mengatasi sakit mendadak ketika sedang menginap.

  • Telepon bantuan

Setelah mendapat pertolongan pertama, segera panggil ambulan untuk membawa ke rumah sakit terdekat. Atau panggil bantuan tenaga medis ke lokasi pasien dengan melalui aplikasi Medi-Call.

  • Menyediakan kendaraan darurat

Pihak hotel juga dapat menyediakan kendaraan darurat untuk digunakan ketika ada tamu hotel yang sakit guna mendapatkan pertolongan dari rumah sakit terdekat.

Ketika hendak menginap di hotel, para tamu dengan riwayat penyakit tertentu sebaiknya telah menyiapkan obat-obatan tertentu. 

Selain itu, pihak hotel juga harus berupaya secara maksimal dalam memberikan layanan kepada tamu hotel. 

Tidak hanya dalam perihal fasilitas penginapan namun, juga dilengkapi dengan layanan pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit mendadak.

Apabila Anda membutuhkan jasa pemeriksaan dan konsultasi dokter yang terdekat dengan lokasi berlibur, segera akses melalui aplikasi Medi-Call atau hubungi Customer Service.

Pertolongan Pertama pada Tamu Hotel yang Sakit

1. Dengarkan dengan Empati dan Tetap Tenang

Langkah pertama adalah mendekati tamu dengan sikap tenang dan penuh empati. Ucapkan kalimat sederhana yang menenangkan, lalu tanyakan keluhan utama, sejak kapan dirasakan, dan apakah ada riwayat penyakit tertentu.

Sikap tenang membantu tamu merasa lebih aman dan mengurangi kecemasan, terutama bila mereka sedang jauh dari rumah atau keluarga. Hindari gestur panik, karena bahasa tubuh staf sangat mempengaruhi rasa nyaman tamu.

2. Hindari kepanikan yang bisa memperburuk situasi tamu

Kepanikan dapat membuat tamu merasa kondisi mereka jauh lebih berat dari sebenarnya. Jika staf terlihat sibuk sendiri dan saling berteriak, tamu bisa ikut stres, tekanan darah meningkat, atau sesak semakin berat.

Atur koordinasi internal dengan singkat dan jelas, tanpa membuat situasi terlihat kacau di depan tamu. Bila perlu, tugaskan satu orang sebagai penghubung dengan tamu, dan staf lain fokus pada koordinasi internal.

3. Periksa Kondisi Tamu

Lakukan penilaian awal sederhana, sesuai kemampuan dan kebijakan hotel. Anda dapat menanyakan beberapa hal dasar, misalnya lokasi nyeri, tingkat nyeri, sesak nafas, mual, muntah, atau pusing berputar.

Bila hotel memiliki alat sederhana seperti termometer atau tensimeter otomatis, staf terlatih dapat membantu memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh. Catat hasilnya, karena informasi ini akan sangat membantu tenaga medis yang datang.

4. Jangan asal menyimpulkan, perhatikan gejala dengan hati-hati

Hindari memberi diagnosis sendiri, misalnya langsung menyebut “ini hanya masuk angin” atau “hanya kelelahan”. Gejala ringan kadang merupakan tanda awal kondisi yang lebih serius, seperti infeksi, serangan jantung, atau stroke.

Baca juga:  Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Apa yang Harus Dilakukan?

Fokus pada pengamatan gejala yang tampak, bukan menebak penyakit. Catat apa yang dikeluhkan tamu, apa yang terlihat, serta kapan gejala mulai muncul untuk dilaporkan ke dokter.

5. Hubungi Bantuan Medis Profesional

Setelah penilaian awal, segera hubungi tenaga medis profesional, terutama bila keluhan cukup berat atau tidak membaik. Hotel dapat bekerja sama dengan layanan dokter ke rumah atau dokter visit yang siap datang ke kamar hotel tamu.

Anda dapat menghubungi layanan Dokter Visit Medi-Call yang menghadirkan dokter umum ke hotel, apartemen, atau villa untuk melakukan pemeriksaan langsung di tempat.

6. Tekankan bahaya mencoba mengobati sendiri tanpa kompetensi

Menunda pemeriksaan dokter dapat membuat kondisi medis tertentu memburuk, misalnya infeksi, dehidrasi berat, atau serangan jantung. Penanganan lebih awal seringkali meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi.

Staf hotel sebaiknya tidak memberikan obat resep, suntikan, atau tindakan invasif tanpa tenaga medis berwenang. Anjurkan tamu untuk diperiksa dokter, terutama bila keluhan tidak membaik dalam waktu singkat atau tampak semakin berat.

7. Tawarkan Pertolongan Pertama Dasar (hanya sesuai pelatihan)

Pertolongan pertama boleh dilakukan sepanjang sesuai pelatihan dan prosedur hotel. Contohnya, membantu tamu duduk atau berbaring dengan posisi nyaman, memberi kompres hangat atau dingin sesuai keluhan, atau membantu minum air bila tidak mual berat dan tidak berisiko tersedak.

Hindari tindakan berisiko, seperti memanipulasi tulang, memberikan obat tanpa izin dokter, atau memaksa tamu makan atau minum saat mereka tampak lemah atau mengantuk berat. Bila staf memiliki sertifikat pertolongan pertama, gunakan panduan resmi tersebut sebagai acuan.

8. Jaga Privasi dan Kenyamanan Tamu

Saat menangani tamu sakit, tutup pintu kamar dan batasi jumlah staf yang masuk agar tidak menimbulkan keramaian. Hormati permintaan tamu terkait siapa saja yang boleh mengetahui kondisi mereka, termasuk rekan kerja atau rombongan.

Gunakan suara yang tenang dan tidak terlalu keras saat berdiskusi mengenai kondisi medis di area publik, seperti koridor atau lobi. Privasi menjadi bagian penting dari pelayanan profesional di hotel berbintang.

9. Dokumentasikan Insiden

Catat waktu kejadian, keluhan tamu, tindakan awal staf, serta waktu menghubungi tenaga medis atau layanan gawat darurat. Dokumentasi ini penting untuk kebutuhan internal hotel, dan juga bermanfaat bagi dokter yang memeriksa tamu.

Bila ada hasil pemeriksaan sederhana (misalnya suhu, tekanan darah), tuliskan dengan jelas. Pastikan penyimpanan data mengikuti kebijakan kerahasiaan hotel dan hanya diakses oleh pihak yang berwenang.

Baca juga:  Inilah Risiko Mengabaikan Pertolongan Pertama pada Tamu Hotel yang Sakit

10. Lakukan Tindak Lanjut

Setelah tamu diperiksa oleh dokter atau dirujuk ke rumah sakit, lakukan tindak lanjut secukupnya. Misalnya, menanyakan kabar melalui resepsionis atau menawarkan bantuan tambahan seperti perpanjangan masa inap, pengaturan transportasi, atau bantuan administrasi.

Tindak lanjut yang baik meningkatkan kepercayaan tamu terhadap hotel, sekaligus menunjukkan komitmen hotel terhadap keselamatan dan kesehatan tamu.

Hal Penting bagi Staf Hotel agar Tidak Gagal Menangani Tamu Sakit

1. Pelatihan Berkala

Staf hotel sebaiknya mendapat pelatihan pertolongan pertama dasar dan penanganan situasi darurat medis secara berkala. Pelatihan ini mencakup cara mengidentifikasi tanda bahaya, teknik bantuan awal yang aman, dan cara berkomunikasi dengan tenaga medis.

Hotel juga dapat bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan di rumah untuk menyelenggarakan edukasi kesehatan bagi staf, baik di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya maupun kota lain yang menjadi wilayah layanan.

Di Indonesia, materi pelatihan pertolongan pertama dapat mengacu pada buku pedoman resmi Palang Merah Indonesia (PMI) yang menekankan tujuan utama menyelamatkan jiwa, mencegah cacat, dan memberikan rasa nyaman bagi penderita.

​Selain itu, penerapan pertolongan pertama di lingkungan kerja juga perlu selaras dengan ketentuan nasional seperti Permenaker tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja.

2. Prosedur Standar Operasional (SOP)

Hotel membutuhkan SOP yang jelas tentang alur penanganan tamu sakit, mulai dari siapa yang pertama merespons, kapan memanggil dokter ke rumah, hingga prosedur panggilan ambulans. SOP juga perlu mengatur komunikasi dengan keluarga atau perusahaan tamu bila diperlukan.

SOP yang baik membantu semua staf bertindak seragam dan terarah, sehingga risiko kesalahan dapat diminimalkan. Dokumen SOP sebaiknya mudah diakses oleh seluruh staf, khususnya resepsionis dan petugas keamanan.

3. Ketersediaan Kontak Darurat

Pastikan resepsionis dan petugas front office menyimpan kontak darurat, seperti nomor layanan gawat darurat, rumah sakit terdekat, dan penyedia layanan dokter visit ke hotel.

Medi-Call, misalnya, menyediakan layanan dokter ke rumah yang dapat dipanggil ke hotel selama 24 jam di berbagai kota. Dengan kontak darurat yang selalu siap, staf tidak perlu mencari nomor layanan saat kondisi sudah mendesak. langkah ini menghemat waktu dan membantu tamu mendapatkan pertolongan lebih cepat.

Siapkan Dukungan Medis untuk Tamu Hotel Anda

Penanganan awal yang tepat terhadap tamu yang sakit di hotel berawal dari sikap tenang, empati, dan kemampuan untuk segera menghubungi tenaga medis profesional. Pertolongan pertama pada tamu hotel yang sakit menjadi komunikasi, koordinasi, dan penghormatan terhadap privasi tamu. 

Untuk kemitraan atau kebutuhan pemeriksaan tamu di hotel, Anda dapat mengakses layanan Medi-Call sebagai solusi medis profesional yang datang langsung ke lokasi.

Pesan layanan Medi-Call ke lokasi Anda melalui chat WhatsApp 24 jam Customer Service Medi-Call, kapan pun dibutuhkan.

Gejala Anak Autis Medi-Call
Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah

Catatan penting: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Bila tamu tampak gawat (sesak berat, nyeri dada, penurunan kesadaran, kejang), segera hubungi layanan darurat atau tenaga medis profesional.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • First aid training for hotel staff – 10 recommendations from Lingio [Internet]. www.lingio.com. Available from: https://www.lingio.com/blog/first-aid-training
  • Hospitality – Top 10 first aid incidents – First Aid Training Cooperative [Internet]. 2022. Available from: https://firstaidtrainingcooperative.co.uk/hospitality-top-10-first-aid-incidents/
  • Pertolongan Pertama [Internet]. Pertolongan Pertama. Available from: https://pmidkijakarta.or.id/page/Pertolongan-Pertama

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives