Mual Setelah Makan Ikan? Jangan Panik Berikut Cara Menangani Keracunan Histamin

Bagikan artikel ini

Mengalami mual dan gatal-gatal setelah makan ikan? Simak beberapa tips menangani keracunan histamin untuk pertolongan pertama berikut ini!

Keracunan histamin adalah sindrom yang terjadi ketika seseorang mengkonsumsi makanan dengan tingkat histamin yang cukup tinggi.

Tuna, makerel, mahi mahi, ikan teri, herring, bluefish, amberjack dan marlin merupakan ikan yang mengandung histidin kimia secara alami.

Kandungan histidin pada ikan ini dapat diubah menjadi histamin oleh bakteri.

Ini biasanya terjadi jika Anda tidak melakukan pengawetan atau pendinginan ikan secara baik dan benar sebelum mengkonsumsinya.

Sehingga ikan-ikan tersebut terkontaminasi oleh bakteri dan kemudian mengandung racun histamin.

Reaksi keracunan histamin biasanya akan muncul beberapa menit sampai dua jam setelah seseorang mengkonsumsi makanan mengandung histamin.

Gejala keracunan histamin antara lain merasa mual, diare, sakit perut, gatal-gatal dan pembengkakan.

Apabila Anda mengalami gejala seperti di atas sebaiknya menghubungi dokter Medi-Call untuk menangani keracunan histamin dengan tepat dari lokasi Anda.

Cukup dengan menghubungi Call-Center 24 Jam atau gunakan aplikasi Medi-Call.

Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda
Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda

Menangani Keracunan Histamin

Keracunan histamin berbeda dengan reaksi alergi terhadap makanan laut, jika Anda melakukan pengawetan ikan dengan baik maka Anda dapat memakan ikan tersebut tanpa perlu takut.

Untuk menangani keracunan histamin, sebaiknya meletakkan ikan di kulkas dengan suhu kurang  4°C atau dapat lebih rendah lagi.

Tapi bagaimana cara menangani keracunan histamin jika Anda mengkonsumsi ikan yang dimasak di restoran atau rumah makan lainnya?

Sulit untuk mengetahui apakah ikan yang akan ada konsumsi sudah diawetkan dengan baik atau belum jika membelinya di rumah makan.

Namun ada beberapa cara untuk mengetahui sebuah ikan tidak diawetkan dengan baik dan memiliki indikasi histamin di dalamnya.

Baca juga:  Kenapa Tubuh Butuh Vitamin D? Cari Tahu Yuk Manfaat Vitamin D untuk Tubuh

Jika ikan tersebut memiliki rasa terlalu asin dan tajam, ini merupakan sebuah tanda adanya indikasi pembusukan akibat histamin.

Kemudian jika saat memakannya Anda merasa adanya sensasi pedas di sekitar tenggorokan dan mulut, ini juga menjadi tanda keracunan histamin.

Menangani keracunan histamin tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.

Jika gejala yang dialami tidak terlalu parah dan ringan, gejala keracunan histamin akan membaik dengan sendirinya.

Anda juga mengkonsumsi obat antihistamin seperti diphenhydramine (benadryl) untuk membantu menangani keracunan histamin dan mengurangi gejalanya.

Namun pada kasus yang lebih parah obat antihistamin tidak dapat secara efektif menghilangkan racun dan mengurangi gejala.

Pasien perlu mendapatkan cairan infus, oksigen, dan obat-obatan lainnya sebagai cara menangani keracunan histamin.

Ini perlu dilakukan pada pasien yang mengalami sakit dada, kesulitan bernapas, pembengkakan lidah dan mulut setelah mengkonsumsi ikan.

Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah

Penanganan keracunan histamin sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui tindakan yang benar dan tepat.

Jika Anda merasa gatal-gatal, mual, diare dan sakit perut setelah mengkonsumsi makanan laut jangan ragu untuk mendapatkan penanganan dari dokter Medi-Call di rumah.

Anda dapat menggunakan aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam.

DMCA.com Protection Status