Ciri ciri Terkena Rabies Setelah Dicakar Kucing

Ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing sebaiknya diperhatikan dengan serius agar bisa mendapatkan perawatan segera. Ciri ciri Terkena Rabies Setelah Dicakar Kucing sering mirip flu. Kenali gejala, dan kapan perlu vaksin rabies segera.

Meskipun kucing peliharaan Anda terlihat sehat bukan berarti kucing tidak dapat membawa virus rabies. Rabies merupakan virus yang ada pada hewan mamalia apapun termasuk kucing yang dapat menular dari hewan ke hewan serta hewan ke manusia.

Infeksi virus rabies pada hewan peliharaan seperti kucing dan anjing biasanya disebabkan oleh gigitan hewan liar lain yang terinfeksi yaitu sigung, rakun, kelelawar maupun rubah.

Hewan-hewan liar ini merupakan pembawa virus rabies pada kucing dan anjing sehingga apabila kucing sering berada di luar maka semakin tinggi kemungkinan terkena virus rabies.

Baca juga:  Ciri Hewan yang Terkena dan Menularkan Penyakit Rabies

Rabies dari hewan ke manusia biasanya menular melalui air liur hewan yang terinfeksi serta juga juga dapat melalui cakaran.

Sebaiknya segera hubungi dokter Medi-Call melalui aplikasi atau Customer Service 24 Jam apabila Anda mengalami nyeri dan demam setelah terkena gigitan maupun cakaran hewan seperti kucing atau anjing untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah

Ciri ciri Terkena Rabies Setelah Dicakar Kucing

Jarak waktu antara masa waktu terkena cakaran sampai timbul gejala atau biasa disebut masa inkubasi kurang lebih selama empat hingga dua belas minggu.

Menurut WHO (World Health Organization) sebanyak 59.000 orang di dunia meninggal setiap tahunnya akibat rabies. Virus ini mampu mempengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak.

Oleh karena itu meskipun luka yang disebabkan oleh cakaran kucing sangat kecil namun tetap dapat berpotensi terinfeksi virus rabies. Sebaiknya memahami ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing berikut ini:

  • Gejala awal

Ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing umumnya memiliki gejala awal yang hampir mirip seperti flu. Gejala awal ini meliputi demam, nyeri, kesemutan yang tidak seperti biasanya dan sensasi terbakar di lokasi yang terkena cakaran.

Mual, muntah, sakit kepala dan kesulitan menelan juga merupakan ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing. Air liur yang berlebihan juga merupakan ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing. Gejala ini umumnya berlangsung berhari-hari dan semakin memburuk.

  • Gejala rabies ganas

Ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing selanjutnya adalah gejala rabies ganas. Gejala rabies ganas ini terjadi saat virus sudah berkembang dan menyebar ke sistem saraf pusat.

Gelisah, menjadi takut air, hiperaktif, insomnia serta halusinasi merupakan gejala rabies ganas dan juga ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing. Gejala rabies ganas ini dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak sehingga mengakibatkan kematian.

  • Gejala rabies paralitik

Ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing lainnya adalah gejala rabies paralitik. Gejala ini umumnya menyebabkan area yang terkena cakaran atau gigitan menjadi lumpuh secara bertahap. Setelah itu virus akan berkembang dan menyebar sehingga penderitanya akan mengalami koma hingga kematian.

Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda
Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda

Meskipun rabies tergolong penyakit yang berbahaya dan fatal namun rabies dapat dicegah dengan vaksinasi.

Baca juga:  Ketahui Jenis dan Fungsi Vaksin Rabies untuk Manusia

WHO menyarankan vaksinasi rabies dilakukan guna mencegah dan mengurangi jumlah kematian akibat rabies. Vaksinasi rabies untuk manusia dapat dilakukan di rumah bersama dokter Medi-Call untuk mencegah infeksi dengan menggunakan aplikasi atau menghubungi Customer Service 24 Jam.

Ciri ciri Terkena Rabies Setelah Dicakar Kucing perlu Anda kenali sejak awal karena rabies termasuk penyakit infeksi virus yang hampir selalu berakibat fatal bila gejala sudah muncul. Meski penularan lewat cakaran kucing lebih jarang dibanding gigitan, risiko tetap ada jika ada luka terbuka yang terpapar air liur hewan terinfeksi. 

Karena itu, pertolongan pertama dan vaksin rabies sebaiknya dilakukan segera setelah paparan, tanpa menunggu gejala, salah satunya melalui layanan vaksin rabies home care yang bisa datang ke rumah Anda.​

Rabies pada manusia umumnya melalui gigitan, namun cakaran kucing juga dapat menularkan bila kuku terkontaminasi air liur kucing yang terinfeksi lalu melukai kulit. Masa inkubasi virus rabies cukup bervariasi, rata-rata 1–3 bulan, tetapi bisa hanya beberapa hari bila luka dekat kepala atau leher.​

Beberapa tanda awal rabies sering tampak tidak spesifik, sehingga banyak orang mengira hanya flu biasa. Setelah itu, gejala berkembang cepat menjadi gangguan saraf berat yang mengancam nyawa.​

1. Tahap awal (gejala mirip flu yang sering diabaikan)

Pada fase prodromal, gejala rabies menyerupai infeksi virus umum. Keluhan yang sering dilaporkan antara lain:​

  • Demam ringan sampai sedang dan merasa tidak enak badan.​
  • Sakit kepala, nyeri otot, tubuh terasa lemas.​
  • Mual, kadang disertai muntah dan penurunan nafsu makan.​
  • Sulit tidur, merasa cemas atau gelisah tanpa sebab jelas.​

Salah satu ciri awal khas rabies yang penting Anda waspadai adalah sensasi tidak nyaman di area luka. Pasien dapat mengeluh gatal, nyeri seperti terbakar, atau kesemutan di bekas cakaran atau gigitan, meski luka tampak sudah menutup di permukaan.​

2. Tahap lanjut (gejala neurologis yang mengancam nyawa)

Setelah beberapa hari fase awal, virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan muncul gejala neurologis berat. Pada tahap ini, angka kematian sangat tinggi meski pasien sudah dirawat di rumah sakit.​

Keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Perubahan perilaku: gelisah berat, agresif, bingung, halusinasi, atau mudah marah.​
  • Kejang, kaku otot, dan gangguan koordinasi gerak.​
  • Gangguan menelan, kejang otot tenggorokan, dan takut minum air (hidrofobia).​
  • Takut udara atau cahaya (aerofobia dan fotofobia).​
  • Kelumpuhan yang menjalar dari lokasi luka, bisa berakhir pada gagal napas.​

Begitu gejala neurologis rabies muncul, penyakit hampir selalu berakibat fatal. Karena itu, fokus utama adalah pencegahan setelah paparan dengan membersihkan luka dan mendapatkan vaksin rabies sedini mungkin.​

Catatan: Segera ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat bila setelah dicakar kucing Anda mengalami demam, nyeri atau kesemutan pada bekas luka, kejang, sulit menelan, takut air, atau perubahan perilaku.​

Baca juga:  Vaksin Rabies untuk Anak Setelah Digigit Meningkatkan Harapan Sembuh

Pencegahan dan Pertolongan Pertama (Jangan Tunggu gejala muncul)

Pertolongan pertama yang benar dan cepat sangat menentukan keberhasilan pencegahan rabies. Setelah penanganan awal di rumah, tenaga medis akan menilai kebutuhan vaksin rabies, immunoglobulin rabies, serta perawatan luka lebih lanjut.​

1. Segera cuci luka

Langkah terpenting segera setelah dicakar kucing beresiko rabies adalah mencuci luka secepat mungkin. Idealnya, luka dicuci dengan:​

  • Air mengalir dan sabun atau deterjen selama minimal 15 menit.​
  • Gosok lembut area luka untuk membantu mengurangi jumlah virus yang mungkin masuk.​

Pencucian luka yang tepat terbukti menurunkan risiko infeksi rabies karena membantu mengurangi partikel virus di sekitar jaringan. Setelah dicuci, Anda dapat mengoleskan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol 70% pada area luka.​

2. Hentikan perdarahan

Bila cakaran kucing menimbulkan perdarahan, tekan perlahan area luka dengan kain atau kasa bersih. Penekanan ringan membantu menghentikan perdarahan sekaligus memungkinkan sisa kotoran keluar sebelum luka menutup.​

Jika perdarahan tidak berhenti setelah 10–15 menit penekanan, segera cari bantuan medis darurat. Perdarahan hebat, luka sangat dalam, atau luka di wajah dan leher memerlukan evaluasi dokter lebih cepat.​

3. Tutup luka

Setelah dicuci dan diberi antiseptik, sebagian luka cakaran dangkal dapat dibiarkan terbuka agar tetap kering dan mudah dipantau. Namun, bila luka cukup lebar, banyak gesekan, atau berisiko kotor, tenaga medis bisa menganjurkan penutupan dengan perban steril.​

Hindari mengoleskan bahan yang tidak dianjurkan medis, seperti kopi, minyak, atau ramuan tradisional, karena dapat mengganggu kebersihan luka. Penting juga untuk memantau tanda infeksi lokal seperti kemerahan Meluas, Bengkak, Terasa Sangat Nyeri, Atau Keluar Nanah.​

4. Segera Cari Dokter atau Faskes (jangan tunggu besok)

Meski ciri ciri terkena rabies setelah dicakar kucing belum tampak, evaluasi dokter sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah paparan. Dokter akan menilai:​

  • Lokasi, kedalaman, dan jumlah luka.​
  • Jenis hewan, status vaksin hewan, dan apakah hewan bisa diamati.​
  • Kebutuhan vaksin anti rabies (VAR), imunoglobulin anti rabies (SAR), dan antibiotik.​

Penatalaksanaan pasca pajanan (post-exposure prophylaxis) dengan vaksin rabies sangat efektif mencegah penyakit bila diberikan sebelum gejala muncul. Jika Anda kesulitan datang ke fasilitas kesehatan, Anda dapat memanfaatkan layanan kesehatan di rumah seperti dokter ke rumah atau vaksinasi rabies home care yang datang ke lokasi Anda.​

5. Amati kucing (tapi jangan hanya mengandalkan ini)

Mengamati kondisi kucing yang mencakar tetap penting, terutama bila hewan peliharaan tinggal di rumah. Tanda kucing diduga rabies antara lain perubahan perilaku drastis, menjadi sangat agresif atau sangat lesu, hipersalivasi (liur berlebihan), atau tampak bingung.​

Namun, keputusan pemberian vaksin rabies pada manusia tidak boleh hanya berpatokan pada penampilan kucing. Rabies dapat berada pada masa inkubasi tanpa gejala jelas pada hewan, sehingga tetap perlu konsultasi dengan tenaga medis meski kucing tampak sehat.​

Catatan penting: Jangan menunda ke dokter hanya karena berniat menunggu 10 hari sambil mengamati kucing. Amatan hewan hanyalah informasi tambahan, pencegahan utama tetap pada pembersihan luka dan pemberian vaksin bila diindikasikan.​

Lindungi keluarga Anda dengan Penanganan Cepat bersama Medi-call

Mengenali ciri ciri Terkena Rabies Setelah Dicakar Kucing membantu Anda lebih waspada, tetapi pencegahan yang tepat justru dimulai sejak menit pertama setelah kejadian. Cuci luka segera, berikan antiseptik, lalu secepatnya hubungi dokter atau pelayanan kesehatan di rumah untuk menilai kebutuhan vaksin rabies bagi Anda dan keluarga.​

Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun, berikan antiseptik, lalu hubungi dokter atau layanan kesehatan di rumah untuk memastikan apakah Anda dan keluarga memerlukan vaksin rabies secepatnya. Pesan layanan vaksin rabies Medi-Call sekarang juga, jangan tunggu sampai gejala muncul.

Chat WhatsApp 24 jam Customer Service Medi-Call untuk penanganan cepat ke lokasi Anda. Atau download aplikasi Medi-Call di App Store dan Play Store untuk pemesanan yang lebih praktis dan aman.

Catatan penting: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Jika terjadi luka gigitan atau cakaran hewan, demam, atau gejala yang mengarah ke rabies, segera periksakan ke fasilitas kesehatan atau hubungi layanan dokter. Diagnosis dan penanganan rabies hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi
  • Animal Bites and Rabies [Internet]. 2020. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/animal-bites-and-rabies
  • https://www.facebook.com/verywell. Can a Cat Scratch Be Dangerous? [Internet]. Verywell Health. 2018. Available from: https://www.verywellhealth.com/what-did-the-cat-can-drag-in-1958916
  • CDC. About rabies [Internet]. Rabies. CDC; 2024. Available from: https://www.cdc.gov/rabies/about/index.html
  • Gowda V, Reddy H, Ramaswamy P, Basavaraja G. Paralytic rabies following cat scratch and intra-dermal anti-rabies vaccination. Journal of Pediatric Neurosciences. 2014;9(2):154.

Author

Spread the love
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Archives