Ingin Puasa untuk Ibu Menyusui? Berikut Tipsnya agar ASI Tetap Lancar! 

Bagikan artikel ini

Bulan Ramadhan sebentar lagi, banyak Ibu yang ingin ikut serta melaksanakan ibadah puasa, namun puasa untuk ibu menyusui amankah dilakukan?

Ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama sebulan penuh untuk memberikan ASI eksklusif kepada Buah Hati.

Ini dikarenakan bayi terutama yang berusia di bawah enam bulan memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan bayi yang sudah berusia satu tahun ke atas.

Bayi di bawah enam bulan hanya baru bisa menerima makanan yang diberikan oleh ibu melalui ASI.

Baca juga:  Vitamin Ibu Menyusui saat Puasa yang Dibutuhkan agar Tidak Lemas

Sehingga melakukan puasa bisa memiliki dampak pada ASI serta Buah Hati seperti penurunan kadar seng, magnesium dan kalium.

Selain itu, puasa untuk ibu menyusui juga mungkin bisa menyebabkan penurunan gula darah, merasa pusing dan lelah.

Jika ibu menyusui mengalami gejala seperti ini saat berpuasa sebaiknya segera berbuka menggunakan air dan gula kemudian beristirahat yang cukup untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya menghubungi dokter Medi-Call ke rumah guna memeriksa kesehatan ibu menyusui setelah berpuasa melalui Call-Center 24 Jam atau aplikasi Medi-Call.

Dokter 24 Jam Ke Rumah Anda Medi-Call
Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah Anda

Puasa untuk Ibu Menyusui

Jika ibu memutuskan untuk tetap berpuasa sambil menyusui, jangan khawatir karena tidak akan berdampak buruk bagi Buah Hati.

Ini dikarenakan saat puasa untuk ibu menyusui, tubuh akan tetap memproduksi ASI seperti biasanya.

Tubuh akan secara otomatis menyesuaikan dan menggunakan cadangan energi yang tersimpan sehingga akan tetap berenergi sampai waktu berbuka.

Baca juga:  3 Tips Ibu Menyusui Agar Tetap Sehat Saat Berpuasa

Puasa untuk ibu menyusui biasanya menggunakan simpanan lemak yang diubah menjadi gula darah agar tubuh dapat menghasilkan ASI.

Buah Hati juga akan terbiasa dengan sendirinya terhadap perubahan ASI yang mungkin sedikit berkurangan saat puasa untuk ibu menyusui.

Jadi ibu tidak perlu khawatir lagi tentang keamanan melakukan puasa untuk ibu menyusui.

Sebelum melakukan puasa, sebaiknya simak terlebih dahulu tips puasa untuk ibu menyusui berikut ini:

  • Mengkonsumsi kalori yang cukup

Tips puasa bagi ibu menyusui yang pertama adalah mengkonsumsi kalori yang cukup.

Ibu menyusui membutuhkan kalori yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak menyusui.

Setiap harinya, ibu menyusui perlu mengkonsumsi 2.300 sampai 2.500 kalori.

Mendapatkan kalori yang cukup saat berpuasa bagi ibu menyusui dapat menjaga tubuh agar tidak lemas serta memproduksi ASI yang cukup untuk Buah Hati.

  • Minum banyak air

Tips puasa bagi ibu menyusui agar tidak lemas selanjutnya adalah dengan minum banyak air.

Ibu menyusui sebaiknya minum air dua kali lipat dari orang biasa terutama saat berpuasa yaitu sebanyak enam belas gelas per hari.

Ini dapat mencegah dehidrasi serta melancarkan ASI bagi Buah Hati selama menyusui.

  • Mendapatkan nutrisi yang cukup

Berpuasa membuat ibu menyusui kehilangan banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan Buah Hati.

Jika ibu memutuskan untuk berpuasa sebaiknya konsumsi makanan penuh nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, dan gandum saat sahur maupun berbuka.

Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda
Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda

Selain itu, ibu menyusui juga sebaiknya mengkonsumsi suplemen vitamin khusus untuk ibu menyusui terutama saat berpuasa.

Suplemen vitamin dapat dikonsumsi saat sahur untuk menjaga kesehatan ibu selama berpuasa.

Atau bisa juga dengan melakukan suntik vitamin setelah berbuka puasa bersama dokter Medi-Call ke rumah sehingga tidak perlu repot.

Layanan suntik vitamin bersama dokter Medi-Call di rumah tidak hanya untuk ibu menyusui tetapi juga anggota keluarga lainnya, bisa didapatkan dengan menghubungi Call-Center 24 Jam atau melalui aplikasi Medi-Call.

Medi-Call Writers

Medi-Call Writers

Content writer on Medi-Call's Blog
DMCA.com Protection Status
Layanan Baby Care Medi-Call