Tips Aman Hindari Terkena Alergi Makanan Saat Liburan

Share Artikel Ini

Liburan seakan tidak terlepas dari wisata kuliner saat mengunjungi daerah/tempat tertentu. Namun, bagaimanakah jika Anda memiliki alergi makanan terhadap jenis makanan tertentu?

Setiap tahun perkembangan kasus alergi semakin berkembang.

Alergi merupakan kondisi perubahan reaksi tubuh terhadap suatu zat yang ada di lingkungan sekitar.

Munculnya alergi dapat disebabkan melalui saluran pernapasan, alergi kontak serta alergi terhadap makanan.

Alergi makanan dapat menyerang segala usia tanpa mengenal waktu serta umum terjadi di masyarakat dan menimbulkan gejala reaksi alergi pada tubuh penderita.

Gejala yang ditimbulkan oleh alergi ini beraneka ragam tergantung tubuh setiap orang.

Alergi Makanan

Alergi makanan adalah kondisi tubuh melakukan penolakan terhadap zat yang terkadung dalam sebuah makanan yang dikonsumsi.

Alergi ini cukup mengkhawatirkan karena disebabkan oleh makanan yang merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk mendapatkan energi serta pertumbuhan sel.

Gejala yang ditimbulkan tubuh apabila terjadi alergi makanan berbeda-beda, dapat menyerang seluruh organ tubuh.

Reaksi yang dihasilkan pun dapat berlangsung dalam waktu cepat dalam hitungan menit bahkan beberapa jam.

Gejala yang umumnya ditimbulkan antara lain :

  • Kulit terasa gatal dan muncul bintik-bintik merah, pada beberapa kasus area tubuh tertentu mengalami pembengkakkan.
  • Masalah pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, kembung serta diare.
  • Masalah pada saluran pernapasan seperti batuk, pilek, sesak napas.
  • Masalah pada mata seperti mata gatal, berair hingga belekan
  • Dampak reaksi alergi untuk jangka panjang adalah dematitis atopik (eksim) berupa bintik kecil berwarna merah dan bersisik serta saluran cerna.

 

Berdasarkan gejala yang ditimbulkan dapat dijadikan tolak ukur pemeriksaan fisik terhadap alergi makanan.

Meskipun untuk hasil yang lebih jelas dapat dilakukan serangkaian tes untuk mengetahui alergi makanan. Salah satunya adalah tes tusuk kulit.

Pada umumnya reaksi alergi makanan diderita oleh anak di bawah usia satu tahun.

Seiring berjalan waktu maka reaksi alergi tersebut akan hilang, namun tidak jarang ada juga yang tetap ada hingga dewasa.

Hal ini dapat dipengaruhi juga oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, keturunan, pola makan, jenis makanan dan faktor lingkungan.

Faktor penyebab alergi makanan

Makanan yang dibutuhkan tubuh terdiri dari karbohidrat, lemak dan protein.

Alergi makanan umumnya pada bahan yang mengandung protein, seperti :

  • Makanan laut, yaitu ikan, udang, cumi, kerang;
  • Daging, baik daging sapi maupun ayam;
  • Telur, baik kuning maupun putih telur;
  • Olahan susu sapi seperti mentega, keju, yoghurt;
  • Kacang-kacangan seperti kacang tanah, cokelat, permen, biskuit, mixed nuts;
  • Olahan kedelai seperti tahu, tempe, kedelai, saus soya;
  • Gandum.

 

Selain itu alergi makanan juga dapat diperparah akibat beberapa faktor penyebab seperti berikut :

  • Ketika tubuh sedang terinfeksi virus maupun bakteri;
  • Cuaca;
  • Udara dingin maupun panas;
  • Minuman dingin;
  • Kelelahan;
  • Stress.

 

Cara hindari alergi makanan saat liburan

Momen liburan tentu merupakan hal yang menyenangkan. Namun jangan sampai momen liburan terganggu akibat alergi.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari alergi makanan saat liburan, antara lain :

  • Kenalilah jenis makanan yang dicurigai mampu menjadi penyebab alergi.
  • Perhatikan setiap gejala yang ditimbulkan selama rentang waktu tertentu apabila telah selesai mengkonsumsi makanan.
  • Buatlah daftar makanan yang dapat menjadi penyebab alergi.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat memicu munculnya alergi.
  • Buat daftar tempat makan yang akan dikunjungi selama liburan.
  • Jaga diri agar terhindar dari faktor pencetus alergi yang dapat memperparah kondisi penderita alergi.
  • Sediakan obat-obatan untuk alergi yang telah dikonsultasikan dengan dokter.

 

Alergi makanan setiap individu tidak selalu sama. Kenalilah setiap gejala yang ditimbulkan tubuh apabila selesai mengkonsumsi suatu makanan.

Apabila muncul gejala, sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan tersebut selama kurang lebih 2 minggu agar kondisinya tidak semakin parah.

Apabila alergi terus-menerus terjadi dapat dilakukan serangkaian tes untuk memastikan bahan makanan yang harus dihindari.

Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan gatal alergi makanan serta cara menghindarinya.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.