4 Hal Penyebab Mual dan Tidak Nafsu Makan

Bagikan artikel ini

Berikut ini 4 penyebab mual dan tidak nafsu makan yang perlu diketahui beserta cara mengobatinya.

Mual dan tidak nafsu makan adalah dua gejala yang saling berhubungan.

Apabila seseorang merasa mual, maka nafsu makannya akan berkurang dan begitu juga sebaliknya, apabila nafsu makan berkurang dapat mengakibatkan mual.

Kehilangan nafsu makan merupakan kondisi di mana seseorang tidak merasa lapar, porsi makan menjadi lebih sedikit dari biasanya hingga tidak makan sama sekali.

Mual merupakan perasaan tidak nyaman di bagian mulut dan tenggorokan dan dapat diikuti oleh muntah, keringat berlebih dan pusing.

Apabila mual dan kehilangan nafsu makan terus-menerus berlangsung dapat menyebabkan kelelahan, penurunan berat badan sampai dehidrasi.

Mendapatkan terapi infus dapat membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat mual dan tidak nafsu makan terus-menerus serta mencegah dehidrasi.

Anda bisa mendapatkan layanan terapi infus di rumah bersama dokter Medi-Call dengan menghubungi Call-Center 24 Jam Medi-Call.

vitamin c di rumah, vitamin c, infus di rumah, pasang infus di rumah, infus vitamin c, medicall, medi-call
Medi-Call: Layanan Infus dan Vitamin di Rumah Anda

Penyebab Mual dan Tidak Nafsu Makan

Masalah psikologis seperti stres dan gangguan kecemasan dapat menjadi penyebab mual dan tidak nafsu makan.

Selain itu penyebab mual dan tidak nafsu makan biasanya karena ada masalah pada kesehatan fisik.

Berikut ini beberapa penyebab mual dan tidak nafsu makan yang perlu diketahui:

 

  • Keracunan Makanan

Penyebab mual dan tidak nafsu makan yang pertama adalah keracunan makanan.

Apabila pada makanan terdapat bakteri dan virus dapat menyebabkan seseorang keracunan makanan.

Tidak nafsu makan, mual, diare hingga muntah merupakan gejala keracunan makanan yang perlu diwaspadai.

Sebaiknya beristirahat dengan cukup apabila mengalami mual dan tidak nafsu makan akibat keracunan makanan.

Kemudian Anda dapat mencoba untuk mengkonsumsi makanan seperti nasi secara bertahap agar tidak mengalami dehidrasi.

 

  • Stres

Stres juga merupakan penyebab mual dan tidak nafsu makan selanjutnya yang perlu diketahui.

Stres yang berlebih dapat membuat seseorang kehilangan nafsu makan sehingga menyebabkan mual.

Melakukan relaksasi serta konsumsi makanan manis dapat membantu mengurangi stres dan menaikan mood seseorang.

 

  • Efek samping obat-obatan

Penyebab mual dan tidak nafsu makan lainnya adalah adanya efek samping dari obat-obatan yang diminum.

Obat untuk tekanan darah, antibiotik, antidepresan, serta obat untuk gangguan ADHD dapat memiliki efek samping mual dan kehilangan nafsu makan.

Sebaiknya konsumsi makanan ringan setelah minum obat guna mengurangi rasa mual.

Atau berbaring di tempat yang datar kemudian letakkan bantal di bawah punggung untuk meninggikan badan agar dapat mengurangi mual setelah minum obat,

Apabila mual dan tidak nafsu makan terus berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

 

  • Olahraga terlalu berat

Berolahraga terlalu berat juga dapat menjadi penyebab mual dan tidak nafsu makan.

Olahraga yang terlalu berat menyebabkan darah mengalir dari perut ke bagian tubuh yang lain sehingga menyebabkan mual.

Selain itu setelah berolahraga terlalu berat dapat memicu seseorang kehilangan nafsu makan.

Kondisi ini biasanya terjadi sehabis melakukan olahraga lari.

Sebaiknya tidak melakukan olahraga yang terlalu berat, tidak memaksakan kondisi tubuh serta selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda

Apabila Anda tetap kehilangan nafsu makan dan mual setelah beristirahat sebaiknya segera hubungi dokter guna pemeriksaan lebih lanjut.

Anda dapat menghubungi dokter Medi-Call untuk mendapatkan konsultasi di rumah sehingga tidak perlu pergi Rumah Sakit melalui Call-Center 24 Jam Medi-Call.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog
DMCA.com Protection Status
Rapid test covid-19, Medicall, Medi-Call, Corona