Macam-macam Vaksin untuk Bayi Supaya Tetap Kuat dan Sehat

Macam-macam vaksin untuk bayi berikut ini dapat mengurangi resiko infeksi penyakit pada si kecil serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Risiko terserang berbagai macam penyakit pada bayi sangat tinggi dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang.Cara kerja vaksin adalah dengan meniru infeksi penyakit tertentu di tubuh bayi yang kemudian mendorong sistem kekebalan tubuh bayi membuat antibodi yang berguna untuk melawan suatu infeksi akibat penyakit tertentu.Saat ini macam-macam vaksin untuk bayi bisa didapatkan di berbagai Rumah Sakit.Namun Anda juga bisa mendapatkan layanan vaksinasi untuk bayi Anda di rumah melalui aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam. 
vaksin di rumah, vaksinasi di rumah, pesan vaksin, vaksin rabies, vaksin VAR, vaksin SAR, vaksin meningitis, vaksin influenza, vaksin difteri, medi-call, medicall
Medi-Call: Layanan Vaksin di Rumah Anda
Gejala

Macam-Macam Vaksin untuk Bayi

Sejak dalam kandungan bayi memiliki antibodi alami dari ibu akan tetapi antibodi ini hanya bertahan selama beberapa minggu saja setelah bayi lahir.Ada macam-macam vaksin untuk bayi agar dapat melindungi si kecil dari berbagai penyakit dan infeksi yang tidak diinginkan.
Baca juga:  4 Jenis Vaksin untuk Anak yang Wajib Diketahui
Berikut macam-macam vaksin untuk bayi yang perlu Anda ketahui:
  • Vaksin PCV13

Macam-macam vaksin untuk bayi yang pertama adalah PCV, singkatan dari Pneumococcal Conjugate Vaccine.

Pemberian vaksin PCV13 adalah imunisasi guna melindungi tubuh dari infeksi bakteri pneumokokus.

Saat ini, infeksi bakteri pneumokokus merupakan penyebab angka kematian tertinggi pada balita di Indonesia.

Sekitar 30 puluh persen bakteri pneumokokus tahan terhadap antibiotik serta dapat menular melalui batuk, bersin hingga kontak fisik dan hanya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai macam penyakit serius pada anak seperti pneumonia (penyakit radang paru), meningitis (radang selaput otak), dan bakteremia (infeksi darah).

Pemberian vaksin dapat dilakukan pada bayi yang sehat mulai dari umur 2 bulan hingga berumur 5 tahun.

Kebanyakan bayi tidak mengalami efek samping setelah mendapatkan vaksin PCV, akan tetapi ada beberapa yang mengalaminya dengan gejala seperti kehilangan nafsu makan, merasa lelah, merah dan bengkak pada bagian yang disuntik, demam serta sakit kepala.

  • Vaksin Rotavirus

Macam-macam vaksin untuk bayi selanjutnya adalah vaksin rotavirus.

Vaksin ini digunakan untuk mencegah infeksi rotavirus yang umumnya menyebabkan dehidrasi berat pada bayi dengan gejala seperti diare dan muntah.

Angka kematian akibat infeksi rotavirus di Indonesia masih tinggi, oleh sebab itu bayi sebaiknya mendapatkan vaksin rotavirus.

Pemberian vaksin dapat dilakukan mulai bayi berumur 2 bulan hingga 6 bulan.

Vaksin rotavirus diberikan kepada bayi tidak dengan suntikan, melainkan dengan obat melalui mulut.

Muntah merupakan gejala umum yang terjadi pada bayi setelah pemberian vaksin rotavirus.

Bila bayi Anda mengalami muntah cobalah untuk memposisikan bayi secara tegak, lalu mengganti bajunya yang basah.

Segera berikan ASI agar tidak ada udara yang masuk ke dalam lambung untuk mengurangi resiko muntah bertambah parah.

Muntah biasanya terjadi hanya beberapa saat dan akan hilang dengan sendirinya.

Bila frekuensi muntah terus meningkat dengan jumlah yang bertambah banyak segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan.

Meskipun jarang terjadi akan tetapi ada beberapa bayi yang mengalami alergi vaksin rotavirus dengan gejala seperti, detak jantung meningkat, susah bernafas, dan wajah menjadi pucat.

Hubungi dokter bila bayi Anda mengalami gejala seperti atas setelah mendapatkan vaksin rotavirus.

Atau dapatkan layanan dokter ke rumah melalui aplikasi Medi-Call.

dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah
Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda
  • Vaksin Influenza

Macam-macam vaksin untuk bayi berikutnya adalah vaksin influenza.

Influenza merupakan penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja dan mudah untuk disembuhkan.

Akan tetapi, jika influenza menyerang bayi akan menjadi sangat berbahaya bahkan bisa saja menyebabkan kematian apabila diabaikan.

Bayi memiliki daya tahan tubuh yang belum sempurna menjadikannya rentan terkena berbagai macam virus dan penyakit salah satunya influenza.

Upaya pencegahan influenza pada bayi adalah dengan memberikan vaksin influenza.

Vaksin ini dapat diberikan sejak bayi berumur 6 bulan.

Vaksin akan bertahan pada tubuh bayi hingga beberapa tahun sejak pemberian vaksin sehingga efektif melindungi bayi dari berbagai macam penyakit influenza. 

Demam, meriang, lemas, pegal, hingga sakit kepala merupakan efek samping dari pemberian vaksin influenza dan akan hanya berlangsung selama 1 sampai 2 hari.

baby care, baby care medi-call, jasa baby care, cari baby care, medi-call, medicall, perawat bayi, perawat bayi baru lahir, baby spa, baby massage, perawatan tali pusat, tali pusat bayi
Medi-Call: Layanan Baby Care Ke Rumah Anda
Selain memberikan macam-macam vaksin untuk bayi, menjaga kebersihan lingkungan seperti mencuci bersih tangan sebelum menyentuh bayi, mencuci bersih alat-alat kebutuhan bayi juga harus dilakukan untuk melindungi si kecil dari bahaya kuman dan bakteri di sekitar.Berikan juga ASI yang cukup serta makanan yang bergizi seperti sayur dan buah-buahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh si kecil sehingga rentan dari berbagai macam penyakit.

Artikel Terkait

Arsip