Apakah Efektif Mengkonsumsi Obat Malaria untuk Pasien Corona?

Bagikan artikel ini

Apakah benar menggunakan obat malaria untuk pasien corona dapat membunuh virus dalam tubuh pasien yang terinfeksi?

Sejak munculnya kasus pertama di Wuhan sampai dengan hari ini, obat atau vaksin corona masih belum ditemukan.

Menurut WHO cara paling efektif untuk mencegah dan merawat pasien dengan gejala demam dan batuk adalah mengkonsumsi vitamin C dalam dosis tertentu setiap hari.

Studi terbaru menunjukkan memberikan 50 sampai 200 mg vitamin C per kg berat badan manusia mampu mengurangi gejala Covid-19.

Selain itu vitamin C dapat mengurangi peradangan, cedera paru akut dan sindrom gangguan pernapasan.

Pemberian vitamin C dapat dikonsumsi dalam bentuk suntik, infus, atau suplemen.

Dapatkan layanan suntik vitamin C dengan dokter langsung di rumah melalui aplikasi Medi-Call atau langsung menghubungi Call-Center 24 Jam.

vitamin c di rumah, vitamin c, infus di rumah, pasang infus di rumah, infus vitamin c, medicall, medi-call
Medi-Call: Layanan Infus dan Vitamin di Rumah Anda

Obat Malaria untuk Pasien Corona

Klorokuin dan Hidroksiklorokuin merupakan 2 kandungan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit malaria akibat gigitan nyamuk.

Selain itu kedua kandungan tersebut juga dapat digunakan untuk mengatasi rheumatoid arthritis (peradangan sendi) dan penyakit lupus.

Belakangan ini banyak beredar kabar bahwa penggunaan obat malaria untuk pasien corona dapat menyembuhkan infeksi virus tersebut.

Pada 2012, saat wabah MERS menyerang para peneliti menguji coba banyak jenis obat salah satunya yang mengandung Klorokuin dan Hidroksiklorokuin.

Baca juga:  Medi-Call: Rapid Test Virus Corona di Lokasi Anda

Dan hasilnya kedua kandungan tersebut menunjukan efek positif untuk memblokir virus dari sel secara in vitro.

Selain itu kandungan klorokuin dan hidroksiklorokuin dapat meningkatkan pH endosomal atau tingkat keasaman pada permukaan sel tubuh yang dipercaya dapat melemahkan keberadaan virus.

Akan tetapi WHO menegaskan bahwa antara  infeksi virus dan malaria sangatlah berbeda, dimana penyakit malaria disebabkan oleh parasit yang masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk.

Sedangkan Covid-10 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona.

Rapid test covid-19, Medicall, Medi-Call, Corona
Medi-Call: Pesan Rapid Test Covid-19 di Lokasi Anda & Drive Thru

Oleh sebab itu penggunaan obat malaria untuk pasien corona masih merupakan kontroversi dan belum terbukti efektifitasnya untuk mengobati gejala yang muncul.

Selain itu ada efek samping yang berbahaya apabila mengkonsumsi obat malaria untuk pasien corona secara sembarangan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Dalam jurnal penelitian yang ditulis oleh medRxiv, obat malaria dapat memblokir saluran sel jantung sehingga meningkatkan komplikasi pada penderita penyakit jantung khususnya lansia. 

Apabila dikonsumsi dalam dosis berlebihan dapat menyebabkan keracunan, mual, pusing, nyeri di bagian perut, cemas dan gelisah.

Sejauh ini penelitian masih dilakukan untuk melihat efektivitas obat malaria untuk pasien corona.

Virus corona dapat menyerang siapa saja terutama orang dengan daya tahan tubuh rendah seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit tertentu.

Cara paling efektif mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan social distancing, menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun selama 20 menit, dan menghindari kontak fisik sementara waktu.

Selain itu menerapkan pola hidup sehat dapat meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh untuk mencegah penularan dan mempercepat proses kesembuhan.

Layanan Rapid test Covid-19 Medi-Call saat ini sudah tersedia pada 20 kota di Indonesia.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog
DMCA.com Protection Status