Ingin Program Bayi Tabung? Simak Resiko Program Bayi Tabung Berikut Ini!

Ketahui resiko program bayi tabung yang mungkin terjadi dan sebelum Anda melakukan program bayi tabung agar ibu serta Buah Hati tumbuh sehat.Fertilisasi in vitro (IVF) atau biasa dikenal sebagai bayi tabung adalah metode untuk membantu kesuburan reproduksi sperma pria dan sel telur wanita. Sebelum melakukan program bayi tabung, pasangan harus melakukan suntik hormon dengan perawat visit Medi-Call untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan bayi tabung.Namun bagaimanakah program IVF atau bayi tabung terjadi?Saat menjalani program bayi tabung, sperma pria dan sel telur wanita digabungkan di luar tubuh dalam cawan laboratorium. Apabila satu atau lebih sel telur sudah dibuahi dan menjadi embrio maka akan dipindahkan kembali ke rahim wanita agar dapat tertanam di lapisan rahim sehingga berkembang menjadi janin.Biasanya satu siklus penuh IVF membutuhkan waktu tiga minggu, namun terkadang prosesnya dibagi menjadi beberapa bagian sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.Peluang bayi terlahir sehat menggunakan program bayi tabung biasanya bergantung pada banyak faktor seperti usia.Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak lagi informasi mengenai program bayi tabung, sebaiknya berkonsultasi dengan bidan Medi-Call di rumah dengan menghubungi Call-Center 24 Jam atau aplikasi Medi-Call.
Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda
Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda

Resiko Program Bayi Tabung

Resiko program bayi tabung umumnya jarang terjadi, namun seperti beberapa perawatan medis lainnya, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi.Program bayi tabung memerlukan perawatan hormonal secara intensif sehingga dapat menyebabkan beberapa komplikasi medis yang berat secara fisik maupun emosional.Resiko program bayi tabung ini perlu dilakukan secara bertahap sehingga pasangan ayah dan ibu harus menunggu fase yang dilakukan sekarang berhasil sebelum melakukan fase berikutnya.Beberapa kasus dapat membuat pasangan harus mengulang fase sebelumnya sampai berhasil.Berikut ini beberapa resiko program bayi tabung yang perlu diketahui sebelum melakukan program ini: 
  • Anak lahir kembar

Resiko program bayi tabung yang pertama adalah anak lahir kembar.

Apabila sel embrio yang dipindahkan ke dalam rahim ibu terdapat lebih dari satu, maka kemungkinan besar akan mengalami kehamilan anak kembar.

Hamil anak kembar berisiko akan persalinan dini serta berat badan lahir bayi rendah.

 
  • Prematur

Hasil penelitian banyak menunjukkan bahwa resiko program bayi tabung yang paling sering adalah bayi lahir secara prematur.

Program bayi tabung meningkatkan sedikit risiko bayi lahir dini dan juga berat badan lahir bayi rendah.

Baca juga:  Tidak Hanya Lahir Prematur, Berikut Penyebab Hipoglikemia pada Bayi
 
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium

Resiko program bayi tabung selanjutnya adalah sindrom hiperstimulasi ovarium.

Sindrom ini terjadi akibat suntik obat kesuburan sehingga menyebabkan ovarium menjadi bengkak dan nyeri.

Gejala sindrom hiperstimulasi ovarium yaitu sakit perut, kembung, mual, muntah dan diare.

Sindrom ini juga menyebabkan kenaikan berat badan ibu hamil secara cepat dan sesak nafas.

 
  • Keguguran

Keguguran juga merupakan resiko program bayi tabung yang perlu diketahui.

Berdasarkan data dari mayoclinic, risiko tingkat keguguran pada ibu hamil yang menjalani program bayi tabung adalah sebesar 15% sampai 25%.

Angka kemungkinan akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia.

Layanan Mother Care Medi-Call
Medi-Call: Layanan Perawatan Ibu di Rumah
Program bayi tabung membutuhkan banyak tenaga, waktu dan dukungan terutama untuk ibu.Ada banyak persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan program bayi tabung diantaranya adalah konsumsi obat hormon progesteron.Obat hormon progesteron dapat membantu mencegah keguguran dan menjaga kehamilan agar tetap sehat.Obat hormon progesteron bisa didapatkan dengan suntikkan bersama perawat visit Medi-Call di rumah.Saat ini ibu bisa mendapatkan layanan perawat visit untuk suntik obat hormon presterogen di rumah dengan menggunakan aplikasi Medi-Call atau Call-Center 24 Jam.
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Arsip