Sering Menggunakan Rokok Elektrik? Yuk, Kenali 4 Bahaya Vape Berikut Ini!

Bagikan artikel ini

Banyak orang mengganti rokok tembakau menjadi rokok elektrik atau vape. Padahal, rokok elektrik tersebut juga sangat berisiko pada kesehatan tubuh. Berikut beberapa bahaya vape!

Vape adalah seperangkat rokok elektrik yang bekerja dengan cara memanaskan cairan dan mengubahnya menjadi uap atau aerosol di udara yang dapat dihirup. 

Biasanya, vape hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, serta varian rasa seperti buah, permen, mint, dan mentol.

Rokok vape sangatlah digemari oleh kalangan usia muda. Dibandingkan rokok tembakau, vape dianggap jauh lebih keren dan tidak ketinggalan jaman.

Selain itu, rokok vape juga dinilai tidak begitu berbahaya seperti rokok tembakau. 

Padahal sebaliknya, vape juga dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Hal itu dikarenakan cairan vape memiliki berbagai kandungan zat yang berbahaya, salah satunya nikotin yang dapat membahayakan perkembangan otak remaja.

Zat adiktif nikotin tersebut juga dapat meningkatkan risiko kecanduan obat lain di masa depan.

Untuk itu, dapat dikatakan jika penggunaan rokok elektrik atau vape ini sangatlah tidak aman bagi anak-anak, remaja, atau dewasa muda.

Apabila Anda mulai merasakan gejala kecanduan vape, segera hubungi dokter Medi-Call ke rumah melalui Call Center 24 Jam atau menggunakan aplikasi Medi-Call.

Dokter 24 Jam Ke Rumah Anda Medi-Call
Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah Anda

Bahaya Vape

Meskipun tidak seberbahaya menggunakan rokok tembakau, rokok elektrik atau vape juga memiliki beberapa risiko kesehatan.

Penggunaan rokok vape ini umumnya banyak dihubungkan dengan penyakit paru-paru, otak, jantung, dan gusi. 

Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai bahaya vape bagi kesehatan.

  • Penyakit Paru-paru

Sama seperti rokok tembakau, salah satu bahaya vape berkaitan dengan masalah paru-paru.

Hal itu dikarenakan melalui vape tersebut, Anda akan menghirup nikotin atau tetrahydrocannabinol (THC). 

Penggunaan nikotin dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penyakit kanker

Selain itu, terdapat juga bahan kimia berbahaya lain dalam vape seperti akrolein dan herbisida yang dapat menyebabkan cedera paru-paru dan asma.

Apabila menggunakan rokok vape secara berlebihan, Anda juga akan mengalami berbagai gejala seperti kesulitan bernapas, batuk berlebihan, nyeri dada, mual, kelelahan, muntah, atau bahkan demam.

  • Kerusakan Otak

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, zat adiktif nikotin yang terdapat di dalam rokok vape juga sangat berbahaya bagi otak, khususnya pada anak remaja.

Penggunaan vape dapat membahayakan bagian otak yang mengontrol suasana hati, perhatian, dan kontrol impuls.

Selain itu, menggunakan rokok vape juga dapat menyebabkan percepatan proses penuaan dan membuat otak lebih rentan terhadap penyakit neurodegeneratif.

  • Penyakit Mulut atau Gusi

Bahaya vape selanjutnya berkaitan dengan masalah mulut atau gusi. Penggunaan vape dapat menyebabkan sejumlah masalah mulut.

Hal itu dikarenakan zat nikotin yang masuk ke dalam mulut dapat mengurangi aliran darah dan nutrisi ke dalam gusi Anda.

Apabila kekurangan kedua hal tersebut, jaringan gusi Anda akan menjadi rusak dan dapat menyebabkan berbagai masalah mulut.

  • Masalah Jantung

Bahaya vape terakhir yaitu berkaitan dengan masalah jantung. Zat nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan memacu adrenalin. 

Adanya kondisi demikian dapat menghasilkan peningkatan detak jantung dan risiko untuk terkena serangan jantung.

Selain itu, risiko penyakit arteri koroner dan masalah sirkulasi darah juga semakin meningkat.

Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda
Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda

Setelah mengetahui berbagai bahaya vape bagi kesehatan di atas, segera konsultasikan dengan dokter Medi-Call ke rumah melalui Call Center 24 Jam atau menggunakan aplikasi Medi-Call apabila Anda mulai merasakan berbagai gejala seperti kesulitan bernapas, batuk berlebihan, nyeri dada, mual, kelelahan, muntah, atau bahkan demam.

DMCA.com Protection Status
Layanan Dokter ke Rumah